alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 22 May 2022

Tujuh Ruas Jalan di Gresik Jadi Sasaran Program Kotaku

GRESIK – Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik memastikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bakal dimulai Februari 2022. Dua desa yang bakal jadi sasaran program nasional tersebut yakni Desa Pulopancikan dan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik.

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, pengerjaan program Kotaku akan dimulai Februari mendatang. “Dua desa sasarannya, lokasinya ada tujuh ruas jalan diantaranya Jalan Basuki Rahmat, Jalan Setia Budi, Jalan AKS Tubun, Jalan KH. Zubair, Jalan Kramat Langon, Jalan Kh Agus Salim dan Jalan Malik Ibrahim,”kata Ida dihubungi Radar Gresik, Minggu (23/1)

Dikatannya, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk program Kotaku mencapai Rp 7 miliar. Sementara, dari APBD kontraknya mencapai Rp 38 miliar. “Pengerjaannya secara bertahap, agar warga tetap beraktivitas seperti biasanya. Nantinya, ada pengalihan lalu lintas,” kata Ida.

Sementara itu, sosialisasi sudah dilaksanakan mulai bulan ini. Beberapa waktu lalu, sosialisasi dilakukan di Desa Pulopancikan. Karang Taruna dan warga menyambut baik program tersebut. Sosialisasi dilanjutkan di Desa Gapurosukolilo, Minggu (23/1). (jar/han)

GRESIK – Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik memastikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bakal dimulai Februari 2022. Dua desa yang bakal jadi sasaran program nasional tersebut yakni Desa Pulopancikan dan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik.

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, pengerjaan program Kotaku akan dimulai Februari mendatang. “Dua desa sasarannya, lokasinya ada tujuh ruas jalan diantaranya Jalan Basuki Rahmat, Jalan Setia Budi, Jalan AKS Tubun, Jalan KH. Zubair, Jalan Kramat Langon, Jalan Kh Agus Salim dan Jalan Malik Ibrahim,”kata Ida dihubungi Radar Gresik, Minggu (23/1)

Dikatannya, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk program Kotaku mencapai Rp 7 miliar. Sementara, dari APBD kontraknya mencapai Rp 38 miliar. “Pengerjaannya secara bertahap, agar warga tetap beraktivitas seperti biasanya. Nantinya, ada pengalihan lalu lintas,” kata Ida.

-

Sementara itu, sosialisasi sudah dilaksanakan mulai bulan ini. Beberapa waktu lalu, sosialisasi dilakukan di Desa Pulopancikan. Karang Taruna dan warga menyambut baik program tersebut. Sosialisasi dilanjutkan di Desa Gapurosukolilo, Minggu (23/1). (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/