alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Tim Esego PKM KC PENS Gelar Webinar Tingkatkan Mutu Panen Petani

GRESIK – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) menggelar webinar bertajuk Sistem Perawatan Pintar Sebagai Peningkatan Mutu Panen, Selasa (17/11). Kegiatan itu dalam membantu petani Indonesia langkah menuju pertanian 4.0. Kegiatan itu dihadiri 70 peserta baik dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti ITS, UGM Unair, Unej, Univ. Trunojoyo, UPN Jatim, UNS, UII, PNM, UIN Sunan Kalijaga, dan Polbangtan (Malang, Magelang, dan Yogyakarta). Dihadiri pula para praktisi lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dan Dinas Perkebunan Kabupaten Magetan.

Sistem Perawatan Tanam Pintar Serta Praktis Sebagai Peningkatan Mutu Panen merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang beranggotakan Nandia Fitra ‘Abdillah sebagai ketua dan dua anggota yakni Annisa Azizzah dan Wahyu Anggoro Putra.

Dosen pendamping Indra Ferdiansyah, S.ST., MT mengatakan, latar belakang mahasiswa tersebut dalam membuat gagasan ide kreatif mengenai teknologi tersebut diantaranya krisis jumlah petani di Indonesia yang semakin menurun, kebutuhan pangan yang semakin meningkat, dan teknologi pertanian yang tidak efektif dan efisien.

“Produk ini beberapa fitur yang mampu menunjang sistem pertanian di Indonesia dengan efektivitas efektivitas 700 meter persegi,” jelas Ferdiansyah.

Dikatakannya, smart watering system dibagi menjadi dua, yaitu pengairan otomatis dan pengaman bahaya banjir. Metode yang digunakan yaitu dengan mengambil data ketinggian air menggunakan sensor air yang selanjutnya dikirim dan diproses oleh mikrokontroller sebagai pengolah data. Fitur kedua, yaitu penjaga fotosintesis yang berfungsi untuk mengoptimalkan fotosintesis pada tanaman dengan menggunakan sensor cahaya sebagai pengambil data apakah fotosintesis sudah optimal atau tidak. Jika dirasa belum optimal maka mikrokontroller sebagai pengolah data akan memerintahkan lampu growlight untuk membantu fotosintesis. Fitur ketiga, yaitu pH checker yang berfungsi untuk menentukan nilai pH tanah yang digunakan untuk menentukan jenis pupuk yang cocok.  Fitur keempat, yaitu penentuan masa panen dengan menggunakan teknologi image processing yang terhubung dengan modul GSM. Fitur kelima, yaitu pengusiran hama makro dengan menggunakan sensor gerak (PIR) dan buzzer.” Jika ada hama makro yang terdeteksi oleh sensor gerak (PIR) maka akan mengaktifkan buzzer yang sudah diatur pada frekuensi tertentu untuk mengusir hama makro tersebut,” jelasnya.

Antusiasme dari peserta webinar terkait kegiatan sosialisasi teknologi yang dapat membantu sistem pertanian 4.0 dapat terlihat dari pertanyaan dan diskusi yang berlangsung.

Perwakilan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Abdul Alim mengatakan, sistem yang disajikan sangat menarik dan harus segera diterapkan khususnya menyongsong dan mendukung sektor pertanian yang berkembang. Kerena negara yang maju pasti maju pula sistem pertaniannya. Kami berterimakasih kepada Tim Esego atas informasi dan sosialisasi terkait teknologi atau sistem yang dapat membantu pertanian di Indonesia khususnya di Gresik. Sekarang mungkin petani menjadi pekerjaan nomer dua. Namun, dengan adanya sistem perawatan tanam pintar dan praktis ini pasti mampu memotivasi khususnya para pemuda untuk menggeluti pekerjaan petani. Salah satu contoh, di Korea usia maksimal petani adlah 40 tahun. “Semoga setelah ada sosialisasi yang dikemas dalam kegiatan webinar ini dapat menumbuhkan semangat bertani bagi para pemuda sehingga dpat mencontoh sistem pertanian negara maju seperti Korea,” jelasnya. (jar/han)


