alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Bawean Dilanda Banjir dan Longsor, Pemkab Percepat Pembangunan TPST

GRESIK – Curah hujan yang cukup tinggi Minggu (28/11) kemarin membuat sejumlah wilayah di Bawean terkena dampaknya. Menurut informasi yang dihimpun, terdapat tiga desa tergenang air akibat luapan sungai. Tidak hanya itu, dua desa di Bawean terdampak longsor.

Sejak Minggu siang, hujan deras memamg mengguyur Pulau Puteri itu. Malahan, hujan lebat itu mengguyur hingga malam hari. Karena sungai tidak mampu menampung debit air, akhirnya air meluber kemana-mana.

Seperti di Desa Kotakusuma, terdapat lima dusun yang tergenang air bah itu. Kemudian di Desa Sawahmulya banjir menggenangi area pemukiman dan area sawah. Begitu pula di Desa Lebak Pasar Padeleman air bah juga meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Gresik Tarso Sagito mengatakan, banjir itu cukup luas menggenangi sejumlah desa. Bahkan, arus air ya cukup kuat dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter. Menurut informasi, sungai-sungai di Bawean mulai banyak tercemar sampah. Kepulauan tersebut juga belum memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Selain banjir, di waktu yang sama dua desa di Bawean terjadi longsoran dari tembok penahan tanah (TPT) yang jebol. Beruntung, meski di area pemukiman, kejadian itu tidak kenimbulkan korban,” kata Tarso

Longsor itu terjadi di Desa Gunungteguh Dusun Barat Sawah, dusun Gunung Menur, dan Dusun Pettongbulung.  “Tadi bersama forkopimcam sudah melakukan monitoring longsor, dan memberikan pembatas jalan di sepanjang area longsor,” kata Sekdes Gunungteguh Hasan.

Di lokasi lain, longsor juga terjadi di Desa Sungai Rujing, Dusun Bukkol Timur Rujing (Butir). TPT di desa itu berada di area sekolah  SDIT, dan Dusun Tanjung area pemukiman warga.  “Tidak ada korban jiwa. Intensitas hujan cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik M Najikh mengatakan, pemerintah sudah menargetkan pembebasan lahan untuk dijadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang digunakan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lahan tersebut seluas sehektar akan menjadi penampungan TPSP baik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak. “Dengan adanya TPA itu, kami harapkan nanti pembuangan air lancar dan tidak ada banjir di kepulauan,” harap Najikh. (fir/han)

GRESIK – Curah hujan yang cukup tinggi Minggu (28/11) kemarin membuat sejumlah wilayah di Bawean terkena dampaknya. Menurut informasi yang dihimpun, terdapat tiga desa tergenang air akibat luapan sungai. Tidak hanya itu, dua desa di Bawean terdampak longsor.

Sejak Minggu siang, hujan deras memamg mengguyur Pulau Puteri itu. Malahan, hujan lebat itu mengguyur hingga malam hari. Karena sungai tidak mampu menampung debit air, akhirnya air meluber kemana-mana.

Seperti di Desa Kotakusuma, terdapat lima dusun yang tergenang air bah itu. Kemudian di Desa Sawahmulya banjir menggenangi area pemukiman dan area sawah. Begitu pula di Desa Lebak Pasar Padeleman air bah juga meluap.

-

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Gresik Tarso Sagito mengatakan, banjir itu cukup luas menggenangi sejumlah desa. Bahkan, arus air ya cukup kuat dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter. Menurut informasi, sungai-sungai di Bawean mulai banyak tercemar sampah. Kepulauan tersebut juga belum memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Selain banjir, di waktu yang sama dua desa di Bawean terjadi longsoran dari tembok penahan tanah (TPT) yang jebol. Beruntung, meski di area pemukiman, kejadian itu tidak kenimbulkan korban,” kata Tarso

Longsor itu terjadi di Desa Gunungteguh Dusun Barat Sawah, dusun Gunung Menur, dan Dusun Pettongbulung.  “Tadi bersama forkopimcam sudah melakukan monitoring longsor, dan memberikan pembatas jalan di sepanjang area longsor,” kata Sekdes Gunungteguh Hasan.

Di lokasi lain, longsor juga terjadi di Desa Sungai Rujing, Dusun Bukkol Timur Rujing (Butir). TPT di desa itu berada di area sekolah  SDIT, dan Dusun Tanjung area pemukiman warga.  “Tidak ada korban jiwa. Intensitas hujan cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik M Najikh mengatakan, pemerintah sudah menargetkan pembebasan lahan untuk dijadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang digunakan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lahan tersebut seluas sehektar akan menjadi penampungan TPSP baik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak. “Dengan adanya TPA itu, kami harapkan nanti pembuangan air lancar dan tidak ada banjir di kepulauan,” harap Najikh. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru