26 C
Gresik
Saturday, 26 November 2022

Warga Gunungsari Jadikan Lahan Kosong Sebagai Kebun dan Budidaya Lele

GRESIK – Di Kabupaten Gresik banyak lahan liar.  Ironisnya, lahan liar tersebut justru jadi tempat pembuangan sampah. Namun, kondisi itu sudah tidak terlihat di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas. Sejak Juli 2022 lahan tersebut dijadikan sebagai tempat berkebun dan budidaya ikan lele. Sejak saat itu, jumlah lahan liar mulai berkurang, salah satunya berada di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Para ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Wandarling (Wanita Sadar Lingkungan) akhirnya menyulap pekarangan sampah menjadi tempat indah dan segar. Terdapat berbagai tanaman mulai dari cabai, tomat, terong, pakcoy, dan lain sebagainya. Bahkan, di lahan itu pula terdapat budidamber (budidaya dalam ember) ikan lele. Air kotoran lele dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair pada tanaman.

Pembina Bank Sampah GEMES Siti Fitriyah  mengatakan, selain pengembangan dalam bidang tanaman dan budidaya ikan, disini juga terdapat pengumpulan sampah organik (sampah bahan dapur). Sampah yang sudah terkumpul kemudian digiling dan ditaruh wadah khusus yang sudah terisi maggot (larva dari lalat tentara hitam). “10.000 larva atau sekitar 1 kg larva dalam waktu 24 jam mampu mengurai sampah organik sebanyak 1 Kg. Kotoran dari maggot tersebut bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di pekarangan,” kata Fitriah.

GRESIK – Di Kabupaten Gresik banyak lahan liar.  Ironisnya, lahan liar tersebut justru jadi tempat pembuangan sampah. Namun, kondisi itu sudah tidak terlihat di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas. Sejak Juli 2022 lahan tersebut dijadikan sebagai tempat berkebun dan budidaya ikan lele. Sejak saat itu, jumlah lahan liar mulai berkurang, salah satunya berada di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Para ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Wandarling (Wanita Sadar Lingkungan) akhirnya menyulap pekarangan sampah menjadi tempat indah dan segar. Terdapat berbagai tanaman mulai dari cabai, tomat, terong, pakcoy, dan lain sebagainya. Bahkan, di lahan itu pula terdapat budidamber (budidaya dalam ember) ikan lele. Air kotoran lele dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair pada tanaman.

Pembina Bank Sampah GEMES Siti Fitriyah  mengatakan, selain pengembangan dalam bidang tanaman dan budidaya ikan, disini juga terdapat pengumpulan sampah organik (sampah bahan dapur). Sampah yang sudah terkumpul kemudian digiling dan ditaruh wadah khusus yang sudah terisi maggot (larva dari lalat tentara hitam). “10.000 larva atau sekitar 1 kg larva dalam waktu 24 jam mampu mengurai sampah organik sebanyak 1 Kg. Kotoran dari maggot tersebut bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di pekarangan,” kata Fitriah.

Most Read

Berita Terbaru

/