alexametrics
24 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

Anggaran Minim, Pesimis Smart City Terwujud

GRESIK- Minimnya anggaran yang diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik mendapat sorotan dari kalangan DPRD Gresik. Wakil rakyat pesimis dengan anggaran yang ada bisa mewujudkan smart city.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi III Abdullah Hamdi dalam forum grup diskusi (FGD) sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

“Anggaran di Kominfo tidak sampai 10 persen anggaran bidang Bina Marga PU. Bagaimana bisa mewujudkan pemerintahan yang smart,” ujar Hamdi.

Padahal, lanjut dia, untuk mewujudkan smart city diperlukan banyak persiapan. Ini akan menjadi evaluasi bersama. “SPBE ini masih tahap awal menuju smart city. Ini saja masih belum maksimal,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan anggaran untuk mewujudkan smart city. Sebab, di era revolusi industri 4.0 seluruh kerja pemerintahan harus berbasis elektronik. “Sehingga bisa efisien dan efektif dalam melayani masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Gresik Budi Raharjo mengatakan pihaknya terus mempersiapkan rencana mewujudkan smart city. Tahap awal ini, memang fokus pada penerapan SPBE. “Yang terpenting perencanaannya matang. Nanti terkait realisasinya akan dilakukan bertahap menyesuaikan anggaran,” ungkapnya.

Dikatakan, memang proses menuju smart city masih sangat panjang. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai perangkat elektronik, SDM hingga sinkronikasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Sesuai arahan pak bupati, saat ini kami fokus melakukan sinkronisasi perangkat elektronik dalam satu aplikasi Gresikpedia,” ujarnya.

Ditambahkan, dirinya berharap dukungan dari semua pihak agar rencana mewujudkan Gresik menjadi kota yang smart bisa terwujud. “Karena pemerintahan yang smart atau smart governance sesuai SPBE hanya satu dari 6 aspek untuk mewujudkan smart city,” imbuhnya. (rof)

 

GRESIK- Minimnya anggaran yang diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik mendapat sorotan dari kalangan DPRD Gresik. Wakil rakyat pesimis dengan anggaran yang ada bisa mewujudkan smart city.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi III Abdullah Hamdi dalam forum grup diskusi (FGD) sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

“Anggaran di Kominfo tidak sampai 10 persen anggaran bidang Bina Marga PU. Bagaimana bisa mewujudkan pemerintahan yang smart,” ujar Hamdi.

-

Padahal, lanjut dia, untuk mewujudkan smart city diperlukan banyak persiapan. Ini akan menjadi evaluasi bersama. “SPBE ini masih tahap awal menuju smart city. Ini saja masih belum maksimal,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan anggaran untuk mewujudkan smart city. Sebab, di era revolusi industri 4.0 seluruh kerja pemerintahan harus berbasis elektronik. “Sehingga bisa efisien dan efektif dalam melayani masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Gresik Budi Raharjo mengatakan pihaknya terus mempersiapkan rencana mewujudkan smart city. Tahap awal ini, memang fokus pada penerapan SPBE. “Yang terpenting perencanaannya matang. Nanti terkait realisasinya akan dilakukan bertahap menyesuaikan anggaran,” ungkapnya.

Dikatakan, memang proses menuju smart city masih sangat panjang. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai perangkat elektronik, SDM hingga sinkronikasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Sesuai arahan pak bupati, saat ini kami fokus melakukan sinkronisasi perangkat elektronik dalam satu aplikasi Gresikpedia,” ujarnya.

Ditambahkan, dirinya berharap dukungan dari semua pihak agar rencana mewujudkan Gresik menjadi kota yang smart bisa terwujud. “Karena pemerintahan yang smart atau smart governance sesuai SPBE hanya satu dari 6 aspek untuk mewujudkan smart city,” imbuhnya. (rof)

 

Most Read

Berita Terbaru

/