alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 4 December 2021

Batik pelajar SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik diminati Luar Negeri

GRESIK – Batik pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) C Kemala Bhayangkari 2 Gresik diminati perusahaan asal California, Amerika Serikat. Batik karya pelajar SLB tidak kalah dengan kualitas batik tulis lainnya.

Habi, salah satu pelajar SLB tampak sibuk memegang canting. Sambil duduk bersila dia membatik Rusa Bawean. Pandangannya fokus agar hasil membatiknya maksimal. Selain Habi masih banyak temannya membuat batik Ecoprint, konektor.

Karya batik pelajar melalui proses belajar yang cukup panjang. Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Nur Jannah menyebut membuat batik memang harus ekstra sabar, para guru juga harus berulang kali memberikan pemahaman membatik kepada murid. Bahkan teknik mencanting baru dimulai pada semester dua, para pelajar bahkan sering kurang rapi saat membatik. Hingga mereka terbiasa dan bisa membuat karya batik.

Nur Jannah bersyukur karya batik murid SLB C Kemala Bhayangkari 2 diminati oleh pihak swasta. Perusahaan Williams Sonoma Indonesia datang ke sekolah yang berada di perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik.

“Alhamduliah SLB batik kita diminati. Semoga bisa berkolaborasi dengan swasta,” ujar Nur Jannah.

Sementara itu Yuliasari Dewi selaku office manager Williams-Sonoma awalnya melihat karya batik pelajar SLB dari guru setempat. Terkesima pada kesan pertama melihat batik oleh pelajar SLB. Dia kemudian mendatangi SLB Kemala Bhayangkari Gresik memberikan donasi berupa perlengkapan membatik dan membeli hasil karya dari anak-anak SLB C Kemala Bhayangkari 2. Penyerahan bantuan ini juga untuk memperingati Hari anak sedunia tahun 2021 yang diperingati tanggal 20 November.

Williams Sonoma sendiri merupakan salah satu perusahaan ritel yang menjual perabot rumah tangga dan peralatan dapur berpusat di California.

“Kami melihat SLB sudah bisa berkarya saya lihat hasil karya anak-anak kagum, bagus bagi kami sayang kalau tidak dibina. Kami datang untuk membantu memfasilitasi saya percaya pasti berhasil membikin batik,” kata wanita yang akrab disapa Itta.

Donasi perlengkapan yang diberikan adalah berupa kain dan scraft yang memiliki ciri khas motif Shibori. Diharapkan dengan alat-alat membatik yang lebih beragam, kata Itta, dapat meningkatkan kreatifitas dan melatih soft skill untuk kemudian hari.

“Semoga kami bisa membantu karya anak-anak bisa lebih luas dikenal masyarakat. Batik budaya Indonesia suatu negara tidak maju kalau tidak mempertahankan karya. Mereka dikenalkan batik sejak dini harus kita support agar budaya ini tidak hilang,” pungkasnya. (yud)


GRESIK – Batik pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) C Kemala Bhayangkari 2 Gresik diminati perusahaan asal California, Amerika Serikat. Batik karya pelajar SLB tidak kalah dengan kualitas batik tulis lainnya.

Habi, salah satu pelajar SLB tampak sibuk memegang canting. Sambil duduk bersila dia membatik Rusa Bawean. Pandangannya fokus agar hasil membatiknya maksimal. Selain Habi masih banyak temannya membuat batik Ecoprint, konektor.

Karya batik pelajar melalui proses belajar yang cukup panjang. Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Nur Jannah menyebut membuat batik memang harus ekstra sabar, para guru juga harus berulang kali memberikan pemahaman membatik kepada murid. Bahkan teknik mencanting baru dimulai pada semester dua, para pelajar bahkan sering kurang rapi saat membatik. Hingga mereka terbiasa dan bisa membuat karya batik.

-

Nur Jannah bersyukur karya batik murid SLB C Kemala Bhayangkari 2 diminati oleh pihak swasta. Perusahaan Williams Sonoma Indonesia datang ke sekolah yang berada di perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik.

“Alhamduliah SLB batik kita diminati. Semoga bisa berkolaborasi dengan swasta,” ujar Nur Jannah.

Sementara itu Yuliasari Dewi selaku office manager Williams-Sonoma awalnya melihat karya batik pelajar SLB dari guru setempat. Terkesima pada kesan pertama melihat batik oleh pelajar SLB. Dia kemudian mendatangi SLB Kemala Bhayangkari Gresik memberikan donasi berupa perlengkapan membatik dan membeli hasil karya dari anak-anak SLB C Kemala Bhayangkari 2. Penyerahan bantuan ini juga untuk memperingati Hari anak sedunia tahun 2021 yang diperingati tanggal 20 November.

Williams Sonoma sendiri merupakan salah satu perusahaan ritel yang menjual perabot rumah tangga dan peralatan dapur berpusat di California.

“Kami melihat SLB sudah bisa berkarya saya lihat hasil karya anak-anak kagum, bagus bagi kami sayang kalau tidak dibina. Kami datang untuk membantu memfasilitasi saya percaya pasti berhasil membikin batik,” kata wanita yang akrab disapa Itta.

Donasi perlengkapan yang diberikan adalah berupa kain dan scraft yang memiliki ciri khas motif Shibori. Diharapkan dengan alat-alat membatik yang lebih beragam, kata Itta, dapat meningkatkan kreatifitas dan melatih soft skill untuk kemudian hari.

“Semoga kami bisa membantu karya anak-anak bisa lebih luas dikenal masyarakat. Batik budaya Indonesia suatu negara tidak maju kalau tidak mempertahankan karya. Mereka dikenalkan batik sejak dini harus kita support agar budaya ini tidak hilang,” pungkasnya. (yud)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru