alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 4 December 2021

Pementasan Tunggal Teater Nusa Tampilkan Naskah Senja Putih

GRESIK – Pementasan tunggal Teater NUSA dengan naskah Senja Putih menjadi jawaban atas kerinduan animo penikmat seni di Gresik. Keadaan ini memang tidak bisa dilepaskan dari kondisi pandemi yang memaksa masyarakat membatasi kegiatan termasuk dalam kegiatan pementasan seni. Pertunjukan teater itu akan dilangsungkan di Ruang Aula Idam Cholid SMANUSA Gresik, Pada 15 – 17 Oktober 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan kapasitas ruangan.

Kepala Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik, Agus Syamsudin mengucapan terimakasih dan apresiasi atas kerja keras Teater NUSA, sehingga mampu merencanakan dan melaksanakan pementasan perdana paskah pandemi. “Mari kita sambut semangat dari teman – teman Teater NUSA ini dengan tetap terus menjaga prokes yang ketat, saya ini tahu persis bagaimana kiprah Teater, bagaimana manfaatnya tetap ada meskipun anggotanya sudah menjadi alumni,”kata Agus.

Lebih lanjut, dalam ruang Aula Idam Khalid SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (SMANUSA) tampil dengan suasana lain. Ruang yang terletak di lantai 3 gedung utama SMANUSA ini disulap layaknya gedung pertunjukan. Suasana gelap langsung menyapa setiap mereka yang hadir. Semua pasang mata langsung tertuju pada panggung pementasan, miniatur rumah sederhana tampak mendominasi di panggung utama. Penonton dan tamu undangan hadir memenuhi ruang dengan tetap menjaga jarak dan protokol kesehatan yang ketat. “Kami berharap untuk Teater NUSA terus  mencoba tampil di event – event yang berskala nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada wali murid yang sudah mendukung dan mengizinkan kegiatan anak – anak dalam bidang minat dan bakat. Insyaallah kami akan menjaga baik kepercayaan tersebut,”terangnya.

Rasanya senang sekali melihat antusias pembelian tiket, kerja keras yang terbayar. Ini apresiasi yang luar biasa, kemarin sudah terjual habis kuota tiket pre order, sekarang teman – teman Teater Nusa menyiapkan tiket on the spot. Pertunjukan kali ini, akan terbagi menjadi empat sesi. Hal ini berkaitan dengan pembatasan penonton karena masih dalam masa PPKM. Jadi Aula yang berkapasitas normal untuk 350 an penonton, kami batasi 100 penonton tiap sesinya.

“Ini tanda jika banyak penikmat seni baik dari kalangan pelajar atau masyarakat umum sudah rindu menyaksikan langsung sebuah pementasan teater,”jelas siswa kelas 12 Bahasa pada sesi latihan di Ruang Aula Idam Cholid SMANUSA. Kegembiraan juga dirasakan oleh Salsabila yang berperan menjadi Ibu dalam pertunjukan Seja Putih, Ia mengaku begitu bersemangat menyiapkan pementasan pertamanya di panggung teater.

“Senang banget sih itu kayak jadi energi juga, pokoknya saya dan teman-teman tidak boleh buat  kecewa penonton, karena mereka sudah antusias beli tiket dan sudah habis. Itu buat kami semua disini. Saya yakin ini energi juga buat kami para pemainnya atau siapa pun yang terlibat dalam produksi untuk memberikan yang terbaik, apalagi ini pentas perdana. Insyaallah lacar karena sudah latihan sejak dua bulan yang lalu,”terangnya

Sementara itu, menurut Dewi Rocmatul merasa gugup karena nantinya akan banyak pasang mata yang menonton aktingnya. “Deg- degannya bedah banget dengan pementasan-pementasan sebelumnya. Apalagi selama pandemi ini saya masih sering petas tapi secara daring dan hampir setahun tidak pentas secara langsung. Besok saya harus totalitas.

“Kayaknya produsernya (harap – harap cemas). Di sini deg-degan-nya karena sudah banyak yang beli (tiket), terus nanti bisa bagus nggak ya (tampilnya). Gitu. Bisa memenuhi ekspektasi orang enggak ya. Kayak gitu,”ungkap Dewi.

