Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Faktor Penyebab Terik Panas di Gresik Menyengat, Sumuk Banget, AC Ruangan pun Tak Mempan

Hany Akasah • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 18:18 WIB

 

PANAS POLL: Salah satu anak merasakan panasnya terik matahari di siang hari di Gresik.
PANAS POLL: Salah satu anak merasakan panasnya terik matahari di siang hari di Gresik.

 

GRESIK-Beberapa bulan ini, masyarakat Gresik mengeluh panasnya udara di luar. Bukan hanya di luar, banyak dari mereka yang merasakan panas pula di dalam ruangan. Banyak warga juga yang merasa AC nya tidak dingin.


"Saya kira AC rusak, padahal baru sebulan lalu diservice. Tapi, ternyata tetangga juga merasakan panas di dalam rumahnya," kata Novi, warga Banjarsari.

Sepekan hari terakhir ini, sebagian wilayah Indonesia mengalami fenomena suhu panas yang cukup terik pada siang hari.

 

Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 22 - 29 September 2023 di beberapa wilayah Indonesia terjadi cukup tinggi dengan kisaran suhu antara 35 - 38.0 °C pada siang hari, dimana suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut ada yang mencapai hingga 38.0 °C yang terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang - Jawa Tengah pada tanggal 25 dan 29 September 2023, serta di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka - Jawa Barat pada tanggal 28 September 2023.

Sementara itu suhu maksimum terukur di wilayah Gresik berada pada kisaran 35.0 - 37.5 °C, dimana suhu maksimum hingga 37.5 °C terukur di wilayah Tangerang Selatan pada tanggal 29 September 2023. Terik matahari yang menyengat itu diprediksi berjalan hingga akhir Oktober atau periode 1 hingga 31 Oktober 2023.


Seperti diketahui, bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau dan sebagian lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada periode Oktober-November ini, sehingga kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.

Di akhir September ini, posisi semu matahari menunjukkan pergerakan ke arah selatan ekuator, yang berarti bahwa sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator termasuk wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara mendapatkan pengaruh dampak penyinaran matahari yang relatif lebih intens dibandingkan wilayah lainnya, dimana pemanasan sinar matahari cukup optimal terjadi pada pagi menjelang siang dan pada siang hari.


Namun demikian, fenomena astronomis ini tidak berdiri sendiri dalam mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis atau ekstrem di permukaan bumi.

Faktor-faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara memiliki dampak yang lebih besar juga terhadap kondisi suhu terik di suatu wilayah seperti yang terjadi saat ini di beberapa wilayah Indonesia. 

Terik itu menyengat sehingga juga berpengaruh di dalam ruangan, meski menggunakan AC. 

Editor : Hany Akasah
#atmosfer #panas #Udara #BMKG #ac #Oktober #matahari #November #gresik #Siang #Fenomena #terik