alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Lestarikan Warisan Budaya, Kolaborasikan Batik Tulis dan Sibori

GRESIK – Sejumlah umat Hindu di Kecamatan Menganti dilatih membuat batik. Hal ini merupakan upaya untuk menciptakan produk kain batik yang merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia.

Kegiatan itu digelar di Pura Kerta Bumi Desa Bongsowetan Kecamatan Menganti.  Peserta pelatihan diajarkan ilmu dasar membatik baik teknik celup maupun tulis.

Mentor membatik Rr Henny Eka Ferdian mengatakan pelatihan  itu merupakan kolaborasi batik tulis dengan memakai canting dan batik Sibori yang lebih dikenal dengan lipat, ikat, celup. “Kolaborasi membatik dengan cantin dan batik Sibori yang dikenal dengan lipat, ikat, dan celup, hasil akhir dari penggabungan teknik batik hasilnya lebih trendi dan mengagumkan, serta lebih bernilai seni,” kata Amik sapaan akrabnya, Senin (5/9).

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Wongso Negoro berharap budaya membatik bisa ditularkan serta menjadi sebuah produk unggulan yang oleh-oleh khas Desa Bongsowetan. “Sehingga desa mandiri dalam segala hal, terutama dalam perekonomian, tentunya sangat perlu menciptakan satu desa satu produk unggulan, dan piawai dalam penjualan,” terangnya saat membuka pelatihan membatik.

Lebih lanjut dikatakan Wongso bahwa produk sebaik apapun harus bisa bersaing di pasaran. Selain itu, ke depan dia berharap kepada masyarakat agar bisa membatik sehingga menambah pendapatan. “Yang paling utama adalah produsen harus untung dan bisa berkesinambungan, termasuk harganya bisa terjangkau oleh masyarakat,” tambah dia. (yud/han)

GRESIK – Sejumlah umat Hindu di Kecamatan Menganti dilatih membuat batik. Hal ini merupakan upaya untuk menciptakan produk kain batik yang merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia.

Kegiatan itu digelar di Pura Kerta Bumi Desa Bongsowetan Kecamatan Menganti.  Peserta pelatihan diajarkan ilmu dasar membatik baik teknik celup maupun tulis.

Mentor membatik Rr Henny Eka Ferdian mengatakan pelatihan  itu merupakan kolaborasi batik tulis dengan memakai canting dan batik Sibori yang lebih dikenal dengan lipat, ikat, celup. “Kolaborasi membatik dengan cantin dan batik Sibori yang dikenal dengan lipat, ikat, dan celup, hasil akhir dari penggabungan teknik batik hasilnya lebih trendi dan mengagumkan, serta lebih bernilai seni,” kata Amik sapaan akrabnya, Senin (5/9).

-

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Wongso Negoro berharap budaya membatik bisa ditularkan serta menjadi sebuah produk unggulan yang oleh-oleh khas Desa Bongsowetan. “Sehingga desa mandiri dalam segala hal, terutama dalam perekonomian, tentunya sangat perlu menciptakan satu desa satu produk unggulan, dan piawai dalam penjualan,” terangnya saat membuka pelatihan membatik.

Lebih lanjut dikatakan Wongso bahwa produk sebaik apapun harus bisa bersaing di pasaran. Selain itu, ke depan dia berharap kepada masyarakat agar bisa membatik sehingga menambah pendapatan. “Yang paling utama adalah produsen harus untung dan bisa berkesinambungan, termasuk harganya bisa terjangkau oleh masyarakat,” tambah dia. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/