Pertunjukan teater tunggal dengan Judul Senja Putih akan dimainkan oleh Salsabila Amelia dan Dewi Rochmatul. Pemimpin Produksi Az Zahra, Penata Panggung M. Afandy Syafrudin, Penata Cahaya Salsabila, Penata Rias Alfiani Diana, Penata Busana Nur Arin Ramadhani dan disutradarai Khurun’in.  (jar/han)


GRESIK – Pementasan tunggal Teater NUSA dengan naskah Senja Putih menjadi jawaban atas kerinduan animo penikmat seni di Gresik. Keadaan ini memang tidak bisa dilepaskan dari kondisi pandemi yang memaksa masyarakat membatasi kegiatan termasuk dalam kegiatan pementasan seni. Pertunjukan teater itu akan dilangsungkan di Ruang Aula Idam Cholid SMANUSA Gresik, Pada 15 – 17 Oktober 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan kapasitas ruangan.

Kepala Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik, Agus Syamsudin mengucapan terimakasih dan apresiasi atas kerja keras Teater NUSA, sehingga mampu merencanakan dan melaksanakan pementasan perdana paskah pandemi. “Mari kita sambut semangat dari teman – teman Teater NUSA ini dengan tetap terus menjaga prokes yang ketat, saya ini tahu persis bagaimana kiprah Teater, bagaimana manfaatnya tetap ada meskipun anggotanya sudah menjadi alumni,”kata Agus.

Lebih lanjut, dalam ruang Aula Idam Khalid SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (SMANUSA) tampil dengan suasana lain. Ruang yang terletak di lantai 3 gedung utama SMANUSA ini disulap layaknya gedung pertunjukan. Suasana gelap langsung menyapa setiap mereka yang hadir. Semua pasang mata langsung tertuju pada panggung pementasan, miniatur rumah sederhana tampak mendominasi di panggung utama. Penonton dan tamu undangan hadir memenuhi ruang dengan tetap menjaga jarak dan protokol kesehatan yang ketat. “Kami berharap untuk Teater NUSA terus  mencoba tampil di event – event yang berskala nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada wali murid yang sudah mendukung dan mengizinkan kegiatan anak – anak dalam bidang minat dan bakat. Insyaallah kami akan menjaga baik kepercayaan tersebut,”terangnya.

-

Rasanya senang sekali melihat antusias pembelian tiket, kerja keras yang terbayar. Ini apresiasi yang luar biasa, kemarin sudah terjual habis kuota tiket pre order, sekarang teman – teman Teater Nusa menyiapkan tiket on the spot. Pertunjukan kali ini, akan terbagi menjadi empat sesi. Hal ini berkaitan dengan pembatasan penonton karena masih dalam masa PPKM. Jadi Aula yang berkapasitas normal untuk 350 an penonton, kami batasi 100 penonton tiap sesinya.

“Ini tanda jika banyak penikmat seni baik dari kalangan pelajar atau masyarakat umum sudah rindu menyaksikan langsung sebuah pementasan teater,”jelas siswa kelas 12 Bahasa pada sesi latihan di Ruang Aula Idam Cholid SMANUSA. Kegembiraan juga dirasakan oleh Salsabila yang berperan menjadi Ibu dalam pertunjukan Seja Putih, Ia mengaku begitu bersemangat menyiapkan pementasan pertamanya di panggung teater.

“Senang banget sih itu kayak jadi energi juga, pokoknya saya dan teman-teman tidak boleh buat  kecewa penonton, karena mereka sudah antusias beli tiket dan sudah habis. Itu buat kami semua disini. Saya yakin ini energi juga buat kami para pemainnya atau siapa pun yang terlibat dalam produksi untuk memberikan yang terbaik, apalagi ini pentas perdana. Insyaallah lacar karena sudah latihan sejak dua bulan yang lalu,”terangnya

Sementara itu, menurut Dewi Rocmatul merasa gugup karena nantinya akan banyak pasang mata yang menonton aktingnya. “Deg- degannya bedah banget dengan pementasan-pementasan sebelumnya. Apalagi selama pandemi ini saya masih sering petas tapi secara daring dan hampir setahun tidak pentas secara langsung. Besok saya harus totalitas.

“Kayaknya produsernya (harap – harap cemas). Di sini deg-degan-nya karena sudah banyak yang beli (tiket), terus nanti bisa bagus nggak ya (tampilnya). Gitu. Bisa memenuhi ekspektasi orang enggak ya. Kayak gitu,”ungkap Dewi.

Pertunjukan teater tunggal dengan Judul Senja Putih akan dimainkan oleh Salsabila Amelia dan Dewi Rochmatul. Pemimpin Produksi Az Zahra, Penata Panggung M. Afandy Syafrudin, Penata Cahaya Salsabila, Penata Rias Alfiani Diana, Penata Busana Nur Arin Ramadhani dan disutradarai Khurun’in.  (jar/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru