alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Himagrotek UMG Ajak Warga Manfaatkan Limbah Rumah Tangga

GRESIK – Sebanyak 18 mahasiswa Prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan PHP2D di Dusun Klitih Desa Wajik Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Selasa (28/9) pagi. Kegiatan tersebut bertema pengembangan komposter sampah rumah tangga untuk mendukung lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung sejak awal September ini fokus pada sosialisasi kepada ibu rumah tangga di Dusun Klitih. Mereka diajari pembuatan komposter dari ember serta penanaman dengan menggunakan sistem vertikultur.

Ketua PHP2D Anang Dwi Febrianto menuturkan kegiatan ini digelar karena kurang pedulinya masyarakat terhadap limbah rumah tangga yang tidak dimanfaatkan. “ Memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kulit buah, sayuran, sisa makanan kita jadikan kompos,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut sekitar 43 ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan nampak antusias. Mereka dibagi menjadi enam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari tujuh hingga enam orang. Mereka mendapatkan bimbingan dan pelatihan setiap satu minggu sekali untuk membuat pupuk organik padat maupun cair.

“Kita ajak ibu-ibu membuat kompos, mulai dari pengumpulan sampah hingga mendapatkan hasil, kita pantau setiap seminggu sekali,” kata Arofatuz Zumroh salah satu mahasiswa.

Sementara itu Kepala Dusun Klitih Desa Wajik Kasianto mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih sebagian warganya memiliki mata pencaharian sebagai petani.

“Yang jelas saya pribadi dan warga sangat senang sekali dengan kehadiran adik dari UMG, ini bisa mendukung kami khususnya Ibu-ibu untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi lebih berguna,” ujarnya.

Dalam kegiatan kemarin Selasa, para ibu ibu diajak untuk memanfaatkan kompos yang telah diproduksi sebagai pupuk. Mereka ditantang berkreasi dan berlomba dengan tim lain untuk membuat veltikultur memanfaatkan botol plastik. Ibu-ibu sangat antusias menanam bibit sayuran sawi pakcoy dan selada.

Harapan kedepannya ibu-ibu yang mengikuti  program ini bisa bekerjasama dengan pasar dan pengepul untuk menampung hasil panen. (rir/han)

GRESIK – Sebanyak 18 mahasiswa Prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan PHP2D di Dusun Klitih Desa Wajik Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Selasa (28/9) pagi. Kegiatan tersebut bertema pengembangan komposter sampah rumah tangga untuk mendukung lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung sejak awal September ini fokus pada sosialisasi kepada ibu rumah tangga di Dusun Klitih. Mereka diajari pembuatan komposter dari ember serta penanaman dengan menggunakan sistem vertikultur.

Ketua PHP2D Anang Dwi Febrianto menuturkan kegiatan ini digelar karena kurang pedulinya masyarakat terhadap limbah rumah tangga yang tidak dimanfaatkan. “ Memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kulit buah, sayuran, sisa makanan kita jadikan kompos,” terangnya.

-

Dalam kesempatan tersebut sekitar 43 ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan nampak antusias. Mereka dibagi menjadi enam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari tujuh hingga enam orang. Mereka mendapatkan bimbingan dan pelatihan setiap satu minggu sekali untuk membuat pupuk organik padat maupun cair.

“Kita ajak ibu-ibu membuat kompos, mulai dari pengumpulan sampah hingga mendapatkan hasil, kita pantau setiap seminggu sekali,” kata Arofatuz Zumroh salah satu mahasiswa.

Sementara itu Kepala Dusun Klitih Desa Wajik Kasianto mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih sebagian warganya memiliki mata pencaharian sebagai petani.

“Yang jelas saya pribadi dan warga sangat senang sekali dengan kehadiran adik dari UMG, ini bisa mendukung kami khususnya Ibu-ibu untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi lebih berguna,” ujarnya.

Dalam kegiatan kemarin Selasa, para ibu ibu diajak untuk memanfaatkan kompos yang telah diproduksi sebagai pupuk. Mereka ditantang berkreasi dan berlomba dengan tim lain untuk membuat veltikultur memanfaatkan botol plastik. Ibu-ibu sangat antusias menanam bibit sayuran sawi pakcoy dan selada.

Harapan kedepannya ibu-ibu yang mengikuti  program ini bisa bekerjasama dengan pasar dan pengepul untuk menampung hasil panen. (rir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/