alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Cegah Pencemaran, Dorong Pemerintah Bikin Standar Baku Air

GRESIK – Maraknya sampah plastic di aliran sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas menarik perhatian LSM Ecoton. Mereka mendesak pemerintah untuk membuat standar air baku. Ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi makanan dari mikroplastik.

Direktur Eksekutif Ecoton Gresik, Prigi Arisandi mengatakan, bahwa pada 2021 terjadi perubahan struktur geografis akibat deforestasi, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim hingga pencemaran air yang salah satunya diakibatkan oleh sampah plastik. Karena sampah plastik yang hanyut dan mengapung dipermukaan air pada jangka waktu yang lama, akan menyebabkan timbulnya mikroplastik.

“Mikroplastik merupakan partikel kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang umumnya berasal dari pecahan/degradasi plastik ukuran besar, hasil buangan limbah industri dan juga terdapat dalam produk – produk rumah tangga atau yang biasanya disebut microbeads,”katanya.

Lebih lanjut, pihaknya temuan – temuan mikroplastik di beberapa perairan baik laut utara Gresik dan sungai. Selain itu juga kontaminasi juga ditemukan dalam rantai makanan dan juga pada manusia. “Untuk itu kami berharap kepada pemerintah khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk membuat standar baku air dan seafood,”tutup dia. (jar/rof)

GRESIK – Maraknya sampah plastic di aliran sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas menarik perhatian LSM Ecoton. Mereka mendesak pemerintah untuk membuat standar air baku. Ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi makanan dari mikroplastik.

Direktur Eksekutif Ecoton Gresik, Prigi Arisandi mengatakan, bahwa pada 2021 terjadi perubahan struktur geografis akibat deforestasi, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim hingga pencemaran air yang salah satunya diakibatkan oleh sampah plastik. Karena sampah plastik yang hanyut dan mengapung dipermukaan air pada jangka waktu yang lama, akan menyebabkan timbulnya mikroplastik.

“Mikroplastik merupakan partikel kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang umumnya berasal dari pecahan/degradasi plastik ukuran besar, hasil buangan limbah industri dan juga terdapat dalam produk – produk rumah tangga atau yang biasanya disebut microbeads,”katanya.

-

Lebih lanjut, pihaknya temuan – temuan mikroplastik di beberapa perairan baik laut utara Gresik dan sungai. Selain itu juga kontaminasi juga ditemukan dalam rantai makanan dan juga pada manusia. “Untuk itu kami berharap kepada pemerintah khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk membuat standar baku air dan seafood,”tutup dia. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru