alexametrics
29 C
Gresik
Thursday, 27 January 2022

Waspada, Kasus Demam Berdarah Di Gresik Mulai Mengganas

GRESIK- Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Pemkab Gresik terus mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap serangan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk pengebab demam berdarah dangue (DBD) memiliki tren serangan yang tinggi di Gresik. Apalagi tahun ini, jumlah kasus dua kali lipat dari 2020 lalu.

Berdasarkan data sejak 2017 lalu, kasus DBD berada dipuncak pada bulan Januari. Meski demikian, di akhir tahun sudah menjadi titik awal nyamuk tersebut berkembang biak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, minggu lalu DBD muncul di Gresik.

“Memang selama ini, daerah yang rawan terserang DBD ini adalah wilayah kota dan area pertambakan. Untuk antisipasi sejak awal, kami meminta agar masyarakat lebih waspada sejak dini,” kata Ummi.

Dikatakan, pencegahan mulai dari gerakan pemberatasan sarang nyamuk (PSN). Mulai dari genangan di dalam pot hingga di bak mandi. Bahkan pihaknya meyarankan masyarakat memberikan obat abate di dalam bak mandi untuk membunuh jentik nyamuk.  “Sekarang sudah hujan, genangan air di tempat-tempat tersembungi rutin dicek. Jangan sampai ada genangan. Selain itu perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih,” jelasnya.

Sementara itu, direktur Rumah Sakit Wates Husada (RSWH), Balongpanggang, dr Titin Ekowati mengatakan, dalam satu minggu ini mulai dari tanggal 12 sampai 17 November 2021, lima pasien dirawat inap di RSWH. Angka itu masih di bawah 2020 yang mencapai 70 pasien.”Sejak Januari sampai November 2021, ada 30 kasus demam berdarah,” kata Titin. (fir/han)

GRESIK- Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Pemkab Gresik terus mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap serangan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk pengebab demam berdarah dangue (DBD) memiliki tren serangan yang tinggi di Gresik. Apalagi tahun ini, jumlah kasus dua kali lipat dari 2020 lalu.

Berdasarkan data sejak 2017 lalu, kasus DBD berada dipuncak pada bulan Januari. Meski demikian, di akhir tahun sudah menjadi titik awal nyamuk tersebut berkembang biak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, minggu lalu DBD muncul di Gresik.

-

“Memang selama ini, daerah yang rawan terserang DBD ini adalah wilayah kota dan area pertambakan. Untuk antisipasi sejak awal, kami meminta agar masyarakat lebih waspada sejak dini,” kata Ummi.

Dikatakan, pencegahan mulai dari gerakan pemberatasan sarang nyamuk (PSN). Mulai dari genangan di dalam pot hingga di bak mandi. Bahkan pihaknya meyarankan masyarakat memberikan obat abate di dalam bak mandi untuk membunuh jentik nyamuk.  “Sekarang sudah hujan, genangan air di tempat-tempat tersembungi rutin dicek. Jangan sampai ada genangan. Selain itu perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih,” jelasnya.

Sementara itu, direktur Rumah Sakit Wates Husada (RSWH), Balongpanggang, dr Titin Ekowati mengatakan, dalam satu minggu ini mulai dari tanggal 12 sampai 17 November 2021, lima pasien dirawat inap di RSWH. Angka itu masih di bawah 2020 yang mencapai 70 pasien.”Sejak Januari sampai November 2021, ada 30 kasus demam berdarah,” kata Titin. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru