alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Desa Gredek Gandeng Community Bediler Gresik (CBG) Berburu Tikus

GRESIK – Puluhan penembak jitu atau sniper dari Community Bediler Gresik (CBG) berkumpul di Balai Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan. Mereka datang dengan misi membasmi hama tikus yang menjadi musuh para petani.

Hama tikus menjadi musuh utama para petani. Berbagai upaya pemberantasan pun dilakukan para petani, hingga memasang jebakan kabel listrik justru membahayakan nyawa orang.

Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar mengatakan, pemberantasan hama tikus dengan menggandeng sniper jauh lebih jitu dan aman, dibanding memasang jebakan kabel.

“Kami dari pemerintahan desa, bersama gapoktan desa Gredek mengundan 70 pemburu tikus yang tergabung dalam Community Bediler Gresik (CBG).” ujarnya (31/10).

Ditambahkan Ghofar menerangkan teknik perburuan dimulai dengan pembagian kelompok. Asing-masing kelompok terdiri dari 5 orang sniper, kemudian mereka berpencar ke tengah sawah dengan membawa senjata.

Perburuan tikus di areal persawahan butuh waktu 2 jam. Sedikitnya 730 ekor tikus tertembak mati dikumpulkan, sementara yang melarikan diri atau mati didalam liang persembunyian sekitar 3 kali lipat dari yang berhasil dikumpulkan. (yud/han)

GRESIK – Puluhan penembak jitu atau sniper dari Community Bediler Gresik (CBG) berkumpul di Balai Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan. Mereka datang dengan misi membasmi hama tikus yang menjadi musuh para petani.

Hama tikus menjadi musuh utama para petani. Berbagai upaya pemberantasan pun dilakukan para petani, hingga memasang jebakan kabel listrik justru membahayakan nyawa orang.

Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar mengatakan, pemberantasan hama tikus dengan menggandeng sniper jauh lebih jitu dan aman, dibanding memasang jebakan kabel.

-

“Kami dari pemerintahan desa, bersama gapoktan desa Gredek mengundan 70 pemburu tikus yang tergabung dalam Community Bediler Gresik (CBG).” ujarnya (31/10).

Ditambahkan Ghofar menerangkan teknik perburuan dimulai dengan pembagian kelompok. Asing-masing kelompok terdiri dari 5 orang sniper, kemudian mereka berpencar ke tengah sawah dengan membawa senjata.

Perburuan tikus di areal persawahan butuh waktu 2 jam. Sedikitnya 730 ekor tikus tertembak mati dikumpulkan, sementara yang melarikan diri atau mati didalam liang persembunyian sekitar 3 kali lipat dari yang berhasil dikumpulkan. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/