alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Dishub Godok Subsidi Tarif Angkutan Bawean

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini tengah berupaya merealisasikan subsidi angkutan lintas Bawean. Sebab apabila tidak ada subsidi, transportasi darat di Pulau Putri itu cukup mahal. Saat ini Dishub sedang menganjuka  ke Kementrian Perhubungan.

Keberadaan transportasi umum di Bawean memang cukup vital. Sebab warga luar Bawean apabila berkunjung kesana masih menggunakan kendaraan carter. Begitu pula untuk warga setempat. Untuk melakukan aktifitas hanya menggunakan kendaraan pribadi.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTd) XI untuk mendorong pengajuan subsidi tersebut. Info dari BPTD, saat ini surat pengajuan itu sedang diproses di Kementrian Perhubungan. “Sejauh mananya kami belum paham. Yang jelas kami sudah bersurat untuk permohonan subsidi angkutan perintis di Bawean,” kata Amri.

Amri menyebut, peluang subsidi angkutan di Bawean itu disetujui cukup besar. Sebab, dilihat dari tingkat manfaat gunanya, cukup kuat. Namun, kapan akan disetujui ini pihaknya belum bisa memastikan.

Apabila ke depan subsidi angkutan perintis ini tak kunjung terealisasi, warga Bawean harus merogoh kantong cukup banyak. Sebab, untuk tarif angkutan dengan kendaran Damri itu, tarif perjalanan pendek seharga Rp 10 ribu. Sedangkan tarif perjalanan panjang Rp 25 ribu. “Subsidi itu nanti mekanismenya dari pusat langsung ke pihak Damrinya biasanya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, transportasi di Bawean menggunakan angkutan umum itu merupakan perintis. Hanya ada dua armada yang akan mondar-mandir jalur lingkar Bawean. Masing-masing admada beroperasi dua kali putaran.

Menurutnya, selama ini integrasi transportasi di Bawean belum ada. Seperti contoh ketika penumpang kapal turun, disana penumpang harus mencarter kendaraan sendiri.

Nah setelah ada Damri itu, para penumpang kapal bisa langsung naik Damri untuk menuju kemana saja. Begitu pula sebaliknya. “Tidak hanya penumpang kapal ya, itu hanya salah satu integrasi transportasi. Angkutan itu juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” kata Nanang.

Namun di awal beroperasinya armada itu, Nanang menyebut masih menerapkan tarif normal. Sebab pihaknya saat ini tengah mengajukan transportasi perintis itu ke Dirjen Perhubungan Darat untuk mendapatkan subsidi.

“Nanti kalau disetujui, pengguna hanya mem ayar 50 persen saja. Dan minggu ini transportasi itu akan diresmikan,” pungkasnya. (fir/rof)

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini tengah berupaya merealisasikan subsidi angkutan lintas Bawean. Sebab apabila tidak ada subsidi, transportasi darat di Pulau Putri itu cukup mahal. Saat ini Dishub sedang menganjuka  ke Kementrian Perhubungan.

Keberadaan transportasi umum di Bawean memang cukup vital. Sebab warga luar Bawean apabila berkunjung kesana masih menggunakan kendaraan carter. Begitu pula untuk warga setempat. Untuk melakukan aktifitas hanya menggunakan kendaraan pribadi.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTd) XI untuk mendorong pengajuan subsidi tersebut. Info dari BPTD, saat ini surat pengajuan itu sedang diproses di Kementrian Perhubungan. “Sejauh mananya kami belum paham. Yang jelas kami sudah bersurat untuk permohonan subsidi angkutan perintis di Bawean,” kata Amri.

-

Amri menyebut, peluang subsidi angkutan di Bawean itu disetujui cukup besar. Sebab, dilihat dari tingkat manfaat gunanya, cukup kuat. Namun, kapan akan disetujui ini pihaknya belum bisa memastikan.

Apabila ke depan subsidi angkutan perintis ini tak kunjung terealisasi, warga Bawean harus merogoh kantong cukup banyak. Sebab, untuk tarif angkutan dengan kendaran Damri itu, tarif perjalanan pendek seharga Rp 10 ribu. Sedangkan tarif perjalanan panjang Rp 25 ribu. “Subsidi itu nanti mekanismenya dari pusat langsung ke pihak Damrinya biasanya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, transportasi di Bawean menggunakan angkutan umum itu merupakan perintis. Hanya ada dua armada yang akan mondar-mandir jalur lingkar Bawean. Masing-masing admada beroperasi dua kali putaran.

Menurutnya, selama ini integrasi transportasi di Bawean belum ada. Seperti contoh ketika penumpang kapal turun, disana penumpang harus mencarter kendaraan sendiri.

Nah setelah ada Damri itu, para penumpang kapal bisa langsung naik Damri untuk menuju kemana saja. Begitu pula sebaliknya. “Tidak hanya penumpang kapal ya, itu hanya salah satu integrasi transportasi. Angkutan itu juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” kata Nanang.

Namun di awal beroperasinya armada itu, Nanang menyebut masih menerapkan tarif normal. Sebab pihaknya saat ini tengah mengajukan transportasi perintis itu ke Dirjen Perhubungan Darat untuk mendapatkan subsidi.

“Nanti kalau disetujui, pengguna hanya mem ayar 50 persen saja. Dan minggu ini transportasi itu akan diresmikan,” pungkasnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/