alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

DPRD Berikan Lampu Hijau Penertiban Warkop Telaga Ngipik

GRESIK – Usai Satpol PP Pemkab Gresik berhasil menjaring beberapa wanita di warkop Telaga Ngipik, DPRD Gresik memberikan lampu hijau pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Gresik untuk melakukan penertiban. Dengan catatan warkop yang ditertibkan merupakan warkop remang-remang yang berada di sekitar Telaga Ngipik.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah mewanti-wanti agar penertiban itu tidak serampangan.  “Ada warung yang benar-benar tidak remang seperti murni menjual makan, bengkel, dan lainnya. Itu yang harus diperhatikan,” kata Nur Saidah.

Dikatakan, DPRD telah mengundang pihak terkait sebelum penertiban warung-warung di Ngipik pada 23 Agustus lalu. Rapat dihadiri pimpinan DPRD, Ketua Komisi I dan II, pihak kejaksaan, kodim 0817, polres, dispol PP, diskoperindag, pihak PT SMI (Sinergi Mitra Investama). Rapat juga dihadiri sejumlah pedagang di Ngipik, antara lain UMKM, paguyuban penjual bunga, dan pihak terkait lainnya. Bahkan pada rapat saat itu DPRD mendukung penertiban warung remang-remang di Ngipik, bahkan penutupan.

“Jadi, tidak boleh lagi ada laporan kegagalan dari Satpol PP dalam penertiban karena ada perlawanan seperti yang disampaikan Kepala Satpol PP (Abu Hasan) saat mediasi. DPRD Gresik sangat mengapresiasi dan mendukung bila penertiban ini berhasil,” kata Nur Saidah.

Mediasi tersebut juga menyepakati satpol PP sebagai pihak yang berwenang sepenuhnya untuk melakukan penertiban. “APBD Gresik memberi support anggaran penuh kepada satpol PP untuk melakukan tugas itu. Kegagalan satpol PP dalam melakukan penertiban tidak bisa ditoleransi karena itu tupoksinya. Di mana pun ada warung remang di situ satpol PP harus bergerak. Tidak hanya Ngipik, di semua wilayah Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, PT SMI juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparan site plan yang baru. Meliputi grand design, lama masa renovasi, serta relokasi UMKM. “Penertiban warung di Ngipik dan penataan setelahnya harus benar-benar direncanakan dengan baik. Semua akan disampaikan dalam agenda rapat gabungan dengan berapa komisi dan forkopimda agar ada solusi terbaik,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Usai Satpol PP Pemkab Gresik berhasil menjaring beberapa wanita di warkop Telaga Ngipik, DPRD Gresik memberikan lampu hijau pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Gresik untuk melakukan penertiban. Dengan catatan warkop yang ditertibkan merupakan warkop remang-remang yang berada di sekitar Telaga Ngipik.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah mewanti-wanti agar penertiban itu tidak serampangan.  “Ada warung yang benar-benar tidak remang seperti murni menjual makan, bengkel, dan lainnya. Itu yang harus diperhatikan,” kata Nur Saidah.

Dikatakan, DPRD telah mengundang pihak terkait sebelum penertiban warung-warung di Ngipik pada 23 Agustus lalu. Rapat dihadiri pimpinan DPRD, Ketua Komisi I dan II, pihak kejaksaan, kodim 0817, polres, dispol PP, diskoperindag, pihak PT SMI (Sinergi Mitra Investama). Rapat juga dihadiri sejumlah pedagang di Ngipik, antara lain UMKM, paguyuban penjual bunga, dan pihak terkait lainnya. Bahkan pada rapat saat itu DPRD mendukung penertiban warung remang-remang di Ngipik, bahkan penutupan.

-

“Jadi, tidak boleh lagi ada laporan kegagalan dari Satpol PP dalam penertiban karena ada perlawanan seperti yang disampaikan Kepala Satpol PP (Abu Hasan) saat mediasi. DPRD Gresik sangat mengapresiasi dan mendukung bila penertiban ini berhasil,” kata Nur Saidah.

Mediasi tersebut juga menyepakati satpol PP sebagai pihak yang berwenang sepenuhnya untuk melakukan penertiban. “APBD Gresik memberi support anggaran penuh kepada satpol PP untuk melakukan tugas itu. Kegagalan satpol PP dalam melakukan penertiban tidak bisa ditoleransi karena itu tupoksinya. Di mana pun ada warung remang di situ satpol PP harus bergerak. Tidak hanya Ngipik, di semua wilayah Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, PT SMI juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparan site plan yang baru. Meliputi grand design, lama masa renovasi, serta relokasi UMKM. “Penertiban warung di Ngipik dan penataan setelahnya harus benar-benar direncanakan dengan baik. Semua akan disampaikan dalam agenda rapat gabungan dengan berapa komisi dan forkopimda agar ada solusi terbaik,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/