alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Inovasi Siswa SMP, Temukan Energi Listrik dari Limbah Tempe

GRESIK – Meski di musim pandemi Covid-19, tidak menyurutkan Citra Nur Ma’rifah ,14,dan Rizkya Ramadhani ,14,dua siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Trate untuk berkarya. Mereka berdua berhasil menemukan adanya arus listrik dari limbah pembuatan tempe yang berasal dari fermentasi kedelai.

Setelah melakukan riset selama Bulan Juli hingga November 2021 kemarin, kedua siswi tersebut berhasil menemukan adanya energi terbarukan berupa arus listrik dari limbah pembuatan tempe, yang selama ini tidak pernah dibayangkan oleh banyak orang dan kerap dibuang begitu saja usai proses produksi. “Ide awal itu muncul, setelah kami melihat banyak industri pembuatan tempe di sekitar rumah dan sekolah, yang biasa membuang limbah tempe itu begitu saja,” ujarnya.

Limbah pembuatan tempe lantas diolah melalui beberapa langkah, salah satunya dengan mencampurkan air. Untuk 300 mililiter limbah pembuatan tempe, dicampurkan air sekitar 1 liter, guna mendapatkan listrik bertegangan 3,42 volt dengan arus 13,50 miliampere.

Dari uji coba yang dilakukan kedua siswi tersebut, mampu menghidupkan lampu LED sekitar 3 jam. Oleh Citra dan Rizkya, temuan ini kemudian dinamakan Biobaterai, kendati mereka menyadari bila temuan ini masih membutuhkan beberapa penyempurnaan agar dapat sesuai harapan. “Selain kabel sebagai penghantar, kami juga gunakan lempengan besi dan tembaga yang berfungsi sebagai elektroda positif dan negatif,” ucap dia.

Sementara Faiq Rofiqi selaku guru pembimbing kedua siswi tersebut mengaku, cukup bangga dengan apa yang dilakukan oleh anak didiknya. Terlebih, hasil inovasi tersebut sempat dikukuhkan menjadi juara pertama dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan beberapa waktu lalu.

“Kami cukup mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para siswa. Pihak sekolah juga sangat mendukung riset yang dilakukan para siswa, mulai dari penyediaan sarana maupun prasarana pendukung,” kata Faiq.

Hasil inovasi kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti yang lebih mumpuni, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas bagi keperluan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memberikan energi terbarukan pada dunia pembangkit listrik.

“Kami juga berharap, penemuan kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti lain jika limbah tempe dapat menghasilkan listrik, supaya dapat menghasilkan energi terbarukan dan tidak sekedar mengandalkan sumber daya alam yang kian menipis jumlahnya,” pungkasnya. (yud)

GRESIK – Meski di musim pandemi Covid-19, tidak menyurutkan Citra Nur Ma’rifah ,14,dan Rizkya Ramadhani ,14,dua siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Trate untuk berkarya. Mereka berdua berhasil menemukan adanya arus listrik dari limbah pembuatan tempe yang berasal dari fermentasi kedelai.

Setelah melakukan riset selama Bulan Juli hingga November 2021 kemarin, kedua siswi tersebut berhasil menemukan adanya energi terbarukan berupa arus listrik dari limbah pembuatan tempe, yang selama ini tidak pernah dibayangkan oleh banyak orang dan kerap dibuang begitu saja usai proses produksi. “Ide awal itu muncul, setelah kami melihat banyak industri pembuatan tempe di sekitar rumah dan sekolah, yang biasa membuang limbah tempe itu begitu saja,” ujarnya.

Limbah pembuatan tempe lantas diolah melalui beberapa langkah, salah satunya dengan mencampurkan air. Untuk 300 mililiter limbah pembuatan tempe, dicampurkan air sekitar 1 liter, guna mendapatkan listrik bertegangan 3,42 volt dengan arus 13,50 miliampere.

-

Dari uji coba yang dilakukan kedua siswi tersebut, mampu menghidupkan lampu LED sekitar 3 jam. Oleh Citra dan Rizkya, temuan ini kemudian dinamakan Biobaterai, kendati mereka menyadari bila temuan ini masih membutuhkan beberapa penyempurnaan agar dapat sesuai harapan. “Selain kabel sebagai penghantar, kami juga gunakan lempengan besi dan tembaga yang berfungsi sebagai elektroda positif dan negatif,” ucap dia.

Sementara Faiq Rofiqi selaku guru pembimbing kedua siswi tersebut mengaku, cukup bangga dengan apa yang dilakukan oleh anak didiknya. Terlebih, hasil inovasi tersebut sempat dikukuhkan menjadi juara pertama dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan beberapa waktu lalu.

“Kami cukup mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para siswa. Pihak sekolah juga sangat mendukung riset yang dilakukan para siswa, mulai dari penyediaan sarana maupun prasarana pendukung,” kata Faiq.

Hasil inovasi kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti yang lebih mumpuni, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas bagi keperluan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memberikan energi terbarukan pada dunia pembangkit listrik.

“Kami juga berharap, penemuan kedua siswi ini dapat dilanjutkan oleh para peneliti lain jika limbah tempe dapat menghasilkan listrik, supaya dapat menghasilkan energi terbarukan dan tidak sekedar mengandalkan sumber daya alam yang kian menipis jumlahnya,” pungkasnya. (yud)

Most Read

Berita Terbaru

/