alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Dispendukcapil Mulai Siapkan Pengurusan Administrasi dari 59 Desa

GRESIK– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik mulai melakukan persiapan pengurusan administrasi kependudukan di 59 desa di Kabupaten Gresik. Kepala Dispendukcapil Gresik, Khusaini mengatakan, saat ini sudah 59 desa secara infrastruktur dan fasilitas siap melayani.

“Dua desa sudah menjadi pilot project yaitu Lowayu dan Kedamean,” kata Khusaini. Kegiatan bimbingan teknis dimulai 30 besok kita undang untuk beri bimbingan teknis agar persiapan matang,”kata dia. Menurut dia, menindaklanjuti program desa sial dan program lancip (layanan cepat, empatik dan produktif) sudah dilaunching saat program prioritas 99 kerja bupati dan wakil bupati Gresik.

Sejumlah layanan bisa diakses diantaranya pengurusan akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga, surat pindah masuk, surat pindah keluar dan perubahan status perkawinan. “Minus KTP dan KIA karena printnya juga mahal, jadi tetap di kantor pusat maupun di perwakilan wilayah seperti utara Kecamatan Dukun dan selatan Wringinanom,”terangnya.

Untuk menyukseskan program itu, lanjut Khusaini, harus didukung seluruh komponen, utamanya pemerintah desa. Salah satunya dengan menyiapkan ruangan dilengkapi AC, PC atau Laptop, printer, jaringan internet, listrik serta petugas yang berkompeten.

Sementara itu,  Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menambahkan, untuk kepengurusan di Pulau Bawean, KTP dan KIA bisa diakses di Kecamatan Sangkapura. “Terkendalanya masih akses internet, maka pelan – pelan akan ada perbaikan. Tentu harus ada dukungan semua pihak,”ungkap dia. (jar/han)

GRESIK– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik mulai melakukan persiapan pengurusan administrasi kependudukan di 59 desa di Kabupaten Gresik. Kepala Dispendukcapil Gresik, Khusaini mengatakan, saat ini sudah 59 desa secara infrastruktur dan fasilitas siap melayani.

“Dua desa sudah menjadi pilot project yaitu Lowayu dan Kedamean,” kata Khusaini. Kegiatan bimbingan teknis dimulai 30 besok kita undang untuk beri bimbingan teknis agar persiapan matang,”kata dia. Menurut dia, menindaklanjuti program desa sial dan program lancip (layanan cepat, empatik dan produktif) sudah dilaunching saat program prioritas 99 kerja bupati dan wakil bupati Gresik.

Sejumlah layanan bisa diakses diantaranya pengurusan akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga, surat pindah masuk, surat pindah keluar dan perubahan status perkawinan. “Minus KTP dan KIA karena printnya juga mahal, jadi tetap di kantor pusat maupun di perwakilan wilayah seperti utara Kecamatan Dukun dan selatan Wringinanom,”terangnya.

-

Untuk menyukseskan program itu, lanjut Khusaini, harus didukung seluruh komponen, utamanya pemerintah desa. Salah satunya dengan menyiapkan ruangan dilengkapi AC, PC atau Laptop, printer, jaringan internet, listrik serta petugas yang berkompeten.

Sementara itu,  Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menambahkan, untuk kepengurusan di Pulau Bawean, KTP dan KIA bisa diakses di Kecamatan Sangkapura. “Terkendalanya masih akses internet, maka pelan – pelan akan ada perbaikan. Tentu harus ada dukungan semua pihak,”ungkap dia. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/