alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Komunitas Free Fly Bebaskan Burung Ratusan Juta Ke Alam Liar

GRESIK – Komunitas Free Fly di Gresik menerbangkan koleksi burung peliharaan seharga ratusan juta rupiah di alam bebas. Burung yang memiliki nilai fantastis itu terbang bebas di langit Kabupaten Gresik secara bersamaan.

Burung paruh bengkok itu jika dilihat memiliki kecantikan pada bulunya. Tumbuh dengan perpaduan warna yang  elok menjadikan burung paruh bengkok terlihat elegan. Ukuran tubuh yang beragam, mulai dari kecil, sedang hingga besar.

Burung tersebut diterbangkan secara bersamaan di atas ketinggian Bukit Telogo Dowo, Kecamatan Kebomas, Gresik menghiasi langit pada Minggu, (10/1) pagi.

Suara burung, peluit hingga pemilik burung terdengar di sebuah tanah lapang di atas bukit itu.

Mereka mengamati burung peliharaan miliknya terbang menikmati alam bebas dengan pemandangan hijau. Di atas bukit terlihat kantor Pemkab Gresik, mall hingga kawasan industry yang terhampar.

Anggota Free Fly Community Gresik (FFCG) Kaslan mengaku rutin menerbangkan burung paruh bengkok berharga mahal ini. Ada tiga jenis burung yang mereka bawa mulai dari small parrot, medium parrot dan large parrtot. Small parrot seperti burung betet, sun conure, burung scarlet macaw yang memiliki bulu warna merah, biru dan kuning juga ikut terbang. Burung lainnya yakni greenwing macaw, harlequin macaw dan masih banyak lagi.

Kencangnya hembusan angin di atas puncak Bukit Telogo Dowo begitu tidak menyurutkan keberanian para pemilik untuk melepas burung kesayangannya. Nyatanya burung-burung dengan harga fantastis ini berterbangan bebas dengan begitu indah.

Bermain Free Fly dengan burung berharga mahal tentunya bukan tanpa risiko. Risiko tersebut adalah burung yang mereka lepas tidak kembali lagi. “Kalau menerbangkan rasa plong sudah. Kalau berani menerbangkan burung berarti kita sudah ikhlas, kalua burungnya kembali ya itu sudah rezeki,” tuturnya. Beberapa hal harus diperhatikan saat mencoba free fly, si paruh bengkok harus memilki keyakinan yang tertanam pada diri si pemilik.  “Kami kasih terapi makan, kalau burung lapar pasti cari kita. Nanti ada kebiasaan, kemudian sampai ditahapan free fly,” terangnya.

Anggota FFCG lainnya, Jhonis Wahyu mengaku burung adalah hewan yang memiliki kecerdasaan. Ibarat anak berusia 3 tahun, burung bisa dilatih asalkan telaten, kemanapun pergi pasti akan kembali. (fir/han)

GRESIK – Komunitas Free Fly di Gresik menerbangkan koleksi burung peliharaan seharga ratusan juta rupiah di alam bebas. Burung yang memiliki nilai fantastis itu terbang bebas di langit Kabupaten Gresik secara bersamaan.

Burung paruh bengkok itu jika dilihat memiliki kecantikan pada bulunya. Tumbuh dengan perpaduan warna yang  elok menjadikan burung paruh bengkok terlihat elegan. Ukuran tubuh yang beragam, mulai dari kecil, sedang hingga besar.

Burung tersebut diterbangkan secara bersamaan di atas ketinggian Bukit Telogo Dowo, Kecamatan Kebomas, Gresik menghiasi langit pada Minggu, (10/1) pagi.

-

Suara burung, peluit hingga pemilik burung terdengar di sebuah tanah lapang di atas bukit itu.

Mereka mengamati burung peliharaan miliknya terbang menikmati alam bebas dengan pemandangan hijau. Di atas bukit terlihat kantor Pemkab Gresik, mall hingga kawasan industry yang terhampar.

Anggota Free Fly Community Gresik (FFCG) Kaslan mengaku rutin menerbangkan burung paruh bengkok berharga mahal ini. Ada tiga jenis burung yang mereka bawa mulai dari small parrot, medium parrot dan large parrtot. Small parrot seperti burung betet, sun conure, burung scarlet macaw yang memiliki bulu warna merah, biru dan kuning juga ikut terbang. Burung lainnya yakni greenwing macaw, harlequin macaw dan masih banyak lagi.

Kencangnya hembusan angin di atas puncak Bukit Telogo Dowo begitu tidak menyurutkan keberanian para pemilik untuk melepas burung kesayangannya. Nyatanya burung-burung dengan harga fantastis ini berterbangan bebas dengan begitu indah.

Bermain Free Fly dengan burung berharga mahal tentunya bukan tanpa risiko. Risiko tersebut adalah burung yang mereka lepas tidak kembali lagi. “Kalau menerbangkan rasa plong sudah. Kalau berani menerbangkan burung berarti kita sudah ikhlas, kalua burungnya kembali ya itu sudah rezeki,” tuturnya. Beberapa hal harus diperhatikan saat mencoba free fly, si paruh bengkok harus memilki keyakinan yang tertanam pada diri si pemilik.  “Kami kasih terapi makan, kalau burung lapar pasti cari kita. Nanti ada kebiasaan, kemudian sampai ditahapan free fly,” terangnya.

Anggota FFCG lainnya, Jhonis Wahyu mengaku burung adalah hewan yang memiliki kecerdasaan. Ibarat anak berusia 3 tahun, burung bisa dilatih asalkan telaten, kemanapun pergi pasti akan kembali. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/