alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

UPT Resource Centre Gresik Pelatihan FGD Amakasa Untuk 21 ABK

GRESIK – UPT Resource Centre Dinas Pendidikan Gresik menggelar pelatihan membaca Alquran dengan dengan metode amakasa di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kamis, 27 Mei 2021. Tim peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) datang langsung menggelar FGD (Focus Group Discussion) dalam upaya media literasi Alquran bagi komunitas Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).

21 anak dengan gangguan pendengaran mengikuti pelatihan FGD.  Kegiatan FGD  juga dihadiri peneliti LPMQ, Dwi Martiningsih, SPsi, M A didampingi pentashih dan hafidzhoh al-Qur’an LPMQ, Hj Ida Zulfiya, M.Ag, kepala sekolah, para guru TK, SD, SMP, SLB, orang tua dan siswa.

Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S Pd, M Pdi mengatakan, amakasa merupakan metode pembelajaran Alquran bagi tunarungu yang lahir pada 1994. Kemudian diperbarui dengan Amakasa 2021 yang berdasar pada isyarat hijaiyah yang dilaunching pada 17 Ramadhan 1442 H atau 2021 lalu.

“Amakasa sebagai metode yang tidak lepas dari tiga hal mendasar yaitu mengembangkan pendengaran, meningkatkan bahasa dan menstimulasi pendengaran,” kata  perempuan yang juga pemrakarsa metode amakasa tersebut.

Narasumber dalam kegiatan itu yakni Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik Munir M.Ag, Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd,. M.PdI dan Kabid Pendidikan Dasar  Dispendik Gresik sekaligus Ketua Pokja Pendidikan Inklusif, Hj Nur Maslichah, S Pd, M M.

Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik, Munir MAg  mengatakan, ada sekitar 800 RA, MI, MTs, MA di bawah Kemenag Gresik belum memiliki madrasah, pekapontren yang menangani penyandang disabilitas tunarungu. “Peran kemenag perlu diperkuat, salah satunya melalui Bimas Islam sehingga memiliki binaan anak disabilitas,”jelas dia.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah, mengajak semua pihak untuk bersinergi bersama- sama melayani dan memfasilitasi pendidikan bagi para penyandang disabilitas tunarungu.

“Dispendik Gresik merupakan salah satu dari 33 Kabupaten/kota yang sangat peduli disabilitas, secara legal formal telah menerbitkan Peraturan Bupati Gresik No 42 Tahun 2013 tentang Pendidikan Inklusif,”terang dia.

Salah seorang penyandang tunarungu, Bryan siswa kelas 1 SDN 73 Gresik Penyelenggara Pendidikan Inklusif, mempraktikkan bacaan alqur’an menggunakan metode amakasa dengan baik, sehingga membuat ibundanya menangis terharu. Sebelum menggunakan metode Amakasa, putranya tersebut seringkali menangis saat belajar al-Qur’an, namun setelah berkenalan dengan metode Amakasa merasa bersemangat bahkan ingin terus belajar hingga tengah malam, sampai ibundanya mencurahkan rasa syukurnya dalam torehan pena dua lembar kertas yang diberi judul Golden Tiket dari Amakasa. (jar/han)

GRESIK – UPT Resource Centre Dinas Pendidikan Gresik menggelar pelatihan membaca Alquran dengan dengan metode amakasa di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kamis, 27 Mei 2021. Tim peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) datang langsung menggelar FGD (Focus Group Discussion) dalam upaya media literasi Alquran bagi komunitas Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).

21 anak dengan gangguan pendengaran mengikuti pelatihan FGD.  Kegiatan FGD  juga dihadiri peneliti LPMQ, Dwi Martiningsih, SPsi, M A didampingi pentashih dan hafidzhoh al-Qur’an LPMQ, Hj Ida Zulfiya, M.Ag, kepala sekolah, para guru TK, SD, SMP, SLB, orang tua dan siswa.

Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S Pd, M Pdi mengatakan, amakasa merupakan metode pembelajaran Alquran bagi tunarungu yang lahir pada 1994. Kemudian diperbarui dengan Amakasa 2021 yang berdasar pada isyarat hijaiyah yang dilaunching pada 17 Ramadhan 1442 H atau 2021 lalu.

-

“Amakasa sebagai metode yang tidak lepas dari tiga hal mendasar yaitu mengembangkan pendengaran, meningkatkan bahasa dan menstimulasi pendengaran,” kata  perempuan yang juga pemrakarsa metode amakasa tersebut.

Narasumber dalam kegiatan itu yakni Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik Munir M.Ag, Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd,. M.PdI dan Kabid Pendidikan Dasar  Dispendik Gresik sekaligus Ketua Pokja Pendidikan Inklusif, Hj Nur Maslichah, S Pd, M M.

Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik, Munir MAg  mengatakan, ada sekitar 800 RA, MI, MTs, MA di bawah Kemenag Gresik belum memiliki madrasah, pekapontren yang menangani penyandang disabilitas tunarungu. “Peran kemenag perlu diperkuat, salah satunya melalui Bimas Islam sehingga memiliki binaan anak disabilitas,”jelas dia.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah, mengajak semua pihak untuk bersinergi bersama- sama melayani dan memfasilitasi pendidikan bagi para penyandang disabilitas tunarungu.

“Dispendik Gresik merupakan salah satu dari 33 Kabupaten/kota yang sangat peduli disabilitas, secara legal formal telah menerbitkan Peraturan Bupati Gresik No 42 Tahun 2013 tentang Pendidikan Inklusif,”terang dia.

Salah seorang penyandang tunarungu, Bryan siswa kelas 1 SDN 73 Gresik Penyelenggara Pendidikan Inklusif, mempraktikkan bacaan alqur’an menggunakan metode amakasa dengan baik, sehingga membuat ibundanya menangis terharu. Sebelum menggunakan metode Amakasa, putranya tersebut seringkali menangis saat belajar al-Qur’an, namun setelah berkenalan dengan metode Amakasa merasa bersemangat bahkan ingin terus belajar hingga tengah malam, sampai ibundanya mencurahkan rasa syukurnya dalam torehan pena dua lembar kertas yang diberi judul Golden Tiket dari Amakasa. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/