alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Blanko KTP Elektronik di Gresik Tinggal 600 Keping

GRESIK – Blanko KTP elektronik (KTP-el) terus menyusut. Penyebabnya, karena kiriman dari pemerintah pusat berkurang. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gresik saat ini hanya memprioritaskan untuk masyarakat yang baru berumur 17 tahun. Sedangkan yang lain diberikan surat keterangan (suket).

Sekretaris Disdukcapil Gresik, Siti Muklisyatin mengatakan, untuk saat ini memang ketersediaan blangko KTP di Gresik menipis, makanya hanya untuk cetak KTP pemula saja. “Stok blangko tinggal 600 keping. Sedangkan untuk cetak KTP hilang, rusak, pindah san perubahan data untuk sementara dicetakkan Suket,”kata Siti.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan, bahwa untuk stok blangko di pusat juga terbatas dan diperkirakan pertengahan bulan Maret ketersediaan blangko sudah normal kembali.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah mengatakan sudah dua bulan blangko KTP habis. Kemudian untuk pemohon harus menggunakan surat keterangan (Suket). Pihaknya menerima informasi pengadaan dari pusat diperkirakan bulan Maret. Namun hal tersebut belum dipastikan. “Warga banyak yang menggunakan Suket. Padahal banyak warga yang membutuhkan untuk persyaratan administrasi. Karena yang dibutuhkan chipnya untuk keperluan lain,”terangnya.

Selain itu, dikatakan selama ini di Dispendukcapil ada blangko 500 yang turun dari sebelumnya. Padahal mestinya 500 blanko itu habis dalam sehari. “Kebutuhan Dinas terkait ini harus berkirim surat ke Kementerian agar ada fokus percepatan pengadaan barang atas kondisi ini. Karena identitas KTP sangat dibutuhkan,”jelasnya.

Nah terkait anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat juga sudah dihapus. Sebagai gantinya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Tahun 2022 ini ada anggaran Rp 1,1 Miliar untuk kebutuhan blangko beserta tinta dan lainnya,”ungkapnya. (jar/rof)

GRESIK – Blanko KTP elektronik (KTP-el) terus menyusut. Penyebabnya, karena kiriman dari pemerintah pusat berkurang. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gresik saat ini hanya memprioritaskan untuk masyarakat yang baru berumur 17 tahun. Sedangkan yang lain diberikan surat keterangan (suket).

Sekretaris Disdukcapil Gresik, Siti Muklisyatin mengatakan, untuk saat ini memang ketersediaan blangko KTP di Gresik menipis, makanya hanya untuk cetak KTP pemula saja. “Stok blangko tinggal 600 keping. Sedangkan untuk cetak KTP hilang, rusak, pindah san perubahan data untuk sementara dicetakkan Suket,”kata Siti.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan, bahwa untuk stok blangko di pusat juga terbatas dan diperkirakan pertengahan bulan Maret ketersediaan blangko sudah normal kembali.

-

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah mengatakan sudah dua bulan blangko KTP habis. Kemudian untuk pemohon harus menggunakan surat keterangan (Suket). Pihaknya menerima informasi pengadaan dari pusat diperkirakan bulan Maret. Namun hal tersebut belum dipastikan. “Warga banyak yang menggunakan Suket. Padahal banyak warga yang membutuhkan untuk persyaratan administrasi. Karena yang dibutuhkan chipnya untuk keperluan lain,”terangnya.

Selain itu, dikatakan selama ini di Dispendukcapil ada blangko 500 yang turun dari sebelumnya. Padahal mestinya 500 blanko itu habis dalam sehari. “Kebutuhan Dinas terkait ini harus berkirim surat ke Kementerian agar ada fokus percepatan pengadaan barang atas kondisi ini. Karena identitas KTP sangat dibutuhkan,”jelasnya.

Nah terkait anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat juga sudah dihapus. Sebagai gantinya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Tahun 2022 ini ada anggaran Rp 1,1 Miliar untuk kebutuhan blangko beserta tinta dan lainnya,”ungkapnya. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/