alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 13 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Peduli Terhadap Sampah, Ajarkan Ibu-Ibu Bikin Keranjang Kompos

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Kiswah Female (Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jamaah Khusus Perempuan) menggelar sesi belajar membuat keranjang kompos takakura. Ini sebagai bentuk keprihatin atas masih rendahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik yang dihasilkan rumah tangga.

Kiswah Female menghadirkan Indah dan Dewi sebagai narasumber. Keduanya merupakan kader Fatayat NU Gresik yang selama ini berkhidmah mengelola Kebun Pemulihan di Kelurahan Gending, juga aktif sebagai pegiat Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG).

Dengan telaten, Indah dan Dewi membimbing jamaah yang telah terbagi menjadi lima kelompok. Dimulai dengan membuat bantalan sekam, memasang kardus di keranjang, memformulasikan komposisi kompos jadi dengan sekam, dan mencacah bahan organik yang akan dimasukkan ke keranjang kompos takakura.

Setelah lima unit keranjang kompos takakura siap dipakai, fasilitator memilih lima orang jamaah yang bersedia dan berkomitmen untuk terus belajar merawat keranjang takakura tersebut hingga panen kompos. Kelima ibu ini akan dibekali pengetahuan lanjutan perihal keranjang kompos takakura di WAG khusus, agar mendapat support group dalam menghadapi kendala-kendala saat merawat takakura. Para ibu volunteer ini juga diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada tetangga sekitar tentang pentingnya mengolah sampah organik secara mandiri di rumah.

Ketua Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa mengatakan yang juga turut hadir di lokasi menyampaikan apresiasi kepada jamaah yang begitu antusias mengikuti materi.

“Selain tema-tema kajian fiqh keislaman, saya kira tema-tema praktis seperti ini juga bermanfaat dan memang dibutuhkan jamaah. Terima kasih kepada Rumba Nusantara sebagai mitra Fatayat telah memfasilitasi Kiswah Female,” ujarnya.

Tidak seperti biasanya, Kiswah Female kali ini dihadiri tidak hanya ibu-ibu jamaah dari sekitar Perum Alam Singgasana. Beberapa ibu pegiat ASBAG dari Desa Banjarsari Kec. Cerme, ibu-ibu pegiat literasi dari Kecamatan Menganti, serta pegiat Forum Gresik Kabupaten Sehat (FGKS) juga hadir belajar bersama. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Kiswah Female (Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jamaah Khusus Perempuan) menggelar sesi belajar membuat keranjang kompos takakura. Ini sebagai bentuk keprihatin atas masih rendahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik yang dihasilkan rumah tangga.

Kiswah Female menghadirkan Indah dan Dewi sebagai narasumber. Keduanya merupakan kader Fatayat NU Gresik yang selama ini berkhidmah mengelola Kebun Pemulihan di Kelurahan Gending, juga aktif sebagai pegiat Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG).

Dengan telaten, Indah dan Dewi membimbing jamaah yang telah terbagi menjadi lima kelompok. Dimulai dengan membuat bantalan sekam, memasang kardus di keranjang, memformulasikan komposisi kompos jadi dengan sekam, dan mencacah bahan organik yang akan dimasukkan ke keranjang kompos takakura.

Mobile_AP_Half Page

Setelah lima unit keranjang kompos takakura siap dipakai, fasilitator memilih lima orang jamaah yang bersedia dan berkomitmen untuk terus belajar merawat keranjang takakura tersebut hingga panen kompos. Kelima ibu ini akan dibekali pengetahuan lanjutan perihal keranjang kompos takakura di WAG khusus, agar mendapat support group dalam menghadapi kendala-kendala saat merawat takakura. Para ibu volunteer ini juga diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada tetangga sekitar tentang pentingnya mengolah sampah organik secara mandiri di rumah.

Ketua Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa mengatakan yang juga turut hadir di lokasi menyampaikan apresiasi kepada jamaah yang begitu antusias mengikuti materi.

“Selain tema-tema kajian fiqh keislaman, saya kira tema-tema praktis seperti ini juga bermanfaat dan memang dibutuhkan jamaah. Terima kasih kepada Rumba Nusantara sebagai mitra Fatayat telah memfasilitasi Kiswah Female,” ujarnya.

Tidak seperti biasanya, Kiswah Female kali ini dihadiri tidak hanya ibu-ibu jamaah dari sekitar Perum Alam Singgasana. Beberapa ibu pegiat ASBAG dari Desa Banjarsari Kec. Cerme, ibu-ibu pegiat literasi dari Kecamatan Menganti, serta pegiat Forum Gresik Kabupaten Sehat (FGKS) juga hadir belajar bersama. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru