alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Pengembang Diminta Segera Serahkan Fasum

GRESIK- Dinas Perumahan dan Kawasan pemukiman (Perkim) Kabupaten Gresik menargetkan sembilan pengembang akan menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)pada tahun ini. Guna optimalisasi target tersebut, Disperkim bakal melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

Kepala Dinas Perkim Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, tahun ini ditarget 9 pengembang akan menyerahkan fasum – fasosnya. Salah satunya itu Perumnas KBD.  “Selama tahun kemarin, pihak Perumnas KBD tidak pernah koordinasi untuk menyelesaikan penyerahan fasum-fasos yang telah diajukan,” kata dia.

Selain OPD, dalam penyerahan fasum – fasos tersebut, Washil juga akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyamakan data kepemilikan lahan dan luas wilayah. Misalnya, untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan Pasar tradisional itu yang menangani Diskoperindag. Kemudian, yang menangani fasum-fasos berupa tempat ibadah, sekolah dan jalan umum.  “Banyak instansi OPD yang harus dilibatkan dalam penyerahan fasum – fasos, sehingga pihak pengembang harus proaktif, agar lahan yang akan dilimpahkan itu bisa cepat kejelasannya,” kata Washil.

Menurut Washil, banyak data yang harus disinkronkan dengan fakta di lapangan. Misalnya, riwayat tanah, surat-surat pajak dan letak fasum-fasos. Selain itu, selama masa penyerahan fasum – fasos pihak pengembang harus merawat sendiri.

“Setelah diserahkan, baru pihak Pemkab bisa mengelola dan merawatnya,” tandasnya. (fir/han)

GRESIK- Dinas Perumahan dan Kawasan pemukiman (Perkim) Kabupaten Gresik menargetkan sembilan pengembang akan menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)pada tahun ini. Guna optimalisasi target tersebut, Disperkim bakal melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

Kepala Dinas Perkim Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, tahun ini ditarget 9 pengembang akan menyerahkan fasum – fasosnya. Salah satunya itu Perumnas KBD.  “Selama tahun kemarin, pihak Perumnas KBD tidak pernah koordinasi untuk menyelesaikan penyerahan fasum-fasos yang telah diajukan,” kata dia.

Selain OPD, dalam penyerahan fasum – fasos tersebut, Washil juga akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyamakan data kepemilikan lahan dan luas wilayah. Misalnya, untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan Pasar tradisional itu yang menangani Diskoperindag. Kemudian, yang menangani fasum-fasos berupa tempat ibadah, sekolah dan jalan umum.  “Banyak instansi OPD yang harus dilibatkan dalam penyerahan fasum – fasos, sehingga pihak pengembang harus proaktif, agar lahan yang akan dilimpahkan itu bisa cepat kejelasannya,” kata Washil.

-

Menurut Washil, banyak data yang harus disinkronkan dengan fakta di lapangan. Misalnya, riwayat tanah, surat-surat pajak dan letak fasum-fasos. Selain itu, selama masa penyerahan fasum – fasos pihak pengembang harus merawat sendiri.

“Setelah diserahkan, baru pihak Pemkab bisa mengelola dan merawatnya,” tandasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/