alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Tugu Gapura Naga Giri Rawan Ambrol

GRESIK – Kondisi memprihatinkan terlihat pada tugu gapura Naga Giri di jalan Dr Wahidin Sudirohudo, Kelurahan Dahanrejo, Kecamatan Kebomas Gresik. Tugu yang merupakan CSR dari PT Petrokimia Gresik dan PT Petrosida Gresik senilai Rp 7 miliar tersebut kondisinya kurang terawat. Bahkan beberapa sisi gapura yang terlihat nyaris ambrol.

Pantauan di lapangan, bangunan di sisi sebelah kiri atau pintu masuk Gresik dari arah Lamongan dipasang papan peringatan bangunan akan roboh agar tidak ada masyarakat yang beristirahat berada di bawahnya. Batu alam yang dipasang hingga tinggi menjulang kondisinya rawan lepas. Bahkan ada sebagian sisi bangunan yang batu alamnya sudah lepas, ada pula yang masih menganga. Hal itu membahayakan masyarakat yang berada di sekitar tugu gapura tersebut. Ditambah lagi, Patung naga giri ditumbuhi rumput liar.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Najikh saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya membenarkan jika bangunan tersebut rawan ambrol. Lebih tepatnya pada bagian batu alam di bagian luar. Pihaknya juga sudah memasang papan pengingat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, batu alam yang menempel itu sering lepas.

“Beberapa kali memang lepas dan jatuh, batu batu alam di sisi luar yang masang dulu PU, kami hanya merawat, daripada bahaya kita kasih info ke masyarakat,” ungkap Najikh. Kondisi bangunan itu rawan ambrol sudah dua tahun belakangan ini. Hal ini berdasarkan laporan dari pasukan taman DLH Gresik. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk mengajukan anggaran perbaikan.

“Sudah ajukan renovasi cuman kena refocusing karena covid-19, mungkin menyesuaikan dengan anggaran. Kalau total besar anggaran saya lupa persisnya, sudah ada speknya kok,” tandasnya. (fir/han)

GRESIK – Kondisi memprihatinkan terlihat pada tugu gapura Naga Giri di jalan Dr Wahidin Sudirohudo, Kelurahan Dahanrejo, Kecamatan Kebomas Gresik. Tugu yang merupakan CSR dari PT Petrokimia Gresik dan PT Petrosida Gresik senilai Rp 7 miliar tersebut kondisinya kurang terawat. Bahkan beberapa sisi gapura yang terlihat nyaris ambrol.

Pantauan di lapangan, bangunan di sisi sebelah kiri atau pintu masuk Gresik dari arah Lamongan dipasang papan peringatan bangunan akan roboh agar tidak ada masyarakat yang beristirahat berada di bawahnya. Batu alam yang dipasang hingga tinggi menjulang kondisinya rawan lepas. Bahkan ada sebagian sisi bangunan yang batu alamnya sudah lepas, ada pula yang masih menganga. Hal itu membahayakan masyarakat yang berada di sekitar tugu gapura tersebut. Ditambah lagi, Patung naga giri ditumbuhi rumput liar.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Najikh saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya membenarkan jika bangunan tersebut rawan ambrol. Lebih tepatnya pada bagian batu alam di bagian luar. Pihaknya juga sudah memasang papan pengingat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, batu alam yang menempel itu sering lepas.

-

“Beberapa kali memang lepas dan jatuh, batu batu alam di sisi luar yang masang dulu PU, kami hanya merawat, daripada bahaya kita kasih info ke masyarakat,” ungkap Najikh. Kondisi bangunan itu rawan ambrol sudah dua tahun belakangan ini. Hal ini berdasarkan laporan dari pasukan taman DLH Gresik. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk mengajukan anggaran perbaikan.

“Sudah ajukan renovasi cuman kena refocusing karena covid-19, mungkin menyesuaikan dengan anggaran. Kalau total besar anggaran saya lupa persisnya, sudah ada speknya kok,” tandasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/