alexametrics
30 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Rayakan HUT ke-3 , GNI Gelar Syukuran dan Bagikan 100 Nasi Bungkus

GRESIK – Komunitas Gresik Numismatik (GNI) Kabupaten Gresik merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 3 tahun, kemarin. Perayaan dilakukan dengan menggelar syukuran dan bagi-bagi ratusan nasi bungkus kepada warga tidak mampu di sekitar di Jalan Perumahan GKB.

KETUA GNI Gresik, Alfi Khamdan mengatakan, untuk perayaan  HUT ke-3 tahun memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin bagi takjil dan buka puasa tapi kalau tahun 2020 melakukan pemotongan tumpeng dan baksos ke kaum duafa di sekitar Jalan Perumahan GKB Gresik.

“Sebenarnya HUT jatuh pada 28 Agustus lalu. Tapi berhubung masih ada pandemi covid-19, jadi baru dilaksanakan 13,”kata Alfi.

Dalam perayaan ini, anggota komunitas tidak hanya berkumpul saja. Tetapi juga membahas sejumlah hal. Salah satunya, terkait permintaan anggota yang ingin memiliki uang khusus Rp 75 ribu. “Banyak hal yang kami bahas. Yang pada intinya memang untuk merekatkan komunitas,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana HUT Nurul Abdullah. Dirinya mengaku, walaupun ekonomi seperti ini tetap persaudaraan dan kalangan menengah ke atas dianggap saudara semua. “Kami berharap tetap seduluran sak lawase dan meski ekonomi seperti ini tidak harus menyerah dan tetap solid,” jelas Nurul. (jar/rof)

 


GRESIK – Komunitas Gresik Numismatik (GNI) Kabupaten Gresik merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 3 tahun, kemarin. Perayaan dilakukan dengan menggelar syukuran dan bagi-bagi ratusan nasi bungkus kepada warga tidak mampu di sekitar di Jalan Perumahan GKB.

KETUA GNI Gresik, Alfi Khamdan mengatakan, untuk perayaan  HUT ke-3 tahun memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin bagi takjil dan buka puasa tapi kalau tahun 2020 melakukan pemotongan tumpeng dan baksos ke kaum duafa di sekitar Jalan Perumahan GKB Gresik.

“Sebenarnya HUT jatuh pada 28 Agustus lalu. Tapi berhubung masih ada pandemi covid-19, jadi baru dilaksanakan 13,”kata Alfi.

-

Dalam perayaan ini, anggota komunitas tidak hanya berkumpul saja. Tetapi juga membahas sejumlah hal. Salah satunya, terkait permintaan anggota yang ingin memiliki uang khusus Rp 75 ribu. “Banyak hal yang kami bahas. Yang pada intinya memang untuk merekatkan komunitas,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana HUT Nurul Abdullah. Dirinya mengaku, walaupun ekonomi seperti ini tetap persaudaraan dan kalangan menengah ke atas dianggap saudara semua. “Kami berharap tetap seduluran sak lawase dan meski ekonomi seperti ini tidak harus menyerah dan tetap solid,” jelas Nurul. (jar/rof)

 


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru