alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Menaker Ida Fauziyah Paparkan Pentingnya UU Ciptaker pada Buruh

GRESIK– Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) tetap menyejahterakan pekerja, seperti yang tertuang dalam subtansi UU lama. “Semua ketentuan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dalam UU 13 tahun 2003 sama dengan yang di Omnibuslaw. Bahkan, UU Cipta Kerja diatur perlindungan kepada pekerja kontrak harus sama dengan ketentuan pekerja tetap, yakni berhak mendapatkan kompensasi bila selesai kontraknya,” ujar Ida (sapaan akrabnya) di ruang Manda Bhakti Praja Pemkab Gresik, Sabtu (24/10) kemarin.

Ida dalam kegiatan Maulud Nabi bersama serikat buruh Kabupaten Gresik yang dipusatkan di Kantor Pemkab Gresik, mengakui banyak buruh yang menemuinya dan memprotes pengesahan UU Cipta Kerja. Dia mencontohkan terkait pekerja dikontrak seumur hidup. Padahal, dalam UU Cipta Kerja tidak ada ketentuan yang mengatur hal itu, karena batas maksimal masa kontrak akan diatur dalam peraturan pemerintah, bisa lebih cepat menjadi pekerja tetap, atau bisa juga lebih lambat. Oleh karena itu, Ida mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas, walaupun tidak puas dengan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.

“Bila mungkin masih ada ketidakpuasan bisa digugat di Mahkamah Konstitusi, kami sedang dalam tahap pemulihan ekonomi nasional, segala polemik mari kita sikapi dengan kepala dingin,” jelasnya.

Menanggapi penjelasan Menaker, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gresik Ali Muchsin Jalil mengaku tidak puas, karena tidak menyentuh substansi dari UU Cipta Kerja. Ali mengaku serikat buruh akan tetap menggelar protes pada 27 Oktober di Kantor Gubernur Jawa Timur, serta terus mendesak agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja.

“Tadi tidak jelas substansinya kalau yang baik itu apa, yang tidak baik itu apa, kami kan tidak tahu. Jadi ya sedikit kecewa jika hanya penjelasan dengan jargon pasti baik-baik saja, karena hari ini transparansi itu yang dibutuhkan,” tegas Ali Muchsin Jalil. (fir/jar/han)

GRESIK– Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) tetap menyejahterakan pekerja, seperti yang tertuang dalam subtansi UU lama. “Semua ketentuan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dalam UU 13 tahun 2003 sama dengan yang di Omnibuslaw. Bahkan, UU Cipta Kerja diatur perlindungan kepada pekerja kontrak harus sama dengan ketentuan pekerja tetap, yakni berhak mendapatkan kompensasi bila selesai kontraknya,” ujar Ida (sapaan akrabnya) di ruang Manda Bhakti Praja Pemkab Gresik, Sabtu (24/10) kemarin.

Ida dalam kegiatan Maulud Nabi bersama serikat buruh Kabupaten Gresik yang dipusatkan di Kantor Pemkab Gresik, mengakui banyak buruh yang menemuinya dan memprotes pengesahan UU Cipta Kerja. Dia mencontohkan terkait pekerja dikontrak seumur hidup. Padahal, dalam UU Cipta Kerja tidak ada ketentuan yang mengatur hal itu, karena batas maksimal masa kontrak akan diatur dalam peraturan pemerintah, bisa lebih cepat menjadi pekerja tetap, atau bisa juga lebih lambat. Oleh karena itu, Ida mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas, walaupun tidak puas dengan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.

“Bila mungkin masih ada ketidakpuasan bisa digugat di Mahkamah Konstitusi, kami sedang dalam tahap pemulihan ekonomi nasional, segala polemik mari kita sikapi dengan kepala dingin,” jelasnya.

-

Menanggapi penjelasan Menaker, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gresik Ali Muchsin Jalil mengaku tidak puas, karena tidak menyentuh substansi dari UU Cipta Kerja. Ali mengaku serikat buruh akan tetap menggelar protes pada 27 Oktober di Kantor Gubernur Jawa Timur, serta terus mendesak agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja.

“Tadi tidak jelas substansinya kalau yang baik itu apa, yang tidak baik itu apa, kami kan tidak tahu. Jadi ya sedikit kecewa jika hanya penjelasan dengan jargon pasti baik-baik saja, karena hari ini transparansi itu yang dibutuhkan,” tegas Ali Muchsin Jalil. (fir/jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/