alexametrics
27C
Gresik
Wednesday, 24 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Demi Ciptakan Bonsai yang Indah, PPBI Cabang Gresik Bikin Sekolah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Komunitas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gresik menggelar Gresik Bonsai School Center. Kegiatan itu merupakan rangkaian program PPBI pusat dalam meningkatkan pengetahuan cara membonsai dan mengajak masyarakat hidup sehat dengan suasana hijau.

Kegiatan ini sudah berjalan dari akhir Januari hingga April 2021. Materi yang disampaikannya apresiasi bonsai dan selanjutnya kontes bonsai. Penyelenggara Gresik Bonsai School Center, Dedi Kurniawan mengatakan, Gresik tidak hanya terkenal dengan kota industri, namun juga kota hijau dengan bonsai. “Kami berharap dengan adanya sekolah bonsai untuk mengenalkan kota Gresik bukan hanya terkenal kota industri tapi juga dengan kota hijau atau bonsai,”kata dia di warung godhong gedhang Kedanyang Kecamatan Kebomas Gresik, (14/2). Diharapkan para peserta bisa menerapkan ilmu membonsai dan mengikuti kontes bonsai nasional di Gresik. “Total ada 26 siswa dari Jawa Timur (Jatim) seperti Gresik, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, Madiun dan Surabaya,” kata Dedi.

Pelatih pembuatan bonsai Gresik, Purnomo menjelaskan, membuat bonsai tidak cukup dengan 1 tahun tapi membutuhkan waktu empat hingga tahun. “Membuat bonsai bukan hanya seni tapi harus mengetahui perawatan, cara penyiraman, karakteristik dan lain sebagainya. Bahan bonsai yang dibutuhkan serut, ficus ampelas,ficus beringin, asem Jawa, mustam, sisir, pilang, arabika dan lain sebagainya. Bentuk bonsai mulai dari gaya natural, gaya seliting, gaya bunjin, gaya keskit ( terjun), gaya berumpun, panorama yang di batu dan lain – lain. Para peserta akan mendapatkan sertifikat dan bisa menjadi juri bonsai kontes bonsai nantinya. “Sekolah bonsai diharapkan menciptakan bonsai yang handal dan salah satu syarat menjadi juri dari sekolah ini,”tambahnya.

Sementara instruktur PPBI Pusat Deny Najoan mengaku, kegiatan sekolah itu untuk membantu cabang – cabang PPBI di wilayah atau kabupaten lebih maju lagi. Dari pendidikan bonsai diharapkan bisa berkembang lagi. “Harapan semakin banyak masyarakat yang suka bonsai dan dunia makin menggandrungi,”tutup dia. Pihaknya berpesan kalau orang bodoh tidak bisa membuat bonsai maksudnya karena bonsai dibutuhkan intelektual, seni dan imajinasi dalam membuat bonsai. (*/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Komunitas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gresik menggelar Gresik Bonsai School Center. Kegiatan itu merupakan rangkaian program PPBI pusat dalam meningkatkan pengetahuan cara membonsai dan mengajak masyarakat hidup sehat dengan suasana hijau.

Kegiatan ini sudah berjalan dari akhir Januari hingga April 2021. Materi yang disampaikannya apresiasi bonsai dan selanjutnya kontes bonsai. Penyelenggara Gresik Bonsai School Center, Dedi Kurniawan mengatakan, Gresik tidak hanya terkenal dengan kota industri, namun juga kota hijau dengan bonsai. “Kami berharap dengan adanya sekolah bonsai untuk mengenalkan kota Gresik bukan hanya terkenal kota industri tapi juga dengan kota hijau atau bonsai,”kata dia di warung godhong gedhang Kedanyang Kecamatan Kebomas Gresik, (14/2). Diharapkan para peserta bisa menerapkan ilmu membonsai dan mengikuti kontes bonsai nasional di Gresik. “Total ada 26 siswa dari Jawa Timur (Jatim) seperti Gresik, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, Madiun dan Surabaya,” kata Dedi.

Pelatih pembuatan bonsai Gresik, Purnomo menjelaskan, membuat bonsai tidak cukup dengan 1 tahun tapi membutuhkan waktu empat hingga tahun. “Membuat bonsai bukan hanya seni tapi harus mengetahui perawatan, cara penyiraman, karakteristik dan lain sebagainya. Bahan bonsai yang dibutuhkan serut, ficus ampelas,ficus beringin, asem Jawa, mustam, sisir, pilang, arabika dan lain sebagainya. Bentuk bonsai mulai dari gaya natural, gaya seliting, gaya bunjin, gaya keskit ( terjun), gaya berumpun, panorama yang di batu dan lain – lain. Para peserta akan mendapatkan sertifikat dan bisa menjadi juri bonsai kontes bonsai nantinya. “Sekolah bonsai diharapkan menciptakan bonsai yang handal dan salah satu syarat menjadi juri dari sekolah ini,”tambahnya.

Mobile_AP_Half Page

Sementara instruktur PPBI Pusat Deny Najoan mengaku, kegiatan sekolah itu untuk membantu cabang – cabang PPBI di wilayah atau kabupaten lebih maju lagi. Dari pendidikan bonsai diharapkan bisa berkembang lagi. “Harapan semakin banyak masyarakat yang suka bonsai dan dunia makin menggandrungi,”tutup dia. Pihaknya berpesan kalau orang bodoh tidak bisa membuat bonsai maksudnya karena bonsai dibutuhkan intelektual, seni dan imajinasi dalam membuat bonsai. (*/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru