alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Komunitas di Gresik Bantu Oksigen Warga Isoman

GRESIK –  Kelangkaan oksigen belakangan ini membuat sejumlah komunitas di Gresik bergerak untuk melakukan aksi sosial. Mereka memberikan pinjaman tabung oksigen pada pasien yang tengah melakukan isolasi mendiri (isoman).

Founder Panceng Kita, Didik Sihabul Milla menuturkan, sedikitnya ada 10 warga di Kecamatan Panceng rutin dioksigen.

“Rumah sakit penuh sehingga banyak warga harus di rumah. Karena ketebatasan tabung oksigen, kita hanya bisa bantu 10 yang isoman dalam kondisi butuh oksigen,” katanya, Minggu (11/7)

Hingga saat ini, lanjut Didik terhitung sudah ratusan tabung oksigen yang disalurkan. Karena hanya memiliki 10 tabung, maka dirinya harus mengisi sehari sekali.

Dikatakan dia, memang dalam penanganan pandemi semua orang harus berkolaborasi. Saat ini, tenaga kesehatan sudah berusaha maksimal. Maka, masyarakat juga harus saling membantu.

“Kami terkendala regulator oksigen karena banyaknya warga yang sesak nafas. Ratusan oksigen sudah kami suplai ke warga. Dengan keadaan seperti ini warga yang sesak nafas semakin banyak,” ungkapnya.

Sejak sebelum pandemi, lembaganya sering menyalurkan bantuan para dermawan kepada warga yang membutuhkan akses kesehatan. Mulai dari perawatan serta akomodasi disediakan.

Bahkan, lanjut Didik tak jarang dia melakukan pengumpulan dana kemudian membedah rumah warga prasejahtera serta membantu para anak yatim piatu.

“Kami memang fokus ke sosial. Selagi kita bisa bermanfaat bagi orang lain akan terus kami gelorakan. Semoga bermanfaat,” pungkasnya. (fir/rof)


GRESIK –  Kelangkaan oksigen belakangan ini membuat sejumlah komunitas di Gresik bergerak untuk melakukan aksi sosial. Mereka memberikan pinjaman tabung oksigen pada pasien yang tengah melakukan isolasi mendiri (isoman).

Founder Panceng Kita, Didik Sihabul Milla menuturkan, sedikitnya ada 10 warga di Kecamatan Panceng rutin dioksigen.

“Rumah sakit penuh sehingga banyak warga harus di rumah. Karena ketebatasan tabung oksigen, kita hanya bisa bantu 10 yang isoman dalam kondisi butuh oksigen,” katanya, Minggu (11/7)

Hingga saat ini, lanjut Didik terhitung sudah ratusan tabung oksigen yang disalurkan. Karena hanya memiliki 10 tabung, maka dirinya harus mengisi sehari sekali.

-

Dikatakan dia, memang dalam penanganan pandemi semua orang harus berkolaborasi. Saat ini, tenaga kesehatan sudah berusaha maksimal. Maka, masyarakat juga harus saling membantu.

“Kami terkendala regulator oksigen karena banyaknya warga yang sesak nafas. Ratusan oksigen sudah kami suplai ke warga. Dengan keadaan seperti ini warga yang sesak nafas semakin banyak,” ungkapnya.

Sejak sebelum pandemi, lembaganya sering menyalurkan bantuan para dermawan kepada warga yang membutuhkan akses kesehatan. Mulai dari perawatan serta akomodasi disediakan.

Bahkan, lanjut Didik tak jarang dia melakukan pengumpulan dana kemudian membedah rumah warga prasejahtera serta membantu para anak yatim piatu.

“Kami memang fokus ke sosial. Selagi kita bisa bermanfaat bagi orang lain akan terus kami gelorakan. Semoga bermanfaat,” pungkasnya. (fir/rof)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru