alexametrics
27 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Dinkes Kirim Petugas Puskesmas Kontrol Santri

Gresik – Salah satu lembaga pendidikan yang sudah masuk di Gresik yakni pondok pesantren (ponpes). Meski begitu, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tetap melakukan pendampingan supaya tidak ada klaster baru pada penyebaran Covid-19.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M. Nuhkan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan pada protokol kesehatan sejak Juni dan Juli 2020. “Kami terus melakukan sosialisasi ke beberapa tempat, untuk ponpes akan kami optimalkan lagi Agustus hingga Desember 2020,” kata Nuhkan.

Dikatakan, dalam upaya melakukan pendampingan protokol kesehatan di pesantren, dinkes didampingi tim kesehatan dari puskesmas sekitar. Program yang diusung dalam upaya itu adalah Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Misalnya, untuk Ponpes Mambaus Sholihin Suci, akan didampingi puskesmas Manyar. Begitu pula ponpes lainnya. Sampai saat ini, upaya dalam menjaga protokoler kesehatan tetap mengikuti program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Kami berharap proses pembelajaran di pondok pesantren tetap melakukan protokol kesehatan agar terhindar dari virus. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan kembali pada kehidupan seperti biasanya,”ungkap dia.

Sementara itu, salah satu pengurus pesantren Muhammad Fatih  mengaku, protokoler kesehatan dijaga ketat di ponpes supaya tidak ada penyebaran di lingkungannya. “Kami sudah niati untuk beribadah dan belajar, semoga dilindungi semua para santri. Kami juga terus berkoordinasi dengan petugas dinkes setiap waktu,” pungkasnya. (jar/han)

Gresik – Salah satu lembaga pendidikan yang sudah masuk di Gresik yakni pondok pesantren (ponpes). Meski begitu, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tetap melakukan pendampingan supaya tidak ada klaster baru pada penyebaran Covid-19.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M. Nuhkan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan pada protokol kesehatan sejak Juni dan Juli 2020. “Kami terus melakukan sosialisasi ke beberapa tempat, untuk ponpes akan kami optimalkan lagi Agustus hingga Desember 2020,” kata Nuhkan.

Dikatakan, dalam upaya melakukan pendampingan protokol kesehatan di pesantren, dinkes didampingi tim kesehatan dari puskesmas sekitar. Program yang diusung dalam upaya itu adalah Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Misalnya, untuk Ponpes Mambaus Sholihin Suci, akan didampingi puskesmas Manyar. Begitu pula ponpes lainnya. Sampai saat ini, upaya dalam menjaga protokoler kesehatan tetap mengikuti program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

-

“Kami berharap proses pembelajaran di pondok pesantren tetap melakukan protokol kesehatan agar terhindar dari virus. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan kembali pada kehidupan seperti biasanya,”ungkap dia.

Sementara itu, salah satu pengurus pesantren Muhammad Fatih  mengaku, protokoler kesehatan dijaga ketat di ponpes supaya tidak ada penyebaran di lingkungannya. “Kami sudah niati untuk beribadah dan belajar, semoga dilindungi semua para santri. Kami juga terus berkoordinasi dengan petugas dinkes setiap waktu,” pungkasnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/