alexametrics
23 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Ulang Tahun Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung

GRESIK – Hari Jadi Kota Gresik yang ke-534 yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional pada tanggal 9 Maret 2021, menjadi spesial dimata kelompok musikalisasi puisi Onomastika yang usianya menginjak 3 tahun ini. Mereka merilis lagu terbaru berjudul Damar Kurung dalam bentuk video lirik di youtube onomastika musik, 9/3. Video lirik ini dibuat bersama komunitas film pendek, Gresik Movie, di Bale Keling Lumpur, Gresik.

Onomastika sendiri mengadaptasi gagasan lukisan damar kurung karya maestronya, Almh. Masmundari, yang berisi ilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi. Dimana menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik, disertai kegiatan anak-anak mengaji. Juga budaya padusan tradisi penyucian diri masyarakat Jawa jelang Ramadhan yang bagi masyarakat Gresik, istilah padusan lebih dikenal sebagai tradisi berziarah dan membersihkan makam leluhur, keluarga, sanak famili ataupun kerabat dekat, yang dilakukan ketika menuju Ramadhan dan menyambut lebaran.

Bagi para personil Onomastika, mereka merasa perlu membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Onomastika memilih menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya. Hal tersebut tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. “Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan.” ujar Bambang Setiawan, gitaris Onomastika.

Sesuai semangat yang diusung Onomastika, Mereka percaya Tugas mereka adalah memberi suara pada kota gresik yang mulai kehilangan irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama. “Semoga lagu damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua, dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan,” imbuh Bambang Setiawan. (rir/han)

GRESIK – Hari Jadi Kota Gresik yang ke-534 yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional pada tanggal 9 Maret 2021, menjadi spesial dimata kelompok musikalisasi puisi Onomastika yang usianya menginjak 3 tahun ini. Mereka merilis lagu terbaru berjudul Damar Kurung dalam bentuk video lirik di youtube onomastika musik, 9/3. Video lirik ini dibuat bersama komunitas film pendek, Gresik Movie, di Bale Keling Lumpur, Gresik.

Onomastika sendiri mengadaptasi gagasan lukisan damar kurung karya maestronya, Almh. Masmundari, yang berisi ilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi. Dimana menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik, disertai kegiatan anak-anak mengaji. Juga budaya padusan tradisi penyucian diri masyarakat Jawa jelang Ramadhan yang bagi masyarakat Gresik, istilah padusan lebih dikenal sebagai tradisi berziarah dan membersihkan makam leluhur, keluarga, sanak famili ataupun kerabat dekat, yang dilakukan ketika menuju Ramadhan dan menyambut lebaran.

Bagi para personil Onomastika, mereka merasa perlu membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Onomastika memilih menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya. Hal tersebut tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. “Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan.” ujar Bambang Setiawan, gitaris Onomastika.

-

Sesuai semangat yang diusung Onomastika, Mereka percaya Tugas mereka adalah memberi suara pada kota gresik yang mulai kehilangan irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama. “Semoga lagu damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua, dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan,” imbuh Bambang Setiawan. (rir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/