alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 29 May 2022

Usai Proyek Drainase, Jalan Desa Bolo Rusak Parah

GRESIK – Kondisi jalan Desa Bolo Kecamatan Ujungpangkah  kian buruk. Hal itu terjadi usai pembangunan drainase  yang permukaan lebih tinggi dari ruas jalan. Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Kebonagung – Bolo itu memprihatinkan. Tak diperbaiki, jalan tersebut malah diuruk oleh batu putih oleh pemerintah desa. Dari informasi yang dihimpun juga, pengerjaan drainase yang diduga asal-asalan itu dikerjakan oleh pihak desa dengan menggunakan dana desa (DD) 2019.  Jika kondisi hujan, jalan tersebut semakin hancur serta becek. Kondisi drainase yang lebih tinggi itu tak berfungsi, air meluber ke jalan raya hingga ke pemukiman warga.

“Drainase tinggi, tidak berfungsi. Kayaknya dibangun tahun kemarin. Kondisinya memprihatinkan. Apalagi kalau hujan, air ke pemukiman warga sekitar,” kata Syafi’i Minggu (23/8). Warga terganggu dengan kondisi jalan itu. Apalagi, jika hujan turun kondisinya sangat licin sehingga membahayakan pengendara.

“Banyak yang jatuh di jalur itu. Kami berharap agar segera diperbaiki bukan hanya diuruk,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Gresik Femmi Husada menyatakan sebenarnya jika jalan tersebut merupakan wewenang pekerjaan jalan juga pemerintah kabupaten, dan bukan desa.

Terkait kondisi tersebut, Femmi secepatnya akan melakukan survei ke lokasi. “Kalau ada titik koordinat lokasi malah lebih bagus biar saya tahu akar masalahnya,dan besok saya perintah staf untuk melihat dan inventarisasi di lapangan,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Kondisi jalan Desa Bolo Kecamatan Ujungpangkah  kian buruk. Hal itu terjadi usai pembangunan drainase  yang permukaan lebih tinggi dari ruas jalan. Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Kebonagung – Bolo itu memprihatinkan. Tak diperbaiki, jalan tersebut malah diuruk oleh batu putih oleh pemerintah desa. Dari informasi yang dihimpun juga, pengerjaan drainase yang diduga asal-asalan itu dikerjakan oleh pihak desa dengan menggunakan dana desa (DD) 2019.  Jika kondisi hujan, jalan tersebut semakin hancur serta becek. Kondisi drainase yang lebih tinggi itu tak berfungsi, air meluber ke jalan raya hingga ke pemukiman warga.

“Drainase tinggi, tidak berfungsi. Kayaknya dibangun tahun kemarin. Kondisinya memprihatinkan. Apalagi kalau hujan, air ke pemukiman warga sekitar,” kata Syafi’i Minggu (23/8). Warga terganggu dengan kondisi jalan itu. Apalagi, jika hujan turun kondisinya sangat licin sehingga membahayakan pengendara.

“Banyak yang jatuh di jalur itu. Kami berharap agar segera diperbaiki bukan hanya diuruk,” harapnya.

-

Sementara itu, Kasi Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Gresik Femmi Husada menyatakan sebenarnya jika jalan tersebut merupakan wewenang pekerjaan jalan juga pemerintah kabupaten, dan bukan desa.

Terkait kondisi tersebut, Femmi secepatnya akan melakukan survei ke lokasi. “Kalau ada titik koordinat lokasi malah lebih bagus biar saya tahu akar masalahnya,dan besok saya perintah staf untuk melihat dan inventarisasi di lapangan,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/