GRESIK – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) menggelar webinar bertajuk Sistem Perawatan Pintar Sebagai Peningkatan Mutu Panen, Selasa (17/11). Kegiatan itu dalam membantu petani Indonesia langkah menuju pertanian 4.0. Kegiatan itu dihadiri 70 peserta baik dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti ITS, UGM Unair, Unej, Univ. Trunojoyo, UPN Jatim, UNS, UII, PNM, UIN Sunan Kalijaga, dan Polbangtan (Malang, Magelang, dan Yogyakarta). Dihadiri pula para praktisi lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dan Dinas Perkebunan Kabupaten Magetan.

Sistem Perawatan Tanam Pintar Serta Praktis Sebagai Peningkatan Mutu Panen merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang beranggotakan Nandia Fitra ‘Abdillah sebagai ketua dan dua anggota yakni Annisa Azizzah dan Wahyu Anggoro Putra.

Dosen pendamping Indra Ferdiansyah, S.ST., MT mengatakan, latar belakang mahasiswa tersebut dalam membuat gagasan ide kreatif mengenai teknologi tersebut diantaranya krisis jumlah petani di Indonesia yang semakin menurun, kebutuhan pangan yang semakin meningkat, dan teknologi pertanian yang tidak efektif dan efisien.

-

“Produk ini beberapa fitur yang mampu menunjang sistem pertanian di Indonesia dengan efektivitas efektivitas 700 meter persegi,” jelas Ferdiansyah.

Dikatakannya, smart watering system dibagi menjadi dua, yaitu pengairan otomatis dan pengaman bahaya banjir. Metode yang digunakan yaitu dengan mengambil data ketinggian air menggunakan sensor air yang selanjutnya dikirim dan diproses oleh mikrokontroller sebagai pengolah data. Fitur kedua, yaitu penjaga fotosintesis yang berfungsi untuk mengoptimalkan fotosintesis pada tanaman dengan menggunakan sensor cahaya sebagai pengambil data apakah fotosintesis sudah optimal atau tidak. Jika dirasa belum optimal maka mikrokontroller sebagai pengolah data akan memerintahkan lampu growlight untuk membantu fotosintesis. Fitur ketiga, yaitu pH checker yang berfungsi untuk menentukan nilai pH tanah yang digunakan untuk menentukan jenis pupuk yang cocok.  Fitur keempat, yaitu penentuan masa panen dengan menggunakan teknologi image processing yang terhubung dengan modul GSM. Fitur kelima, yaitu pengusiran hama makro dengan menggunakan sensor gerak (PIR) dan buzzer.” Jika ada hama makro yang terdeteksi oleh sensor gerak (PIR) maka akan mengaktifkan buzzer yang sudah diatur pada frekuensi tertentu untuk mengusir hama makro tersebut,” jelasnya.

Antusiasme dari peserta webinar terkait kegiatan sosialisasi teknologi yang dapat membantu sistem pertanian 4.0 dapat terlihat dari pertanyaan dan diskusi yang berlangsung.

Perwakilan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Abdul Alim mengatakan, sistem yang disajikan sangat menarik dan harus segera diterapkan khususnya menyongsong dan mendukung sektor pertanian yang berkembang. Kerena negara yang maju pasti maju pula sistem pertaniannya. Kami berterimakasih kepada Tim Esego atas informasi dan sosialisasi terkait teknologi atau sistem yang dapat membantu pertanian di Indonesia khususnya di Gresik. Sekarang mungkin petani menjadi pekerjaan nomer dua. Namun, dengan adanya sistem perawatan tanam pintar dan praktis ini pasti mampu memotivasi khususnya para pemuda untuk menggeluti pekerjaan petani. Salah satu contoh, di Korea usia maksimal petani adlah 40 tahun. “Semoga setelah ada sosialisasi yang dikemas dalam kegiatan webinar ini dapat menumbuhkan semangat bertani bagi para pemuda sehingga dpat mencontoh sistem pertanian negara maju seperti Korea,” jelasnya. (jar/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru