alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Tidak Ada Jembatan, Jenazah Warga Cermenlerek Dihanyutkan di Sungai

GRESIK – Kondisi memprihatinkan warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean. Mereka harus mewangi sungai untuk memakamkan warga yang meninggal dunia. Tanpa adanya jembatan, mereka urutangi sungai dengan cara menghanyutkan jenazah di atas air.

Hal ini diketahui setelah salah satu warga mengunggah video yang mewajibkan seluruhangi sungai dengan membawa jenazah. Video tersebut kemudian viral. Kades Cermenlerek, Moch Suhadi membenarkan hal video tersebut. Ia mengatakan, bahwa jenazah yang ada di dalam video itu adalah Nenek Kasti, 71, yang merupakan warganya dan meninggal pada Rabu (2/12) kemarin.

“Meninggal hari Rabu, dimakamkan hari Kamis kemarin. Meninggalnya karena sakit, bukan Covid-19, ”kata Suhadi.

Suhadi juga menyebutkan, jika warganya udah menyebrangi sungai dengan menghanyutkan jenzah karena tidak ada jembatan. Ia mengaku sudah menyatakan keluhannya kepada pemerintah kabupaten, namun tidak ada tindak lanjut.

Sebenarnya setiap dusun itu punya makam sendiri-sendiri. Biasanya kalau tidak di musim penghujan begini, warga Dusun Gorekan Lor dimakamkan di Dusun Gorekan Kidul. Namun kondisi hujan, kuburan di desa tersebut tidak memungkinkan, tanahnya digenangi udara, ”terangnya.

Nah, satu-satu makam yang tersisa dan diperuntukkan oleh warga Dusun Gorekan Lor seperti Nenek Kasti, berada di sebrang sungai. Proses sehinga pemakaman dengan menyebrangi sungai udah dilakukan.

Sebenarnya kasus ini sempat muncul saat musyawarah desa. Bahkan pihaknya sudah mengusulkan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Solusinya pemerintah akan membeli tanah yang didekat pemukiman.

“Pembuatan jembatan sempat diusulkan, tapi dirasa pembangunan itu terlalu mahal sehingga solusinya adalah membeli tanah. Apalagi ruang tanah makam yang ada disebrang sungai sudah hampir habis,” tuturnya.

Di sisi lain Camat Kedamean Arifin dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pemakaman itu hari Kamis (3/11), Karena lokasinya ada di seberang Kali Lamong,  dan kondisi sedang tinggi, tambahnya, pemakaman bisa dilakukan di Dusun Gorekan Kidul.

” Akan tetapi, keluarga duka tetap menghendaki pemakanan di seberang Kali Lamong itu. “Keluarga duka berdalih semua keluarga dimakamkan di sana, sehingga Ny Kasti tetap dimakamkan di pemakaman dusun Gorekan Lor yang ada di seberang Kali Lamong itu, ” ujarnya.

Arifin menambahkan pada 2019 pemerintah berencana akan membangunkan jembatan penyeberangan itu. Akan tetapi,  karena ada rencana revitalisasi Kali Lamong rencana itu tidak jadi lakukan. “Khawatir muspro (mubazir),”tegasnya.

Namun,  pemerintah memberikan alternatif untuk membelikan lahan pemakaman untuk warga dusun itu. “Tahun ini sudah direncanakan, akan tetapi ada wabah korona. Sehingga, anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19,”ungkapnya.

Arifin berharap pada tahun depan pembelian lahan untuk pemakaman warga dusun Gorekan Lor bisa terealisasikan.

Sementara itu Kabid Pengadaan Lahan Dinas Pertanahan Budi Raharjo menuturkan jika pihaknya tidak ada rencana pengadaan lahan yang dimaksud. Penyebabnya pemerintah saat ini, tengah fokus pada info lahan sungai kali Lamong.

“Fokus di Kali Lamong, tiada ada anggaran untuk pembelihan lahan makam,” ungkapnya. (yud / rof)

GRESIK – Kondisi memprihatinkan warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean. Mereka harus mewangi sungai untuk memakamkan warga yang meninggal dunia. Tanpa adanya jembatan, mereka urutangi sungai dengan cara menghanyutkan jenazah di atas air.

Hal ini diketahui setelah salah satu warga mengunggah video yang mewajibkan seluruhangi sungai dengan membawa jenazah. Video tersebut kemudian viral. Kades Cermenlerek, Moch Suhadi membenarkan hal video tersebut. Ia mengatakan, bahwa jenazah yang ada di dalam video itu adalah Nenek Kasti, 71, yang merupakan warganya dan meninggal pada Rabu (2/12) kemarin.

“Meninggal hari Rabu, dimakamkan hari Kamis kemarin. Meninggalnya karena sakit, bukan Covid-19, ”kata Suhadi.

-

Suhadi juga menyebutkan, jika warganya udah menyebrangi sungai dengan menghanyutkan jenzah karena tidak ada jembatan. Ia mengaku sudah menyatakan keluhannya kepada pemerintah kabupaten, namun tidak ada tindak lanjut.

Sebenarnya setiap dusun itu punya makam sendiri-sendiri. Biasanya kalau tidak di musim penghujan begini, warga Dusun Gorekan Lor dimakamkan di Dusun Gorekan Kidul. Namun kondisi hujan, kuburan di desa tersebut tidak memungkinkan, tanahnya digenangi udara, ”terangnya.

Nah, satu-satu makam yang tersisa dan diperuntukkan oleh warga Dusun Gorekan Lor seperti Nenek Kasti, berada di sebrang sungai. Proses sehinga pemakaman dengan menyebrangi sungai udah dilakukan.

Sebenarnya kasus ini sempat muncul saat musyawarah desa. Bahkan pihaknya sudah mengusulkan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Solusinya pemerintah akan membeli tanah yang didekat pemukiman.

“Pembuatan jembatan sempat diusulkan, tapi dirasa pembangunan itu terlalu mahal sehingga solusinya adalah membeli tanah. Apalagi ruang tanah makam yang ada disebrang sungai sudah hampir habis,” tuturnya.

Di sisi lain Camat Kedamean Arifin dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pemakaman itu hari Kamis (3/11), Karena lokasinya ada di seberang Kali Lamong,  dan kondisi sedang tinggi, tambahnya, pemakaman bisa dilakukan di Dusun Gorekan Kidul.

” Akan tetapi, keluarga duka tetap menghendaki pemakanan di seberang Kali Lamong itu. “Keluarga duka berdalih semua keluarga dimakamkan di sana, sehingga Ny Kasti tetap dimakamkan di pemakaman dusun Gorekan Lor yang ada di seberang Kali Lamong itu, ” ujarnya.

Arifin menambahkan pada 2019 pemerintah berencana akan membangunkan jembatan penyeberangan itu. Akan tetapi,  karena ada rencana revitalisasi Kali Lamong rencana itu tidak jadi lakukan. “Khawatir muspro (mubazir),”tegasnya.

Namun,  pemerintah memberikan alternatif untuk membelikan lahan pemakaman untuk warga dusun itu. “Tahun ini sudah direncanakan, akan tetapi ada wabah korona. Sehingga, anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19,”ungkapnya.

Arifin berharap pada tahun depan pembelian lahan untuk pemakaman warga dusun Gorekan Lor bisa terealisasikan.

Sementara itu Kabid Pengadaan Lahan Dinas Pertanahan Budi Raharjo menuturkan jika pihaknya tidak ada rencana pengadaan lahan yang dimaksud. Penyebabnya pemerintah saat ini, tengah fokus pada info lahan sungai kali Lamong.

“Fokus di Kali Lamong, tiada ada anggaran untuk pembelihan lahan makam,” ungkapnya. (yud / rof)

Most Read

Berita Terbaru

/