alexametrics
25 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

SMP Mualimmat NU Gresik Tingkatkan Kreativitas Pelajar Lewat Ekskul

GRESIK-Pandemi tak jadi masalah dan penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. Begitupula bagi siswi SMP Mualimmat NU Gresik yang dikenal sangat aktif dan imajinatif menghasilkan berbagai  karya kerajinan. Melalui ekstrakurikuler (ekskul) keputrian, setiap siswa belajar menghasilkan banyak kreasi kerajinan. Selama masa pandemi ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan secara daring, dimana siswi membuat kerajinan mulai dari hantaran pernikahan, membuat boneka dari kain perca, dan membuat miniatur dari kertas koran bekas. Ekstrakurikuler tersebut  diikuti lebih dari 20 siswi mulai kelas 7 sampai 9.

Kepala Sekolah Muhammad Syarifuddin mengatakan, ekstrakulikuler tersebut bisa memacu krativitas anak didik.  “ Selama pandemi dilakukan secara online sehingga bisa mengisi waktu luang disela belajar dan membuat anak didik merasa enjoy, “ terangnya.

Biasanya setiap hari sabtu dilakukan di sekolah secara tatap muka. Meskipun bukan ekstrakulikuler wajib seperti tartil dan pramuka namun antusias siswi terlihat sangat bagus, dilihat dari banyaknya siswi yang mengikuti ekstrakulikuler tersebut.

Pembina Ekstrakurikuler Keputrian Isma Wahyuni mengaku awalnya mengalami kesusahan membimbing di masa pandemi karena tidak bisa secara langsung ketemu dengan siswi. “ Pengalaman membimbing ekstrakurikuler sangat banyak ada seneng dan susahnya ,apalagi kalau mereka bisa membuat  dan berhasil  syukur Alhamdulillah,” katanya. Ekstrakurikuler keputrian SMP Muallimat NU juga pernah juara lomba kerajinan daur ulang yang diadakan oleh dinas pendidikan sebelum pandemi.(rir/han)

 

GRESIK-Pandemi tak jadi masalah dan penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. Begitupula bagi siswi SMP Mualimmat NU Gresik yang dikenal sangat aktif dan imajinatif menghasilkan berbagai  karya kerajinan. Melalui ekstrakurikuler (ekskul) keputrian, setiap siswa belajar menghasilkan banyak kreasi kerajinan. Selama masa pandemi ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan secara daring, dimana siswi membuat kerajinan mulai dari hantaran pernikahan, membuat boneka dari kain perca, dan membuat miniatur dari kertas koran bekas. Ekstrakurikuler tersebut  diikuti lebih dari 20 siswi mulai kelas 7 sampai 9.

Kepala Sekolah Muhammad Syarifuddin mengatakan, ekstrakulikuler tersebut bisa memacu krativitas anak didik.  “ Selama pandemi dilakukan secara online sehingga bisa mengisi waktu luang disela belajar dan membuat anak didik merasa enjoy, “ terangnya.

Biasanya setiap hari sabtu dilakukan di sekolah secara tatap muka. Meskipun bukan ekstrakulikuler wajib seperti tartil dan pramuka namun antusias siswi terlihat sangat bagus, dilihat dari banyaknya siswi yang mengikuti ekstrakulikuler tersebut.

-

Pembina Ekstrakurikuler Keputrian Isma Wahyuni mengaku awalnya mengalami kesusahan membimbing di masa pandemi karena tidak bisa secara langsung ketemu dengan siswi. “ Pengalaman membimbing ekstrakurikuler sangat banyak ada seneng dan susahnya ,apalagi kalau mereka bisa membuat  dan berhasil  syukur Alhamdulillah,” katanya. Ekstrakurikuler keputrian SMP Muallimat NU juga pernah juara lomba kerajinan daur ulang yang diadakan oleh dinas pendidikan sebelum pandemi.(rir/han)

 

Most Read

Berita Terbaru

/