alexametrics
30 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Warga Karangturi Gresik Gelar Perayaan Tradisi Damar Kurung

GRESIK – Untuk menjaga tradisi masyarakat di wilayah Gresik Kota, perayaan tradisi Damar Kurung kembali digelar oleh warga Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, Sabtu (28/11) malam. Perayaan yan dilaksananakan di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat warga dalam melestarikan tradisi. Bertempat di Musholla Mamba’ul Asiqin Kelurahan Karangturi, acara tersebut berlangsung meriah. Tak lupa warga juga menerapkan protokol Covid-19 dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Tradisi Damar Kurung ini telah berlangsung sejak tahun 1966. Setiap tahunnya warga bergotong royong untuk mengingat sejarah leluhur.

Terlihat juga istri cabup paslon NIAT Gus Yani, Nurul Haromaini memeriahkan acara tersebut dirinya mengatakan selain untuk menjaga tradisi yang sudah ada. ” Saya kagum dan bangga dengan warga Kelurahan Karangturi yang mampu melestarikan tradisi ini selama puluhan tahun dan tetap istiqomah sampai saat ini,” ujar Ning Nurul sapaan akrabnya. Damar Kurung merupakan icon kabupaten Gresik yang terkenal sebagai kota santri dan kaya akan budaya serta tradisinya. Karena itu, ia berharap warga tetap istiqomah dan jangan larut terhadap perkembangan zaman. “Mari kita bersama-sama menjaga tradisi leluhur, baik di Kelurahan maupun di Desa-desa. Sebab, sebuah tradisi ini mencerminkan kerukunan dan gotong royong warga. Disisi lain juga menjaga warisan baik para leluhur,” ungkap istri Gus Yani sekaligus putri KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali.

Disisi lain Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Zainal Abidin menerangkan, peringatan tradisi damar kurung ini merupakan peninggalan para pendahulunya di era wali songo Sunan Giri. “Dinamakan Damar Kurung karena ini merupakan tradisi peninggalan era Sunan Giri. Makanya bersamaan dengan Maulidurrasul,”ucapnya. warga kelurahan Karangturi sudah sangat akrab dengan Gus Ali. Oleh sebab itu, pihaknya secara khusus mengundang putri beliau, Ning Nurul pada perayaan tradisi Damar Kurung tahun ini. “Ditahun-tahun sebelumnya Gus Ali secara rutin hadir kesini. Dan warga sini sudah tidak asing lagi dengan sosok Gus Ali. Makanya secara khusus putri beliau kita undang untuk hadir dalam peringatan tahun ini,”jelasnya.

Senada dengan Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Kepala TPQ Al Hasyimiyah, Masyro’ah mengaku senang peringatan tradisi damar kurung tahun ini dihadiri istri Gus Yani.

“Kebetulan Gus Yani dulu teman saya saat SD. Jadi kami sangat senang sekali istri Gus Yani bisa hadir di sela-sela padatnya aktivitas beliau mendampingi Gus Yani yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati,”ujar Masyro’ah yang didampingi Waka serta dewan Guru TPQ Al Hasyimiyah.(yud/han)

GRESIK – Untuk menjaga tradisi masyarakat di wilayah Gresik Kota, perayaan tradisi Damar Kurung kembali digelar oleh warga Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, Sabtu (28/11) malam. Perayaan yan dilaksananakan di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat warga dalam melestarikan tradisi. Bertempat di Musholla Mamba’ul Asiqin Kelurahan Karangturi, acara tersebut berlangsung meriah. Tak lupa warga juga menerapkan protokol Covid-19 dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Tradisi Damar Kurung ini telah berlangsung sejak tahun 1966. Setiap tahunnya warga bergotong royong untuk mengingat sejarah leluhur.

Terlihat juga istri cabup paslon NIAT Gus Yani, Nurul Haromaini memeriahkan acara tersebut dirinya mengatakan selain untuk menjaga tradisi yang sudah ada. ” Saya kagum dan bangga dengan warga Kelurahan Karangturi yang mampu melestarikan tradisi ini selama puluhan tahun dan tetap istiqomah sampai saat ini,” ujar Ning Nurul sapaan akrabnya. Damar Kurung merupakan icon kabupaten Gresik yang terkenal sebagai kota santri dan kaya akan budaya serta tradisinya. Karena itu, ia berharap warga tetap istiqomah dan jangan larut terhadap perkembangan zaman. “Mari kita bersama-sama menjaga tradisi leluhur, baik di Kelurahan maupun di Desa-desa. Sebab, sebuah tradisi ini mencerminkan kerukunan dan gotong royong warga. Disisi lain juga menjaga warisan baik para leluhur,” ungkap istri Gus Yani sekaligus putri KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali.

-

Disisi lain Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Zainal Abidin menerangkan, peringatan tradisi damar kurung ini merupakan peninggalan para pendahulunya di era wali songo Sunan Giri. “Dinamakan Damar Kurung karena ini merupakan tradisi peninggalan era Sunan Giri. Makanya bersamaan dengan Maulidurrasul,”ucapnya. warga kelurahan Karangturi sudah sangat akrab dengan Gus Ali. Oleh sebab itu, pihaknya secara khusus mengundang putri beliau, Ning Nurul pada perayaan tradisi Damar Kurung tahun ini. “Ditahun-tahun sebelumnya Gus Ali secara rutin hadir kesini. Dan warga sini sudah tidak asing lagi dengan sosok Gus Ali. Makanya secara khusus putri beliau kita undang untuk hadir dalam peringatan tahun ini,”jelasnya.

Senada dengan Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Kepala TPQ Al Hasyimiyah, Masyro’ah mengaku senang peringatan tradisi damar kurung tahun ini dihadiri istri Gus Yani.

“Kebetulan Gus Yani dulu teman saya saat SD. Jadi kami sangat senang sekali istri Gus Yani bisa hadir di sela-sela padatnya aktivitas beliau mendampingi Gus Yani yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati,”ujar Masyro’ah yang didampingi Waka serta dewan Guru TPQ Al Hasyimiyah.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/