alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Kurangi Sampah, Kader Lingkungan Diminta Hidupkan Lagi Bank Sampah

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik kembali giat melakukan edukasi lingkungan hidup di beberapa desa dan kelurahan. Harapannya, program pemberdayaan masyarakat melalui kader lingkungan bisa lebih optimalisasi guna menjaga kebersihan dan kesehatan.

Kasi Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan (DLH) Gresik, Umaya  mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk mendorong kader lingkungan di Kelurahan Bedilan. “Supaya bisa mengurangi sampah di lingkungan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ngipik.  Apalagi, TPA Ngipik sudah mulai penuh,” kata Umaya.

Dengan optimalisasi gerakan bank sampah, proses pemilahan sampah non organik dan organik sudah dilakukan dari rumah warga. Pengelolaan sedari tempatnya mampu menekan sampah di TPA dan meningkatkan ekonomi warga lewat penjualan sampah non organik.

Lurah Bedilan Gresik, Nur Habibah menambahkan, kader lingkungan dan RT/RW di Kelurahan Bedilan Gresik mencapai 20 RT dan 4 RW. “Nantinya akan ada gerakan menanam tanaman toga dan sayur – sayuran di setiap RT dan RW sekitar. Hasil tanaman tersebut bisa dikonsumsi oleh warga sekitarnya,”kata Habibah.

Pemahaman tanaman kesehatan di lingkungan rumah warga dapat mengurangi sampah di lingkungan. Dengan gerakan menghidupkan bank sampah, Habibah optimististis pengelolahaan sampah tidak akan terjadi banjir di wilayahnya dan kondisi lingkungan kembali asri. (jar/han)

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik kembali giat melakukan edukasi lingkungan hidup di beberapa desa dan kelurahan. Harapannya, program pemberdayaan masyarakat melalui kader lingkungan bisa lebih optimalisasi guna menjaga kebersihan dan kesehatan.

Kasi Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan (DLH) Gresik, Umaya  mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk mendorong kader lingkungan di Kelurahan Bedilan. “Supaya bisa mengurangi sampah di lingkungan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ngipik.  Apalagi, TPA Ngipik sudah mulai penuh,” kata Umaya.

Dengan optimalisasi gerakan bank sampah, proses pemilahan sampah non organik dan organik sudah dilakukan dari rumah warga. Pengelolaan sedari tempatnya mampu menekan sampah di TPA dan meningkatkan ekonomi warga lewat penjualan sampah non organik.

-

Lurah Bedilan Gresik, Nur Habibah menambahkan, kader lingkungan dan RT/RW di Kelurahan Bedilan Gresik mencapai 20 RT dan 4 RW. “Nantinya akan ada gerakan menanam tanaman toga dan sayur – sayuran di setiap RT dan RW sekitar. Hasil tanaman tersebut bisa dikonsumsi oleh warga sekitarnya,”kata Habibah.

Pemahaman tanaman kesehatan di lingkungan rumah warga dapat mengurangi sampah di lingkungan. Dengan gerakan menghidupkan bank sampah, Habibah optimististis pengelolahaan sampah tidak akan terjadi banjir di wilayahnya dan kondisi lingkungan kembali asri. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru