alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Tanaman Hias Desa Karangandong Bakal Jadi Ekspor Unggulan Asal Gresik

GRESIK- Desa Karangandong, Kecamatan Kedamean Gresik yang sudah lama dikenal sebagai sentra pertanian dan perdagangan tanaman hias akan dijadikan pilot project program ekspor tanaman hias. Hal itu membuat Dinas Pertanian dan Bea Cukai Gresik membidik potensi ekspor tanaman hias di desa tersebut.

Kepala Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik, Eko Rudi menjelaskan, pihaknya hadir untuk memberikan asistensi praktek masuk OSS sampai terbit NIB Ekspor. Kemudian pengurusan modul ekspor, pelatihan pengisian modul ekspor. “Kami juga memberikan  cara mencari buyer luar negeri, cara membuat packing list, invoice, pemberitahuan ekspor barang sampai terbit NPE sehingga bisa ekspor mandiri sebagaimana diharapkan oleh Asosiasi Tanaman Hias Gresik,”jelas Eko Rudi.

Ketua Asosiasi Tanaman Hias Gresik, Glen mengatakan langkah Dinas Pertanian, Disperindag dan Bea Cukai Gresik memberi manfaat kepada petani terkait rencana mengekspor tanaman hias.  “Dengan bantuan dan sosialisasi ini akan merubah mindset UMKM tanaman hias semula ekspor itu sulit menjadi mudah. Ini sekaligus menimbuhkan minat untuk ekspor mandiri untuk memberi rasa bangga meskipun selama ini juga praktek ekspor melalui pihak ketiga,” kata Glen.

Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian Gresik Arafiq mendorong petani UMKM Asosiasi Tanaman Hias Gresik untuk bisa ekspor mandiri. “Petani harus bisa memenuhi standar ekspor yang ditentukan khususnya oleh buyer luar negeri,” jelasnya.

Sementara Agus Prasetyo fungsional pemeriksa menambahkan proses kepengurusan NIB ekspor untuk pengajuan modul PEB dapat dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Baik perseorangan maupun badan usaha.

Dalam sesi yang lain Santy dari Komunitas Gading Emas Gresik yang sudah biasa memberikan pendampingan UMKM berani ekspor mandiri, mengungkapkan potensi besar para pelaku UMKM tanaman hias. (*/han)


GRESIK- Desa Karangandong, Kecamatan Kedamean Gresik yang sudah lama dikenal sebagai sentra pertanian dan perdagangan tanaman hias akan dijadikan pilot project program ekspor tanaman hias. Hal itu membuat Dinas Pertanian dan Bea Cukai Gresik membidik potensi ekspor tanaman hias di desa tersebut.

Kepala Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik, Eko Rudi menjelaskan, pihaknya hadir untuk memberikan asistensi praktek masuk OSS sampai terbit NIB Ekspor. Kemudian pengurusan modul ekspor, pelatihan pengisian modul ekspor. “Kami juga memberikan  cara mencari buyer luar negeri, cara membuat packing list, invoice, pemberitahuan ekspor barang sampai terbit NPE sehingga bisa ekspor mandiri sebagaimana diharapkan oleh Asosiasi Tanaman Hias Gresik,”jelas Eko Rudi.

Ketua Asosiasi Tanaman Hias Gresik, Glen mengatakan langkah Dinas Pertanian, Disperindag dan Bea Cukai Gresik memberi manfaat kepada petani terkait rencana mengekspor tanaman hias.  “Dengan bantuan dan sosialisasi ini akan merubah mindset UMKM tanaman hias semula ekspor itu sulit menjadi mudah. Ini sekaligus menimbuhkan minat untuk ekspor mandiri untuk memberi rasa bangga meskipun selama ini juga praktek ekspor melalui pihak ketiga,” kata Glen.

-

Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian Gresik Arafiq mendorong petani UMKM Asosiasi Tanaman Hias Gresik untuk bisa ekspor mandiri. “Petani harus bisa memenuhi standar ekspor yang ditentukan khususnya oleh buyer luar negeri,” jelasnya.

Sementara Agus Prasetyo fungsional pemeriksa menambahkan proses kepengurusan NIB ekspor untuk pengajuan modul PEB dapat dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Baik perseorangan maupun badan usaha.

Dalam sesi yang lain Santy dari Komunitas Gading Emas Gresik yang sudah biasa memberikan pendampingan UMKM berani ekspor mandiri, mengungkapkan potensi besar para pelaku UMKM tanaman hias. (*/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru