alexametrics
31 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Marak Tambang Pasir, Habitat Penyu Bawean Terancam

BAWEAN – Maraknya tambang pasir di pantai dekat tebing bandara Harun Tohir wilayah Kecamatan Tambak meresahkan masyarakat sekitar. Pasalnya, dampak yang sudah terlihat yakni rawan longsor, abrasi atau pengikisan karena tambang tersebut. Sehingga hal tersebut menjadi ancaman habitat penyu bertelur.

Anggota Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, habitat penyu saat semakin sedikit. Padahal, penyu termasuk hewan dilindungi. “Pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur,” ujarnya.

Pihaknya mengajak kepada semua pihak untuk melestarikan dan melakukan penyelamatan terhadap habitat. Terlebih kepada warga di Desa Tanjungori.

Penyu juga hewan dilindungi dan terdapat undang-undang semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.  “Terlebih, penyu hewan dilindungi yang hampir punah dan penyu merupakan penjaga ekosistem laut,” jelasnya.

Lebih lanjut Yusra mengungkapkan segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati, maupun tubuh bagian itu dilarang.  Sebagai pegiat lingkungan, dirinya juga memberikan contoh dalam penetasan penyu yang selanjutnya dilepasliarkan ke alam bebas. “Begitu juga menurut undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” ungkapya.

Sementara salah satu warga Bawean yang enggan disebutkan namanya berharap ada upaya dari pemerintah atau dinas terkait untuk melakukan pemberdayaan peduli kepada habitat tersebut. “Selain, bisa menghentikan aktivitas tambang pasir juga jual beli telur penyu,” pungkasnya. (yud/han)

BAWEAN – Maraknya tambang pasir di pantai dekat tebing bandara Harun Tohir wilayah Kecamatan Tambak meresahkan masyarakat sekitar. Pasalnya, dampak yang sudah terlihat yakni rawan longsor, abrasi atau pengikisan karena tambang tersebut. Sehingga hal tersebut menjadi ancaman habitat penyu bertelur.

Anggota Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, habitat penyu saat semakin sedikit. Padahal, penyu termasuk hewan dilindungi. “Pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur,” ujarnya.

Pihaknya mengajak kepada semua pihak untuk melestarikan dan melakukan penyelamatan terhadap habitat. Terlebih kepada warga di Desa Tanjungori.

-

Penyu juga hewan dilindungi dan terdapat undang-undang semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.  “Terlebih, penyu hewan dilindungi yang hampir punah dan penyu merupakan penjaga ekosistem laut,” jelasnya.

Lebih lanjut Yusra mengungkapkan segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati, maupun tubuh bagian itu dilarang.  Sebagai pegiat lingkungan, dirinya juga memberikan contoh dalam penetasan penyu yang selanjutnya dilepasliarkan ke alam bebas. “Begitu juga menurut undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” ungkapya.

Sementara salah satu warga Bawean yang enggan disebutkan namanya berharap ada upaya dari pemerintah atau dinas terkait untuk melakukan pemberdayaan peduli kepada habitat tersebut. “Selain, bisa menghentikan aktivitas tambang pasir juga jual beli telur penyu,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/