Pujian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur MPBK Kemendagri, Edy Suharmanto. Menurutnya, meskipun baru berusia 10 bulan namun Pemkab Gresik mampu menjawab tantangan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Salah satunya dengan melaksanakan pemisahan fungsi Damkar menjadi OPD tersendiri.
"Yang lebih membanggakan hari ini meskipun belum genap satu tahun Dinas Damkar Gresik bisa menyelenggarakan Diklat bagi 60 petugas Damkar. Saya rasa ini merupakan akselerasi kinerja yang sangat bagus," kata Direktur MPBK Kemendagri, Edy Suharmanto disela-sela pembukaan program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kualifikasi Pemadam I bagi aparatur Damkar di Balai Diklat Petrokimia Gresik, kemarin.
Baca Juga : Meresahkan Warga, Damkarla Sergap Monyet Liar Masuk Rumah
Dikatakan, Diklat kualifikasi I bagi aparatur Damkar ini merupakan hal yang penting. Sebab, urusan kebakaran merupakan bagian dari Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) yang merupakan urusan dasar wajib dipenuhi oleh Pemda. Edy menuturkan, Pemda dalam hal ini Pemkab Gresik harus bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat agar bisa mendapatkan predikat pemerintahan yang baik.
"Kami berharap kedepan Pemkab Gresik memprioritaskan pemenuhan sarana dan prasarana kedaruratan dibandingkan anggaran yang lain. Kami apresiasi tadi pak Sinaga menunjukkan jika Gresik sudah memiliki sarpras yang bagus meskipun masih harus didukung lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan pemerintah pusat siap memberikan berbagai dukungan kepada Pemda dalam berbagai hal. Mulai dari dukungan Sarpras penanggulangan kebakaran hingga dukungan peningkatan kapasitas SDM personil Damkar. Untuk itu, Edy berharap agar kabupaten/kota lain di Jatim bisa menjadikan Kabupaten Gresik sebagai study tiru dalam pengelolaan OPD Damkarla.
"Diklat ini sangat berguna tidak hanya bagi pemerintah daerah karena ilmu dan skill personil akan bertambah. Lebih dari itu bagi para personil Damkar diklat ini akan membantu dalam ujian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaa (P3K) karena sertifikat diklat memiliki bobot nilai 25 persen dalam ujian," tandasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Wasil Miftahul Rahman menyebut meskipun saat ini Damkarla Gresik hanya tipe C namun Pemkab Gresik kedepan memiliki target disetiap Kecamatan akan ada pos pemadam kebakaran agar semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi kinerja Damkar Gresik yang sudah bisa menggandeng perusahaan untuk berkolaborasi dalam satu paguyuban. Harapannya saat ada kebakaran, armada damkar dari perusahaan yang terdekat bisa meluncur ke lokasi terlebih dahulu. Sehingga respon time penanggulangan bencana kebakaran di Gresik semakin cepat," kata Achmad Wasil.
Baca Juga : Agustin Halomoan Sinaga : Bekerja Maksimal, Hasil Urusan Belakang
Sementara itu, dalam laporannya Kadis Damkarla Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengungkapkan, kegiatan Diklat Pemadam I digelar dari tanggal (27/11-03/12). Dari total 60 peserta diklat, sebanyak 16 orang dari Kabupaten Jombang, 12 peserta dari Kabupaten Malang dan 2 peserta dari Kabupaten Tuban.
"Dari jumlah tersebut, 30 orang peserta berasal dari Kabupaten Gresik. Diharapkan kedepan lewat diklat ini bisa melahirkan individu-individu yang profesional dan penuh dedikasi dalam melaksanakan tugas, " kata Agustin H Sinaga.
Menurutnya, Diklat ini sebagai kado bagi para aparatur Damkar yang selama ini telah berkinerja baik dan melayani masyarakat dengan ikhlas. Sebab, seluruh peserta yang mengikuti Diklat akan mendapatkan sertifikat dari BPMK Kemendagri dan bisa menjadi sarana pendukung ujian P3K. (fir/han) Editor : Hany Akasah