alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Tiga Kampung Disulap Jadi Wisata Heritage, Tujuh Jalan Direvitalisasi

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai fokus menata wisata heritage di di Gresik. Salah satunya membagi tiga kampung wisata heritage dengan ciri khas unik di wilayahnya masing-masing. Yakni, kampung Kemasan atau Pribumi, Pecinan dan Arab.

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, ketiga kampung tersebut akan ditata ulang. Bangunan maupun lingkungannya akan direvitalisasi baik dengan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) maupun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dari tiga kampung tersebut, tujuh jalan yang akan dijadikan wisata heritage. Empat jalan di Kawasan Kampung Kemasan yakni Jalan Basuki Rahmat sepanjang 200 meter, AKS Tubun sepanjang 200 meter, Jalan Kramat Langon panjang 317 meter dan Jalan Agus Salim sepanjang 269 meter. Lalu, dua jalan di Kampung Arab yakni Jalan Malik Ibrahim panjang 460 meter dan Jalan KH. Zubair panjang 625 meter. Kemudian, Jalan Setia Budi panjang 160 meter yang berada di Kampung Pecinan. Dengan adanya revitalisasi itu, kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dapat mengubah wisata heritage lebih menarik lagi.

“Kami akan membangun pedestrian dan drainase pada tujuh ruas jalan. Kami akan perbaiki dikerjakan secara bergiliran. Sehingga pengguna jalan tetap bisa melakukan aktivitas secara normal,” kata Ida kepada wartawan di Gresik, Jumat (28/1).

 

Dikatakan, proses revitalisasi dan pembangunan akan dibuat semenarik mungkin. Kawasan Kampung Pribumi dan Kemasan misalnya. Semua infrastruktur dibuat model kolonial mulai dari lampu, taman dan aksesoris penunjang lainnya. Gardu Suling juga akan dipercantik lagi, sehingga bisa digunakan selfie pengunjung. Kawasan Jalan Basuki Rahmat akan ditanam pohon peneduh baik di kanan maupun kiri jalan.

Kawasan Kampung Arab juga demikian. Desain bangunan di Jalan KH Ahmad Zubair dibuat selayaknya di Arab. Sementara, di Jalan Setia Budi, Klenteng menjadi salah satu magnet wisata heritage di Kampung Pecinan. “Jalan Setiabudi atau Kampung Pecinan dikerjakan dana APBD Gresik. Desain jalan tersebut sesuai dengan kawasan Cina, mulai ornament, lampu dan sarana penunjang lain,” kata Ida. (jar/han)

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai fokus menata wisata heritage di di Gresik. Salah satunya membagi tiga kampung wisata heritage dengan ciri khas unik di wilayahnya masing-masing. Yakni, kampung Kemasan atau Pribumi, Pecinan dan Arab.

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, ketiga kampung tersebut akan ditata ulang. Bangunan maupun lingkungannya akan direvitalisasi baik dengan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) maupun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dari tiga kampung tersebut, tujuh jalan yang akan dijadikan wisata heritage. Empat jalan di Kawasan Kampung Kemasan yakni Jalan Basuki Rahmat sepanjang 200 meter, AKS Tubun sepanjang 200 meter, Jalan Kramat Langon panjang 317 meter dan Jalan Agus Salim sepanjang 269 meter. Lalu, dua jalan di Kampung Arab yakni Jalan Malik Ibrahim panjang 460 meter dan Jalan KH. Zubair panjang 625 meter. Kemudian, Jalan Setia Budi panjang 160 meter yang berada di Kampung Pecinan. Dengan adanya revitalisasi itu, kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dapat mengubah wisata heritage lebih menarik lagi.

“Kami akan membangun pedestrian dan drainase pada tujuh ruas jalan. Kami akan perbaiki dikerjakan secara bergiliran. Sehingga pengguna jalan tetap bisa melakukan aktivitas secara normal,” kata Ida kepada wartawan di Gresik, Jumat (28/1).

-

 

Dikatakan, proses revitalisasi dan pembangunan akan dibuat semenarik mungkin. Kawasan Kampung Pribumi dan Kemasan misalnya. Semua infrastruktur dibuat model kolonial mulai dari lampu, taman dan aksesoris penunjang lainnya. Gardu Suling juga akan dipercantik lagi, sehingga bisa digunakan selfie pengunjung. Kawasan Jalan Basuki Rahmat akan ditanam pohon peneduh baik di kanan maupun kiri jalan.

Kawasan Kampung Arab juga demikian. Desain bangunan di Jalan KH Ahmad Zubair dibuat selayaknya di Arab. Sementara, di Jalan Setia Budi, Klenteng menjadi salah satu magnet wisata heritage di Kampung Pecinan. “Jalan Setiabudi atau Kampung Pecinan dikerjakan dana APBD Gresik. Desain jalan tersebut sesuai dengan kawasan Cina, mulai ornament, lampu dan sarana penunjang lain,” kata Ida. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/