alexametrics
30 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Tinjau Posko, Bupati Minta Seluruh Elemen Kompak Tangani Covid-19

GRESIK –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta agar seluruh elemen bisa kompak menangani Covid-19. Aparat desa harus bergerak dan berkolaborasi untuk menangani kasus Covid di era PPKM Level 4.

“Kami bersama Forkopimda dan Bu Wabup ingin menyamakan persepsi di masyarakat. Memberikan arahan kepada kades agar bisa lebih peka dan tanggap di situasi seperti ini,”jelas Gus Yani.

Menurut Gus Yani, dalam penanganan Covid-19, pemerintah desa harus melibatkan RT/RW dan karang taruna. “Keterlibatan RT/RW diharapkan mengetahui masyarakat siapa terpapar Covid-19. Data itu harus ada dan valid. Semangat gotong – royong harus ada hingga tingkat desa,”jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa (Kades) juga diminta memaksimalkan dana desa (DD) untuk penanganan Covid-19. “Lebih banyak, lebih bagus. Jangan terpaku minimal 8 persen,”terang dia.

Kemudian untuk posko yang tersebar di seluruh Kabupaten tersebut hasil kolaborasi dengan lembaga amil zakat (LAZ) bersama relawan yang telah dibentuk pemerintah daerah. Ada 10 Puskesmas yang disiagakan sebagai penanganan pertama Covid-19. Kemudian, 5 Puskesmas khusus untuk penanganan Ibu Hamil. “Ada 15 puskesmas kita buka Utara, Selatan, Utara, ini untuk penanganan pertama. Dari puskesmas itu dinyatakan isoman, di rumah apa di RS, apa di Gejos. Itu kita terangkan ke kades,”ungkapnya. (jar/rof)


GRESIK –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta agar seluruh elemen bisa kompak menangani Covid-19. Aparat desa harus bergerak dan berkolaborasi untuk menangani kasus Covid di era PPKM Level 4.

“Kami bersama Forkopimda dan Bu Wabup ingin menyamakan persepsi di masyarakat. Memberikan arahan kepada kades agar bisa lebih peka dan tanggap di situasi seperti ini,”jelas Gus Yani.

Menurut Gus Yani, dalam penanganan Covid-19, pemerintah desa harus melibatkan RT/RW dan karang taruna. “Keterlibatan RT/RW diharapkan mengetahui masyarakat siapa terpapar Covid-19. Data itu harus ada dan valid. Semangat gotong – royong harus ada hingga tingkat desa,”jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa (Kades) juga diminta memaksimalkan dana desa (DD) untuk penanganan Covid-19. “Lebih banyak, lebih bagus. Jangan terpaku minimal 8 persen,”terang dia.

-

Kemudian untuk posko yang tersebar di seluruh Kabupaten tersebut hasil kolaborasi dengan lembaga amil zakat (LAZ) bersama relawan yang telah dibentuk pemerintah daerah. Ada 10 Puskesmas yang disiagakan sebagai penanganan pertama Covid-19. Kemudian, 5 Puskesmas khusus untuk penanganan Ibu Hamil. “Ada 15 puskesmas kita buka Utara, Selatan, Utara, ini untuk penanganan pertama. Dari puskesmas itu dinyatakan isoman, di rumah apa di RS, apa di Gejos. Itu kita terangkan ke kades,”ungkapnya. (jar/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru