Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pemkab Gresik Apresiasi 1.664 Lulusan Program Jaketku 2025, Dorong Pendidikan Tanpa Batas Usia

Fajar Yuliyanto • Kamis, 24 Juli 2025 | 16:15 WIB
TERIMA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan ijazah kepada warga belajar paket.
TERIMA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan ijazah kepada warga belajar paket.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan ketertinggalan pendidikan dengan menggelar acara apresiasi bagi 1.664 warga belajar lulusan program Jaketku tahun 2024-2025. Acara yang berlangsung di Gresmall Gresik ini menjadi simbol dukungan Pemkab terhadap pendidikan kesejahteraan bagi warga yang sempat putus sekolah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menjelaskan bahwa program Jaketku digagas sejak tahun 2022. Ini merupakan respons atas tingginya angka putus sekolah di Gresik.

"Kami ingin putus sekolah tidak menjadi akhir dari segalanya. Bersama Dinas Pendidikan (Dispendik), kami merancang program Jaketku untuk mengentaskan ketertinggalan pendidikan," kata Ning Nurul, Rabu (23/7/2025).

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini muncul dari pengamatan di lapangan terkait banyaknya masyarakat Gresik yang putus sekolah, dengan tujuan agar putus sekolah tidak membawa dampak buruk.

Jumlah 1.664 lulusan Jaketku pada tahun 2024-2025 ini terdiri dari 40 murid Paket A, 311 murid Paket B, dan 1.313 murid Paket C. Dari lulusan Paket C, 611 di antaranya laki-laki dan 702 perempuan, yang tersebar di 11 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Ning Nurul melanjutkan, pihaknya terus mengembangkan program Jaketku, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor.

"Kami bersyukur, tahun 2025 ini Kementerian Pendidikan melalui program Pendidikan Percakapan Wirausaha telah memberikan pelatihan kepada 15 lulusan Jaketku selama tiga tahun di bidang tenun. Ini kami arahkan ke daerah yang punya potensi perajin," jelasnya.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik juga memberikan beasiswa kuliah jenjang S1 bagi 10 orang lulusan Jaketku yang bekerja sama dengan Universitas Gresik.

"Harapan kami, pelatihan dan pendidikan lanjutan ini bisa membuka jalan yang lebih luas bagi para alumni Jaketku. Ini juga menjadi persembahan kami dalam momentum Hari Anak Nasional. Bahwa setiap anak, baik di Indonesia maupun Gresik, berhak mendapatkan pendidikan yang layak," imbuhnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para warga belajar.

"Belajar itu tidak mengenal usia. Jangan malu untuk terus belajar dan mengembangkan diri," kata Gus Yani.

Ia juga menyoroti pentingnya prosesi wisuda yang tidak membebani biaya tinggi. "Wisuda boleh-boleh saja, asal biayanya wajar. Bisa memanfaatkan aset Pemkab seperti GNI atau WEP, supaya tidak memberatkan warga," jelasnya.

Gus Yani juga mendorong lulusan Paket B untuk melanjutkan ke Paket C dan seterusnya, serta bagi lulusan Paket C untuk melanjutkan ke jenjang kuliah.

"Terus belajar, jangan berhenti. Untuk yang sudah lulus Paket C, silakan lanjut kuliah. Jangan patah semangat," terangnya.

Program Jaketku menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Gresik dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh warganya, tanpa memandang usia atau latar belakang pendidikan. (jar/Han) 

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #gresik #jaketku #Gresmall