alexametrics
30 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Tata Kawasan Perkotaan, Jaringan Kabel Bakal Ditanam Dalam Tanah

GRESIK – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik secara berkala akan mulai memindahkan seluruh kabel yang berada diudara masuk ke dalam saluran utilitas alias menggunakan sistem ducting. Tujuannya demi keindahan, estetika kota juga faktor keamanan.

Komitmen DPUTR untuk mulai menata jaringan utilitas disampaikan oleh Kepala DPUTR Gresik, Wasil Miftahul Rachman mengatakan, Pemkab Gresik kini tengah berupaya menata jaringan kabel udara milik PLN, stasiun televisi maupun jaringan lain untuk dipindahkan masuk ke dalam tanah. Selain, masalah estetika visual, Wasil menilai jika salah satu tolak ukur kemajuan tata kota dicerminkan dari kenyamanan warga dalam menggunakan ruang publik.

“Karena itu Gresik juga harus bisa membuat nyaman siapapun yang berkunjung. Ukuran modern bukan terletak pada kemegahan tetapi bagaimana hak-hak publik terfasilitasi dengan baik,” katanya.

Jika sistem ducting sebenarnya sudah dirancang sejak lama. Namun proses ducting membutuhkan biaya besar. Pekerjaan proyek yang menggunakan ducting nilainya hampir sama dengan proyek peningkatan jalan. Belum lagi proyek ducting perlu kerja sama dengan banyak pihak utamanya pemilik jaringan.

“Sebenarnya ducting itu sudah diproses agak lama, cuma untuk proses eksekusinya perlu dana besar. Kalau harus dikerjakan berarti kan harus melibatkan banyak pihak,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut dia, ada tiga ruas jalan di Gresik yang sudah menggunakan sistem ducting meskipun belum maksimal diantaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan dan Jalan Dr Soetomo.

“Tahun depan rencananya ada 7 ruas jalan lagi yang menggunakan sistem ducting. Ruas jalan tersebut yang masuk dalam proyek penataan kawasan heritage dengan anggaran Rp 48 miliar yang bersumber dari APBN,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Komisi III DPRD Gresik yang membidangi pembangunan, Asroin Widiana menyebut pembangunan infrastruktur kabel serat optik hampir semua kota di Indonesia belum tertata dengan baik. Akibatnya, kota tampak kusam dan mengurangi keindahan kota.

“Sistem ducting menjadi terobosan menjadi Smart City dalam hal pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Ini harus kita kawal bersama,” tegas Asroin. (*/han)


GRESIK – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik secara berkala akan mulai memindahkan seluruh kabel yang berada diudara masuk ke dalam saluran utilitas alias menggunakan sistem ducting. Tujuannya demi keindahan, estetika kota juga faktor keamanan.

Komitmen DPUTR untuk mulai menata jaringan utilitas disampaikan oleh Kepala DPUTR Gresik, Wasil Miftahul Rachman mengatakan, Pemkab Gresik kini tengah berupaya menata jaringan kabel udara milik PLN, stasiun televisi maupun jaringan lain untuk dipindahkan masuk ke dalam tanah. Selain, masalah estetika visual, Wasil menilai jika salah satu tolak ukur kemajuan tata kota dicerminkan dari kenyamanan warga dalam menggunakan ruang publik.

“Karena itu Gresik juga harus bisa membuat nyaman siapapun yang berkunjung. Ukuran modern bukan terletak pada kemegahan tetapi bagaimana hak-hak publik terfasilitasi dengan baik,” katanya.

-

Jika sistem ducting sebenarnya sudah dirancang sejak lama. Namun proses ducting membutuhkan biaya besar. Pekerjaan proyek yang menggunakan ducting nilainya hampir sama dengan proyek peningkatan jalan. Belum lagi proyek ducting perlu kerja sama dengan banyak pihak utamanya pemilik jaringan.

“Sebenarnya ducting itu sudah diproses agak lama, cuma untuk proses eksekusinya perlu dana besar. Kalau harus dikerjakan berarti kan harus melibatkan banyak pihak,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut dia, ada tiga ruas jalan di Gresik yang sudah menggunakan sistem ducting meskipun belum maksimal diantaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan dan Jalan Dr Soetomo.

“Tahun depan rencananya ada 7 ruas jalan lagi yang menggunakan sistem ducting. Ruas jalan tersebut yang masuk dalam proyek penataan kawasan heritage dengan anggaran Rp 48 miliar yang bersumber dari APBN,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Komisi III DPRD Gresik yang membidangi pembangunan, Asroin Widiana menyebut pembangunan infrastruktur kabel serat optik hampir semua kota di Indonesia belum tertata dengan baik. Akibatnya, kota tampak kusam dan mengurangi keindahan kota.

“Sistem ducting menjadi terobosan menjadi Smart City dalam hal pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Ini harus kita kawal bersama,” tegas Asroin. (*/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru