alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 21 May 2022

Dampak Pandemi, Edukasi Wisata Sepi Pengunjung

GRESIK – Geliat wisata desa benar-benar terganggu dengan adanya pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, disaat mereka sedang berjuang mengembangkan lokasi wisatanya, pengunjung sepi. Seperti yang dialami edukasi wisata dan sekaligus edukasi kerajinan daur ulang dan urban farming di tengah kota Gresik.

Sejak ada pandemi Covid-19 Kabupaten Gresik sudah tidak ada lagi yang berkunjung ke tempat edukasi kerajinan daur ulang ini. “Iya sejak masa pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi yang berkunjung kesini. Biasa sebelum pandemi Covid-19 setiap bulannya ada 400 orang namun sekarang sejak pandemi kemarin hanya 50 sampai 70 orang saja,”jelas Ketua lembaga dan tim edukasi, Riski Aditiya.

Menurut dia, untuk saat ini pihaknya memilih menutup total. Karena Covid-19 yang ada di Jawa Timur (Jatim) khususnya di Gresik terus bertambah lagi. “Kemarin sudah ada yang ingin berkunjung ke tempat ini namun pandemi terus meningkat dan akhirnya ditutup,”jelas dia.

Menurut dia, wisata ini diharapkan bisa berkembang dan bisa menambah perekonomian warga sekitar. Karena otomatis dengan adanya edukasi wisata dan kerajinan daur ulang ini sekaligus menambah perekonomian warga.

“Kami berharap kampung wisata ini bisa meningkatkan perekonomian desa, karena dengan adanya kunjungan dari anak – akan sekolah bisa belanja snack atau cemilan disini. Sehingga para ibu rumah tangga atau yang jualan bisa menambah penghasilan dari kunjungan ini,”ungkap dia. (jar/rof)

GRESIK – Geliat wisata desa benar-benar terganggu dengan adanya pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, disaat mereka sedang berjuang mengembangkan lokasi wisatanya, pengunjung sepi. Seperti yang dialami edukasi wisata dan sekaligus edukasi kerajinan daur ulang dan urban farming di tengah kota Gresik.

Sejak ada pandemi Covid-19 Kabupaten Gresik sudah tidak ada lagi yang berkunjung ke tempat edukasi kerajinan daur ulang ini. “Iya sejak masa pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi yang berkunjung kesini. Biasa sebelum pandemi Covid-19 setiap bulannya ada 400 orang namun sekarang sejak pandemi kemarin hanya 50 sampai 70 orang saja,”jelas Ketua lembaga dan tim edukasi, Riski Aditiya.

Menurut dia, untuk saat ini pihaknya memilih menutup total. Karena Covid-19 yang ada di Jawa Timur (Jatim) khususnya di Gresik terus bertambah lagi. “Kemarin sudah ada yang ingin berkunjung ke tempat ini namun pandemi terus meningkat dan akhirnya ditutup,”jelas dia.

-

Menurut dia, wisata ini diharapkan bisa berkembang dan bisa menambah perekonomian warga sekitar. Karena otomatis dengan adanya edukasi wisata dan kerajinan daur ulang ini sekaligus menambah perekonomian warga.

“Kami berharap kampung wisata ini bisa meningkatkan perekonomian desa, karena dengan adanya kunjungan dari anak – akan sekolah bisa belanja snack atau cemilan disini. Sehingga para ibu rumah tangga atau yang jualan bisa menambah penghasilan dari kunjungan ini,”ungkap dia. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/