alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

UMG Resmikan Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia

GRESIK – Universitas Muhammadiya Gresik (UMG) meresmikan Living Laboratory Maritime yang digadang pertama di Indonesia Jumat pagi (18/6) di dermaga pesona Pakelingan. Dalam peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik Choirul Anam, Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar, Kasatpolair Gresik AKP Poerlaksono, dan warga sekitar beserta mahasiswa UMG.

Dengan adanya Living Laboratory Maritime tersebut, UMG mengajak warga pesisir untuk saling bersinergi mewujudkan SDM yang tinggi terutama dalam bidang maritim dengan produksi kapal sendiri, recovery kapal, Eco Edu Tourism,  Suistanable and Resilience Of Coastal,  dan Clinic boat yang bertujuan memanfaatkan lingkungan pesisir sehingga memiliki nilai guna.

“Kita mengajak warga, mahasiswa, dan tenaga ahli terutama dalam produksi kapal fiber, dimana warga mendapatkan pelatihan magang sedangkan mahasiswa menerapkan ilmu yang didapat dari kampus” terang Ali Yusa, ST.,MT  dosen Teknik Kontruksi Perkapalan UMG.

Dalam peletakan lunas pertama tersebut dimulai produksi kapal fiber dengan ukuran 7 x 2,8 meter. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik Choirul Anam memberikan apresiasi bagi UMG. “ Ini merupakan peran penting dalam menjalankan program Pemerintahan Kabupaten Gresik,  khususnya visi misi Nawa Karsa yang keempat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar. Diakuinya PT Petrokimia sebagai BUMN Menyambut baik UMG untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa dan menggandeng nalayan.

“ Harapannya dengan pelatihan ini bisa menaikkan taraf hidup masyarakat,  karena dg keahlian bisa meningkatkan kapabilitasnya dan bisa lebih berkreasi dan meningkatkan keahliannya sebagai pionir di wilayah pesisir,” imbuhnya.

Kedepannya UMG berencana akan memiliki bengkel apung (Floating Dock) , sehingga akan ada pendampingan secara kontinue kepada warga. Living Laboratory juga akan menerapkan standart jetat mengenai bahan dan kualitas hasil produksi.

Peletakan lunas pertama ini sebagai sinergi bumn, masyarakat, pemerintah,  untuk membangun laboratorium sebagai pusat pelatihan,  pengembangan dan merubah kawasan pesisir menjadi lebih baik. (rir/rof)

GRESIK – Universitas Muhammadiya Gresik (UMG) meresmikan Living Laboratory Maritime yang digadang pertama di Indonesia Jumat pagi (18/6) di dermaga pesona Pakelingan. Dalam peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik Choirul Anam, Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar, Kasatpolair Gresik AKP Poerlaksono, dan warga sekitar beserta mahasiswa UMG.

Dengan adanya Living Laboratory Maritime tersebut, UMG mengajak warga pesisir untuk saling bersinergi mewujudkan SDM yang tinggi terutama dalam bidang maritim dengan produksi kapal sendiri, recovery kapal, Eco Edu Tourism,  Suistanable and Resilience Of Coastal,  dan Clinic boat yang bertujuan memanfaatkan lingkungan pesisir sehingga memiliki nilai guna.

“Kita mengajak warga, mahasiswa, dan tenaga ahli terutama dalam produksi kapal fiber, dimana warga mendapatkan pelatihan magang sedangkan mahasiswa menerapkan ilmu yang didapat dari kampus” terang Ali Yusa, ST.,MT  dosen Teknik Kontruksi Perkapalan UMG.

-

Dalam peletakan lunas pertama tersebut dimulai produksi kapal fiber dengan ukuran 7 x 2,8 meter. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik Choirul Anam memberikan apresiasi bagi UMG. “ Ini merupakan peran penting dalam menjalankan program Pemerintahan Kabupaten Gresik,  khususnya visi misi Nawa Karsa yang keempat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Humas PT Petrokimia Awang Djohar Bachtiar. Diakuinya PT Petrokimia sebagai BUMN Menyambut baik UMG untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa dan menggandeng nalayan.

“ Harapannya dengan pelatihan ini bisa menaikkan taraf hidup masyarakat,  karena dg keahlian bisa meningkatkan kapabilitasnya dan bisa lebih berkreasi dan meningkatkan keahliannya sebagai pionir di wilayah pesisir,” imbuhnya.

Kedepannya UMG berencana akan memiliki bengkel apung (Floating Dock) , sehingga akan ada pendampingan secara kontinue kepada warga. Living Laboratory juga akan menerapkan standart jetat mengenai bahan dan kualitas hasil produksi.

Peletakan lunas pertama ini sebagai sinergi bumn, masyarakat, pemerintah,  untuk membangun laboratorium sebagai pusat pelatihan,  pengembangan dan merubah kawasan pesisir menjadi lebih baik. (rir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/