alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Bongko Kopyor Kuliner Khas Ramadan yang Paling Dicari

GRESIK – Bongko kopyor menjadi kuliner yang paling dicari warga Gresik saat Ramadan tiba. Tiap sore menjelang buka puasa, jajanan tradisional yang dibungkus daun pisang ini selalu menjadi buruan warga yang hendak berbuka puasa.

Kuliner warga pesisir utara Gresik ini mudah ditemui di sentra kuliner pasar ramadan seperti di wilayah Gresik Kota Baru (GKB), Alun-alun Sidayu, Bunderan Dukun, dan titik pusat keramaian di kecamatan.

Penjual bongko kopyor asal Mengare Saiful mengatakan secara umum kuliner bongko kopyor berisi bubur sagu, bubur mutiara, kelapa muda, roti tawar, kolang-kaling, pisang raja dan dicampurkan santan kental. Harganya pun mulai dari Rp 8 ribu.

Salah satu penjual bongko kopyor asal Desa Tajung Widoro, Mengare, Ipul mengatakan, setiap Ramadan ia selalu berjualan kuliner khas ini. Dalam sehari, puluhan bungkus habis terjual.

“Alhamdulillah tadi membawa 40 bungkus bongko kopyor dan 40 bonggolan. Setiap hari jualan, Alhamdulillah selalu habis,” ujarnya, Minggu (18/4).

Saiful mengungkapkan menjual bongko kopyor satu tahun sekali karena, makanan tersebut hanya di produksi pada saat bulan Ramadan warga di desanya sebenarnya banyak yang memproduksi bongko kopyor. Dirinya menmbeli dari produsen kemudian dijual kembali. “Saya ambil dari pembuat dan dijual kembali, kami saat berbuka puasa,” pungkasnya.(yud/rof)

GRESIK – Bongko kopyor menjadi kuliner yang paling dicari warga Gresik saat Ramadan tiba. Tiap sore menjelang buka puasa, jajanan tradisional yang dibungkus daun pisang ini selalu menjadi buruan warga yang hendak berbuka puasa.

Kuliner warga pesisir utara Gresik ini mudah ditemui di sentra kuliner pasar ramadan seperti di wilayah Gresik Kota Baru (GKB), Alun-alun Sidayu, Bunderan Dukun, dan titik pusat keramaian di kecamatan.

Penjual bongko kopyor asal Mengare Saiful mengatakan secara umum kuliner bongko kopyor berisi bubur sagu, bubur mutiara, kelapa muda, roti tawar, kolang-kaling, pisang raja dan dicampurkan santan kental. Harganya pun mulai dari Rp 8 ribu.

-

Salah satu penjual bongko kopyor asal Desa Tajung Widoro, Mengare, Ipul mengatakan, setiap Ramadan ia selalu berjualan kuliner khas ini. Dalam sehari, puluhan bungkus habis terjual.

“Alhamdulillah tadi membawa 40 bungkus bongko kopyor dan 40 bonggolan. Setiap hari jualan, Alhamdulillah selalu habis,” ujarnya, Minggu (18/4).

Saiful mengungkapkan menjual bongko kopyor satu tahun sekali karena, makanan tersebut hanya di produksi pada saat bulan Ramadan warga di desanya sebenarnya banyak yang memproduksi bongko kopyor. Dirinya menmbeli dari produsen kemudian dijual kembali. “Saya ambil dari pembuat dan dijual kembali, kami saat berbuka puasa,” pungkasnya.(yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/