alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Kapolres Minta Pondok Pesantren Mewajibkan Santrinya Bermasker

GRESIK – Polres Gresik meminta seluruh pondok agar mewajibkan santrinya bermasker. Ini sesuai arahan Gubernur dan Kapolda Jatim. Ini menjadi langkah antisipasi kluster baru di lingkungan pondok pesantren.

“Pencanangan santri bermasker ini merupakan bagian penting dalam ikhtiar menghadapi wabah covid-19. Hari ini kita laksanakan secara simbolis. Namun ke depan harapannga dapat diterapkan sungguh-sungguh di lingkungan pesantren,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Arief mengungkapkan program santri bermasker ini wujud perhatian pemerintah dalam memerhatikan kondisi masyarakat. Tidak terkecuali kalangan kyai, ulama dan santri yang notabene menetap di satu wilayah tertentu secara bersamaan.

“Penggunaan masker dan disipkin protokol kesehatan di lingkungan santri merupakan bentuk ikhtiar bersama,” ungkapnya.

Arief menjelaskan untuk itu program ini tidak akan berjalan optimal ketika kalangan pesantren dan tokoh agama tidak satu tujuan. “Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” jelas mantan Kapolres Ponorogo itu. (yud/rof)

GRESIK – Polres Gresik meminta seluruh pondok agar mewajibkan santrinya bermasker. Ini sesuai arahan Gubernur dan Kapolda Jatim. Ini menjadi langkah antisipasi kluster baru di lingkungan pondok pesantren.

“Pencanangan santri bermasker ini merupakan bagian penting dalam ikhtiar menghadapi wabah covid-19. Hari ini kita laksanakan secara simbolis. Namun ke depan harapannga dapat diterapkan sungguh-sungguh di lingkungan pesantren,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Arief mengungkapkan program santri bermasker ini wujud perhatian pemerintah dalam memerhatikan kondisi masyarakat. Tidak terkecuali kalangan kyai, ulama dan santri yang notabene menetap di satu wilayah tertentu secara bersamaan.

-

“Penggunaan masker dan disipkin protokol kesehatan di lingkungan santri merupakan bentuk ikhtiar bersama,” ungkapnya.

Arief menjelaskan untuk itu program ini tidak akan berjalan optimal ketika kalangan pesantren dan tokoh agama tidak satu tujuan. “Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” jelas mantan Kapolres Ponorogo itu. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/