alexametrics
23 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

Fatinatus Salimah Jadi Peserta Lomba Hafidz Cilik Indonesia 2020

GRESIK – Tak sedikit figur berkebutuhan khusus berprestasi dan menginspirasi meski memiliki keterbatasan. Fatinatus Salimah, 6, salah satunya. Siswi SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik itu berhasil menjadi peserta lomba Hafidz Cilik Indonesia 2020.

“Awalnya saya hanya mencoba mengikuti lomba di tingkat desa, alhamdulillah setelah itu berhasil juara dan dikirim ke tingkat nasional lomba Hafidz Cilik Indonesia 2020,”kata Fatin. Bagi dia, waktunya selama ini hanya menghapal Alquran. Ia pun mulai mengaji sejak usia 3,5 tahun. Kala itu, sang ibulah, Faidatul hidayah

yang menemaninya mengajai dengan metode braille. Sampai akhirnya, Fatin sering mengikuti lomba sejak sekolah TK di TK Yabunayya.

Ibunda Fatin, Faidatul berharap, Fatin tetap semangat untuk membaca Alquran. “Dalam keterbatasannya, saya berharap ia tetap semangat belajarnya. Saya minta doa dan dukungan warga Gresik supaya anak saya bisa meraih impiannya menjadi hafidzah nasional dan internasional,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SLB AB Kemala Bhayangkari 2 GRESIK, Dede Idawati mengaku bangga dengan ikut sertanya Fatin dalam lomba hafidz cilik Indonesia. Hal itu menjadi bukti bahwa anak berkebutuhan khusus bisa sejajar dengan anak -anak umumnya dalam belajar. “Dengan ini, kaami berharap orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus jangan berkecil hati. Sekolah adalah tempat dimana setiap anak bisa belajar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa,” katanya. (jar/han)

GRESIK – Tak sedikit figur berkebutuhan khusus berprestasi dan menginspirasi meski memiliki keterbatasan. Fatinatus Salimah, 6, salah satunya. Siswi SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik itu berhasil menjadi peserta lomba Hafidz Cilik Indonesia 2020.

“Awalnya saya hanya mencoba mengikuti lomba di tingkat desa, alhamdulillah setelah itu berhasil juara dan dikirim ke tingkat nasional lomba Hafidz Cilik Indonesia 2020,”kata Fatin. Bagi dia, waktunya selama ini hanya menghapal Alquran. Ia pun mulai mengaji sejak usia 3,5 tahun. Kala itu, sang ibulah, Faidatul hidayah

yang menemaninya mengajai dengan metode braille. Sampai akhirnya, Fatin sering mengikuti lomba sejak sekolah TK di TK Yabunayya.

-

Ibunda Fatin, Faidatul berharap, Fatin tetap semangat untuk membaca Alquran. “Dalam keterbatasannya, saya berharap ia tetap semangat belajarnya. Saya minta doa dan dukungan warga Gresik supaya anak saya bisa meraih impiannya menjadi hafidzah nasional dan internasional,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SLB AB Kemala Bhayangkari 2 GRESIK, Dede Idawati mengaku bangga dengan ikut sertanya Fatin dalam lomba hafidz cilik Indonesia. Hal itu menjadi bukti bahwa anak berkebutuhan khusus bisa sejajar dengan anak -anak umumnya dalam belajar. “Dengan ini, kaami berharap orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus jangan berkecil hati. Sekolah adalah tempat dimana setiap anak bisa belajar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa,” katanya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/