alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Proyek Underpass Wahidin Kembali Dilanjutkan

GRESIK – Proyek tahap II pembangunan underpass Jalan dr  Wahidin Sudirohusodo mulai digarap, Senin (24/5). Sejumlah pekerja dan alat berat mulai bekerja menyelesaikan proyek yang menelan anggaran Rp 5 miliar tersebut.

Pantauan di lapangan, alat berat mulai mengeruk tebing sisi barat underpass. Rencananya di situ akan dibangun beton penahan agar tidak terjadi longsoran. Para pekerja pun terlihat mulai beraktivitas di lokasi.

Dari data LPSE Pemkab Gresik, pagu anggaran untuk pembangunan tahap II yakni sekitar Rp. 4,9 miliar. Namun, setelah dilelang kebutuhan dananya sebesar Rp. 3,92 miliar yang dimenangkan PT Viramid Merah Groups. Tahap II ini berupa finishing dan penambahan ornamen.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Bina Marga DPUTR Gresik Diananita. Saat dikonfirmasi ia menyebut estimasi pengerjaan akan berjalan kurang lebih lima bulan. “Iya proyek tahap II mulai digarap. Kalau berjalan lancar estimasinya lima bulan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi memberikan catatan terhadap berlangsungnya pengerjaan tahap II underpass yang membelah jalan utama dr Wahidin Sudirohusodo. Salah satunya terkait pembangunan beton penahan tebing. “Beton penahan tebing harus dibangun kuat jangan asal-asalan. Jangan sampai nanti tidak kuat menahan beban apalagi ruas jalan tersebut padat kendaraan,” kata politisi PKB itu.

Pihaknya mewanti-wanti agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu. Sebab, sudah lama masyarakat ingin menikmati fasilitas tersebut utamanya dalam rangka mengurai kepadatan kendaraan. “Kami juga berpesan agar konsultan pengawas dan DPUTR melakukan pengawasan secara teliti dan baik agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya,” tegas pria asal Kecamatan Menganti.

Terakhir pihaknya meminta agar pengerjaan tahap II harus sesuai. Di berkaca pada tahap I di mana ada penggunaan bahan yang diduga menggunakan bahan bekas, yakni paving trotoar sisi atas. Di sisi lain, meski sisi atas underpass sudah selesai, namun hingga saat ini belum dibuka. Padahal, pembangunan sudah selesai sejak akhir 2020 dan jalannya sudah dimarka. (fir/han)

GRESIK – Proyek tahap II pembangunan underpass Jalan dr  Wahidin Sudirohusodo mulai digarap, Senin (24/5). Sejumlah pekerja dan alat berat mulai bekerja menyelesaikan proyek yang menelan anggaran Rp 5 miliar tersebut.

Pantauan di lapangan, alat berat mulai mengeruk tebing sisi barat underpass. Rencananya di situ akan dibangun beton penahan agar tidak terjadi longsoran. Para pekerja pun terlihat mulai beraktivitas di lokasi.

Dari data LPSE Pemkab Gresik, pagu anggaran untuk pembangunan tahap II yakni sekitar Rp. 4,9 miliar. Namun, setelah dilelang kebutuhan dananya sebesar Rp. 3,92 miliar yang dimenangkan PT Viramid Merah Groups. Tahap II ini berupa finishing dan penambahan ornamen.

-

Hal tersebut dibenarkan Kabid Bina Marga DPUTR Gresik Diananita. Saat dikonfirmasi ia menyebut estimasi pengerjaan akan berjalan kurang lebih lima bulan. “Iya proyek tahap II mulai digarap. Kalau berjalan lancar estimasinya lima bulan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi memberikan catatan terhadap berlangsungnya pengerjaan tahap II underpass yang membelah jalan utama dr Wahidin Sudirohusodo. Salah satunya terkait pembangunan beton penahan tebing. “Beton penahan tebing harus dibangun kuat jangan asal-asalan. Jangan sampai nanti tidak kuat menahan beban apalagi ruas jalan tersebut padat kendaraan,” kata politisi PKB itu.

Pihaknya mewanti-wanti agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu. Sebab, sudah lama masyarakat ingin menikmati fasilitas tersebut utamanya dalam rangka mengurai kepadatan kendaraan. “Kami juga berpesan agar konsultan pengawas dan DPUTR melakukan pengawasan secara teliti dan baik agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya,” tegas pria asal Kecamatan Menganti.

Terakhir pihaknya meminta agar pengerjaan tahap II harus sesuai. Di berkaca pada tahap I di mana ada penggunaan bahan yang diduga menggunakan bahan bekas, yakni paving trotoar sisi atas. Di sisi lain, meski sisi atas underpass sudah selesai, namun hingga saat ini belum dibuka. Padahal, pembangunan sudah selesai sejak akhir 2020 dan jalannya sudah dimarka. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/