alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Rawan Banjir Bandang, Pemerintah Bakal Normalisasi Sungai di Bawean

GRESIK – Tingginya curah hujan yang terjadi di Pulau Bawean beberapa hari ini, membuat beberapa sawah tergenang banjir di Desa Lebak Kecamatan Sangkapura. Derasnya hujan yang turun membuat air yang masuk ke aliran sungai membuat sungai meluap serta dinding sungai jebol menggenangi sekita tujuh hektar area persawahan.

Akibatnya, tanaman padi mati terendam air. Banyak material masuk mengotori area sawah. Luberan air juga menggenangi Jalan lingkar Pulau Bawean yang melintas di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.

Kepala Desa Lebak Fadal mengatakan selain merusak hektaran tanaman padi hingga terancam gagal panen, tingginya debit luberan air banjir, mengakibatkan jalan lingkar pulau Bawean di Desa Lebak tergenang banjir. “Kalau tidak segera diatasi, warga kami khawatir banyak tebing yang longsor dan bisa mengakibatkan banjir bandang,” ujarnya, Minggu (23/1).

Sementara, salah satu anggota DPRD Gresik Lutfi Dawam mengatakan, Bawean memang rawan banjir bandang. Maka dari itu, pihaknya berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai yang dangkal di Pulau Bawean. “Kemarin di Tahun 2021 lebih parah, banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, tahun ini ada lagi. Dan secepatnya pemerintah melalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bawean melakukan normalisasi sungai, “ungkapnya.

Di sisi lain Kepala UPT Pekerjaan Umum (PU) Pulau Bawean Ansari Lubis menjelaskan untuk melakukan normalisasi sungai yang sempit dan dangkal, pihaknya sudah melakukan pemetaan titik aliran sungai yang mengakibatkan banjir di Pulau Bawean. “Ada 11 aliran sungai sudah kami petakan, yang semuanya aliran rawan banjir di Kecamatan Sangkapura,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini pemetaan ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik. “Yang nantinya akan ada estimasi anggaran untuk melakukan normalisasi,” jelasnya.

Dikatakan, 11 titik aliran sungai yang rawan meluap hingga terjadi banjir yakni, aliran sungai Desa Sawahmulya, Kotakusuma, Lebak, Sungairujing, Suwari, Daun, Sidogedungbatu, Pudakit Barat dan Timur, Gunung Teguh, Kebuntelukdalam, dan Balikterus. “Normalisasi sungai itu nantinya ada yang dilakukan pengerukan, dan membutuhkan bangunan plengsengan,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Tingginya curah hujan yang terjadi di Pulau Bawean beberapa hari ini, membuat beberapa sawah tergenang banjir di Desa Lebak Kecamatan Sangkapura. Derasnya hujan yang turun membuat air yang masuk ke aliran sungai membuat sungai meluap serta dinding sungai jebol menggenangi sekita tujuh hektar area persawahan.

Akibatnya, tanaman padi mati terendam air. Banyak material masuk mengotori area sawah. Luberan air juga menggenangi Jalan lingkar Pulau Bawean yang melintas di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.

Kepala Desa Lebak Fadal mengatakan selain merusak hektaran tanaman padi hingga terancam gagal panen, tingginya debit luberan air banjir, mengakibatkan jalan lingkar pulau Bawean di Desa Lebak tergenang banjir. “Kalau tidak segera diatasi, warga kami khawatir banyak tebing yang longsor dan bisa mengakibatkan banjir bandang,” ujarnya, Minggu (23/1).

-

Sementara, salah satu anggota DPRD Gresik Lutfi Dawam mengatakan, Bawean memang rawan banjir bandang. Maka dari itu, pihaknya berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai yang dangkal di Pulau Bawean. “Kemarin di Tahun 2021 lebih parah, banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, tahun ini ada lagi. Dan secepatnya pemerintah melalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bawean melakukan normalisasi sungai, “ungkapnya.

Di sisi lain Kepala UPT Pekerjaan Umum (PU) Pulau Bawean Ansari Lubis menjelaskan untuk melakukan normalisasi sungai yang sempit dan dangkal, pihaknya sudah melakukan pemetaan titik aliran sungai yang mengakibatkan banjir di Pulau Bawean. “Ada 11 aliran sungai sudah kami petakan, yang semuanya aliran rawan banjir di Kecamatan Sangkapura,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini pemetaan ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik. “Yang nantinya akan ada estimasi anggaran untuk melakukan normalisasi,” jelasnya.

Dikatakan, 11 titik aliran sungai yang rawan meluap hingga terjadi banjir yakni, aliran sungai Desa Sawahmulya, Kotakusuma, Lebak, Sungairujing, Suwari, Daun, Sidogedungbatu, Pudakit Barat dan Timur, Gunung Teguh, Kebuntelukdalam, dan Balikterus. “Normalisasi sungai itu nantinya ada yang dilakukan pengerukan, dan membutuhkan bangunan plengsengan,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/