alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Terjang Banjir Kali Lamong, Dua Sejoli Berangkat Akad Nikah ke KUA

GRESIK– Banjir luapan Kali Lamong kembali merendam sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Banjir kali ini, membuat akses desa di Kecamatan Balongpanggang terputus karena terendam banjir.

Banjir kali ini disebut lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya.  Di  kecamatan Balongpanggang sedikitnya ada delapan desa terendam banjir. Area persawahan dan akses jalan tidak luput terendam luapan kali lamong ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir tiba pada Minggu 27 Desember 2020 malam, sekitar pukul 23.00 Wib hingga pagi hari ini.

Uniknya ditengah musibah banjir, ada sebuah video viral yang beredar di tengah nasyarakat. Didalam video tersebut terlihat ada dua mempelai pengantin bernama Dedy Kurniawan, 34, warga Simo Kalangan 29-K Surabaya dan calon istrinya Desi Yuni Astutik, 25, warga Dusun Bareng, Desa Banter Kecamatan Benjeng terlihat menyebrangi luapan air banjir.

Keduanya sejatinya akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Benjeng yang berjarak sekitar 2 Km dari rumahnya.

Dedy menuturkan, semula dia berangkat dari rumah calon istrinya pukul 06.30. Namun karena kondisi banjir sudah tinggi maka diputuskan untuk menggunakan kendaraan roda dua alias sepeda motor.

“Ternyata pada waktu mendekati kantor KUA ketinggian air diatas lutut. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saya dan istri memutuskan berjalan kaki saja,” kata dia.

Sontak hal ini mengundang banyak perhatian masyarakat. Tidak sedikit yang mengambil ponsel di sakunya untuk diabadikan. Dedy menyebut, sesuai jadwal hanya dirinya yang melangsungkan pernikahan di KUA Benjeng.

“Alhamdulillah proses akad dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar. Hal ini menjadi kenangan sendiri buat saya dan istri pernah melewati luapan banjir kalilamong dengan busana pernikahan lengkap,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Slamet warga Pucung Benjeng menyebut, banjir kali ini merendam desa ngampel, Tanahlandean, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding Banjaragung, dan Pucung.

“Perkampungan, sawah terendam banjir. Ini lebih besar dibanding banjir kemarin,” kata Slamet, warga Desa Pucung, Senin (28/12)

Bahkan, kata dia, banjir yang merendam hingga pagi ini  membuat akses di Desa Wotansari dan Desa Banjaragung terputus. Kedua desa terisolir karena tingginya air membuat jalan desa tidak terlihat.

Di Desa wotansari ketinggian air diperkirakan mencapai 50 sentimeter.
Warga desa Wotansari, dan Banjaragung yang berada di bantaran kali lamong, kompak membuat dapur umum.

Sementata itu, Kepala desa Wotansari, Hariyono menyebut jalan desa terputus dan tidak bisa dilalui warga.

“Jalan poros desa terputus, karena banjir lebih besar,” terang Hariyono.

Dibagian yang lain, Kades Banjaragung, Harginto mengatakan hampir seluruh rumah warga di dusun Banjaragung terendam banjir.

“Kita langsung bangun dapur umum, kasihan warga terdampak banjir tidak bisa memasak,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, banjir juga merendam desa Kedungrukem, Sedapurklagen, Ngablak, Munggugianti di Kecamatan Benjeng. Dan sejumlah desa di Kecamatan Menganti dan Kedamean. Akses jalan di Jalan Raya Benjeng masih terendam banjir namun masih bisa dilalui pengendara roda dua atau lebih. (fir/han)

GRESIK– Banjir luapan Kali Lamong kembali merendam sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Banjir kali ini, membuat akses desa di Kecamatan Balongpanggang terputus karena terendam banjir.

Banjir kali ini disebut lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya.  Di  kecamatan Balongpanggang sedikitnya ada delapan desa terendam banjir. Area persawahan dan akses jalan tidak luput terendam luapan kali lamong ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir tiba pada Minggu 27 Desember 2020 malam, sekitar pukul 23.00 Wib hingga pagi hari ini.

Uniknya ditengah musibah banjir, ada sebuah video viral yang beredar di tengah nasyarakat. Didalam video tersebut terlihat ada dua mempelai pengantin bernama Dedy Kurniawan, 34, warga Simo Kalangan 29-K Surabaya dan calon istrinya Desi Yuni Astutik, 25, warga Dusun Bareng, Desa Banter Kecamatan Benjeng terlihat menyebrangi luapan air banjir.

-

Keduanya sejatinya akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Benjeng yang berjarak sekitar 2 Km dari rumahnya.

Dedy menuturkan, semula dia berangkat dari rumah calon istrinya pukul 06.30. Namun karena kondisi banjir sudah tinggi maka diputuskan untuk menggunakan kendaraan roda dua alias sepeda motor.

“Ternyata pada waktu mendekati kantor KUA ketinggian air diatas lutut. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saya dan istri memutuskan berjalan kaki saja,” kata dia.

Sontak hal ini mengundang banyak perhatian masyarakat. Tidak sedikit yang mengambil ponsel di sakunya untuk diabadikan. Dedy menyebut, sesuai jadwal hanya dirinya yang melangsungkan pernikahan di KUA Benjeng.

“Alhamdulillah proses akad dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar. Hal ini menjadi kenangan sendiri buat saya dan istri pernah melewati luapan banjir kalilamong dengan busana pernikahan lengkap,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Slamet warga Pucung Benjeng menyebut, banjir kali ini merendam desa ngampel, Tanahlandean, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding Banjaragung, dan Pucung.

“Perkampungan, sawah terendam banjir. Ini lebih besar dibanding banjir kemarin,” kata Slamet, warga Desa Pucung, Senin (28/12)

Bahkan, kata dia, banjir yang merendam hingga pagi ini  membuat akses di Desa Wotansari dan Desa Banjaragung terputus. Kedua desa terisolir karena tingginya air membuat jalan desa tidak terlihat.

Di Desa wotansari ketinggian air diperkirakan mencapai 50 sentimeter.
Warga desa Wotansari, dan Banjaragung yang berada di bantaran kali lamong, kompak membuat dapur umum.

Sementata itu, Kepala desa Wotansari, Hariyono menyebut jalan desa terputus dan tidak bisa dilalui warga.

“Jalan poros desa terputus, karena banjir lebih besar,” terang Hariyono.

Dibagian yang lain, Kades Banjaragung, Harginto mengatakan hampir seluruh rumah warga di dusun Banjaragung terendam banjir.

“Kita langsung bangun dapur umum, kasihan warga terdampak banjir tidak bisa memasak,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, banjir juga merendam desa Kedungrukem, Sedapurklagen, Ngablak, Munggugianti di Kecamatan Benjeng. Dan sejumlah desa di Kecamatan Menganti dan Kedamean. Akses jalan di Jalan Raya Benjeng masih terendam banjir namun masih bisa dilalui pengendara roda dua atau lebih. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/