alexametrics
30 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Kembali Dibuka, Puluhan Pedagang Pudak Gallery Pilih Mundur

GRESIK – Puluhan pedagang yang menempati stand di pudak gallery angkat tangan dan mundur jika pudak galeri kembali dibuka. Hal tersebut diungkapkan jajaran camat setelah melakukan komunikasi dengan pihak pedagang.

“Para pedagang sudah tidak sanggup melanjutkan berjualan di pudak gallery. Hal ini karena tidak sesuai dengan hasil yang didapat. Apalagi jarak tempat tinggal pedagang yang jauh serta tempat jualan yang kurang memenuhi syarat” kata Sujarto Camat Menganti.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Camat Driyorejo Narto, Camat Benjeng Suryo Wibowo dan Camat Panceng Dwi Purbo Wahyono. Mereka yang jarak wilayahnya memang jauh dari area Pudak Galery sepakat tidak meneruskan mengisi stand kuliner mengingat jaraknya yang jauh.

Sedangkan para pengisi stand UMKM yang ada di lantai satu semuanya menyatakan tidak masalah untuk membuka kembali standnya. Namun beberapa masukan disampaikan kepada Bupati yaitu agar membuka pintu bagian depan yang selama ini ditutup.

Beberapa usulan juga masuk di antaranya mengubah design dan disply Gedung agar tidak panas dan lebih lebih terlihat menarik. Sementara beberapa usulan masuk yaitu lebih menata dengan konsep selera budaya Gresik yang suka ngopi. Tatanan juga diupayakan agar stand stand di pudak gallery lebih welcome sebagai ruang public yang mendukung konsep pasar modern yang lebih terbuka. Bupati lebih condong mengubah design yang lebih pro pasar dengan menambah billboard yang lebih komunikatif.

“Selama ini orang masih bingung, ada apa di pudak gallery. Disini tidak ada keterangan atau informasi yang komunikatif ke masyarakat. Tentu saja hal-hal lain misalnya konsep pasar juga harus ditata agar lebih kekinian.” katanya.

Seperti diketahui, sejak diresmikan Pudak gallery yang diproyeksikan sebagai Pusat produk unggulan dan Kuliner di Gresik ini prastis hanya beroperasi selama beberapa bulan. Kemudian tutup seiring hempasan pandemi yang melanda Indonesia mulai April 2020 lalu.

Ada 34 pengisi stand yang berada di lantai I dan lantai II pudak gallery. Masing-masing 16 pengisi stand kuliner dari 16 kecamatan yang menempati lantai II. Sedangkan 18 stand yang ada di lantai I adalah diisi oleh beberapa perwakilan UMKM binaan dari berbagai organisasi Dharma Wanita Instansi yang ada di Pemkab Gresik.

“Kita mencoba beradaptasi dengan situasi, untuk membuka pudak gallery sebagai sentra ekonomi Kuliner dan produk unggulan Gresik. Makanya saya mengumpulkan para Camat yang bertanggung jawab kepada para pengisi stand kuliner dari masing-masing kecamatan. Kami butuh kepastian jangan sampai para pengisi stand yang lama merasa dirugikan” kata Gus Yani. (fir/rof)

GRESIK – Puluhan pedagang yang menempati stand di pudak gallery angkat tangan dan mundur jika pudak galeri kembali dibuka. Hal tersebut diungkapkan jajaran camat setelah melakukan komunikasi dengan pihak pedagang.

“Para pedagang sudah tidak sanggup melanjutkan berjualan di pudak gallery. Hal ini karena tidak sesuai dengan hasil yang didapat. Apalagi jarak tempat tinggal pedagang yang jauh serta tempat jualan yang kurang memenuhi syarat” kata Sujarto Camat Menganti.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Camat Driyorejo Narto, Camat Benjeng Suryo Wibowo dan Camat Panceng Dwi Purbo Wahyono. Mereka yang jarak wilayahnya memang jauh dari area Pudak Galery sepakat tidak meneruskan mengisi stand kuliner mengingat jaraknya yang jauh.

-

Sedangkan para pengisi stand UMKM yang ada di lantai satu semuanya menyatakan tidak masalah untuk membuka kembali standnya. Namun beberapa masukan disampaikan kepada Bupati yaitu agar membuka pintu bagian depan yang selama ini ditutup.

Beberapa usulan juga masuk di antaranya mengubah design dan disply Gedung agar tidak panas dan lebih lebih terlihat menarik. Sementara beberapa usulan masuk yaitu lebih menata dengan konsep selera budaya Gresik yang suka ngopi. Tatanan juga diupayakan agar stand stand di pudak gallery lebih welcome sebagai ruang public yang mendukung konsep pasar modern yang lebih terbuka. Bupati lebih condong mengubah design yang lebih pro pasar dengan menambah billboard yang lebih komunikatif.

“Selama ini orang masih bingung, ada apa di pudak gallery. Disini tidak ada keterangan atau informasi yang komunikatif ke masyarakat. Tentu saja hal-hal lain misalnya konsep pasar juga harus ditata agar lebih kekinian.” katanya.

Seperti diketahui, sejak diresmikan Pudak gallery yang diproyeksikan sebagai Pusat produk unggulan dan Kuliner di Gresik ini prastis hanya beroperasi selama beberapa bulan. Kemudian tutup seiring hempasan pandemi yang melanda Indonesia mulai April 2020 lalu.

Ada 34 pengisi stand yang berada di lantai I dan lantai II pudak gallery. Masing-masing 16 pengisi stand kuliner dari 16 kecamatan yang menempati lantai II. Sedangkan 18 stand yang ada di lantai I adalah diisi oleh beberapa perwakilan UMKM binaan dari berbagai organisasi Dharma Wanita Instansi yang ada di Pemkab Gresik.

“Kita mencoba beradaptasi dengan situasi, untuk membuka pudak gallery sebagai sentra ekonomi Kuliner dan produk unggulan Gresik. Makanya saya mengumpulkan para Camat yang bertanggung jawab kepada para pengisi stand kuliner dari masing-masing kecamatan. Kami butuh kepastian jangan sampai para pengisi stand yang lama merasa dirugikan” kata Gus Yani. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/